Tag Archives: Sungai Barito

Pasar Terapung di Sungai Barito, Banjarmasin-Kalimantan

Pasar terapung terletak di kota Banjarmasin, di bagian selatan pulau Kalimantan, tepatnya di muara Sungai Martapura – Barito. Pasar Terapug adalah pasar tradisional. Para pedagang  menawarkan barang dagangan dengan menggunakan Jukung atau kelotok (perahu khas Banjar), dan bagi mereka yang ingin membeli juga harus menggunakan perahu. Kegiatan pasar dimulai setelah shalat subuh sampai sekitar jam 07.00 AM. Mereka menjual semua jenis sayuran, buah-buahan (dari kebun mereka sendiri), ikan, daging dan kebutuhan lainnya yang tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya, juga restoran terapung yang menjual makanan khusus yang Banjarmasin yaitu Soto Banjar.

Untuk pergi ke tempat yang tidak jauh dari kota, dan mengunjungi pasar terapung kita perlu untuk menyewa kelotok, deng biaya sebesar 100.000 rupiah. Berbagai  kegiatan masyarakat tercermin di Sunga besar Barito. 

 

Penjual buah

Restaurant Apung (Soto Banjar)

Para pedagang di perahu mereka

Pulau Kembang – Sungai Barito Kalimantan

Masih sisa perjalanan dari pasar terapung tepat di tengah-tengah sungai Barito, ada tempat yang dikenal dengan nama Pulau Kembang (Flower Island)

Menurut cerita dari pulau delta sungai Barito, pulau ini disebut Pulau Kembang  dkarena pulau itu asalnya hanya berupa tanah yang tertutup oleh banyak tanaman khas Kalimantan.  Saat ini pulau tersebut dihuni oleh banyak spesies monyet, termasuk monyet ekor panjang. Di antara mereka tentu saja ada raja monyet, yang memiliki tubuh yang lebih besar. Di tempat ini juga memiliki tempat untuk beribadah untuk etnis Cina, di mana ada sebuah kuil dengan patung replika monyet putih/ Hanuman

Sebelum datang ke pulau ini, lebih baik untuk mengamankan benda-benda kecil didalam tas, seperti kacamata, topi, jam tangan, kamera, jika tidak maka akan diambil oleh monyet dan lebih baik mempersiapkan makanan ringan untuk diberikan kepada para monyet. Makanan kecil seperti kacang dan pisang kita bisa membelinya  di sana juga, yang dijual oleh penduduk setempat, menggunakan kesempatan untuk mencari nafkah. Monyet-monyet di pulau ini sangat agresif, karena mereka kelaparan …. Sangat menyedihkan!

 

Di tempat ibadah etnis Tionghoa

Hutan, tempat tinggal para monyet

Memberi makan monyet yang kelaparan

Sangat menyedihkan melihat mereka 🙁

Menggendong salah satu dari mereka 🙂 I love it!!