Tag Archives: Maps

Keindahan Pura Uluwatu, Bali

Pura Uluwatu merupakan salah satu kuil yang terkenal di Bali. Daya tarik utama bagi para wisatawan dari candi ini adalah panoramanya yang spektakuler yang merupakan perpaduan dari wisata alam dan agama. Sebagai salah satu wisata andalan di pulau Bali, Uluwatu terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia.

 

Kuil Uluwatu Bali, Indonesia

 

Kuil uluwati di atas tebing
Pembuat : Arnaud Gaillard (Arnaud () amarys.com)
Sumber : Photo de l’auteur

 

Candi ini berdiri kokoh menjorok ke laut di atas batu dengan ketinggian sekitar 97 meter dari permukaan laut. Di depan candi ada hutan kecil yang disebut “Alas Kekeran”, yang berfungsi sebagai penyanggakemurnian kuil. Di tepi pantai pengunjung dapat melihat suasana laut yang memberikan kedamaian jiwa dan pikiran. Candi yang terletak di atas batu telah menjadi salah satu tempat bersejarah karena pada 1489 SM, diawali dengan kedatangan seorang imam dari Jawa Timur yang bernama Danghyang Dwijendra.

Untuk dapat masuk ke kuil, pengunjung harus memakai sarung dan selendang yang bisa disewa di tempat itu untuk menghormati kehidupan beragama orang Bali yang sebagian besar beragama Hindu dan memiliki rasa hormat yang besar untuk tempat ibadah mereka.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pura Uluwatu adalah di malam hari, saat matahari terbenam, sehingga mereka dapat menyaksikan pemandangan yang spektakuler. Selain itu pengunjung juga dapat melihat salah satu atraksi budaya yang sangat khas di Pulau Bali, yaitu tari Kecak yang cukup populer baik domestik maupun luar negeri. Tarian Bali ini  menjadi salah satu atraksi budaya yang terkenal.

 

Kecak Dencer  sebelum tahun 1937
Pembuat : Tropenmuseum

 

Tari Kecak di Ubud
Photographer : Saipal

 

Tari Kecak dance dipertunjukan di  Uluwatu, Bali
GNU Free Documentation License (Wikipedia)

 

Tari Kecak tari dimainkan oleh banyak penari laki-lakiyang duduk dalam lingkaran dan dengan irama tertentu berteriak dan mengangkat kedua lengan mereka. Para penari yang duduk dalam lingkaran memakai kain kotak-kotak di sekitar pinggang mereka. Selain penari, ada penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa (Tokoh perwayangan). Lagu tari Kecak diambil dari tarian ritual Sanghyang yang merupakan tari tradisional. Penarinya akan berada pada kondisi trans (tidak sadar), berkomunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan para roh kepada masyarakat.

Tidak seperti tari Bali lainnya yang menggunakan gamelan sebagai pengiring musik, pertunjukan tari Kecak hanya seni menggabungkan suara mulut atau teriakan seperti “cak cak cak cak Ke Ke”, sehingga tarian ini disebut tari Kecak. Tarian Kecak bisa kita tonton di beberapa tempat di Bali, tapi di Uluwatu adalah tempat yang paling menarik untuk menontonnya, karena acara dilakukan pada saat matahari terbenam.

 

 

Di sebelah Pura Uluwatu, ada pantai Uluwatu yang terkenal dengan gelombang dinginnya yang membuat pantai Uluwatu menjadi surga bagi para Surfer.

Pantai Uluwatu ini sangat cocok untuk digunakan oleh penggemar olahraga surfing dan hampir setiap tahun diadakan kompetisi surfing internasional. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media promosi, terutama untuk wisatawan asing dan banyak negara di dunia untuk mengenal lebih banyak tentang Indonesia yang kaya akan budaya.

 

 

Sekitar kompleks candi terdapat sekelompok monyet. Monyet-monyet itu sangat nakal, umumnya lebih memilih untuk mengambil berbagai macam barang yang dibawa oleh pengunjung. Barang yang sering menjadi target mereka adalah kacamata, tas, dompet atau apa pun yang dapat dengan mudah diambil oleh mereka.

 

Monyet Uluwatu

 

Monyet Uluwatu di pinggir tebing pada saat matahari tenggelam

 

 

 

Bukit Peninsula - SouthWest, Bali
Bukit Peninsula – SouthWest, Bali
This file was published with the License CC by-sa 3.0 by Burmesedays

Perang etnis Dayak-Madura di Palangkaraya, Kalimantan Tengah Indonesia

Kerusuhan di Sampit hanya serangkaian kerusuhan yang terjadi dengan etnis Madura , sejak berkembangnya daerah Kalimantan Tengah dan lebih dari 16 kali pergolakan besar terjadi juga kerusuhan kecil yang mengorbankan banyak orang-orang yang bukan berasal dari Madura.

Warga bukan Madura selalu mengalah sedangkan  orang Madura  bangga pada tindakan-tindakan mereka yang tidak baik dan mengerikan, menggunakannya untuk meneror, mengendalikan sendi ekonomi, sosial, budaya dan masyarakat penduduk Kalimantan Tengah.

Di tepi sungai jika suku Dayak merasa terganggu, mereka pergi ke pedalaman, jika di sana mereka diberi kesulitan, mereka pergi ke bukit, kalau di bukit mereka mendapat masalah, mereka pergi ke gunung dan jika di gunung mereka juga terganggu mereka pergi ke tepi jurang. Di tepi jurang mereka tidak bisa pergi ke mana pun sehingga mereka membela diri.

 

Salah satu suku Dayak 
GNU Free Documentation License

 

Suku Dayak diperlakukan tidak adil dan kurangnya perhatian terhadap pembangunan daerah mereka. Mereka juga dituduh sebagai perusak hutan dan lingkungan dan dicap sebagai suku terbelakang. Berbagai sebutan menyedihkan yang menandai kehidupan masyarakat Dayak.

Suku Dayak telah memberikan hutan, tanah dan air untuk kehidupan orang lain, tambang, kayu, rotan, dan hasil alami untuk membuat banyak orang Jawa kaya, termasuk orang Madura. Mereka menjadi tempat untuk menampung semua penderitaan kelompok etnis lain sehingga orang lain merasa puas dan bahagia. Populasi penduduk di Kalimantan Tengah terus bertambah, sedangkan masyarakat Dayak mengikuti Program Keluarga Berencana untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka mengurangi pertumbuhan penduduk. Orang-orang Madura mencoba untuk memiliki anak sebanyak mungkin dan memastikan sumber daya alam dari Kalimantan Tengah akan tersedia bagi mereka yang berani dan mempunyai tekad yang kuat.

Pemicu Kerusuhan

  • Proses marjinalisasi dan kemiskinan yang terjadi di Central Kalimantan, baik dari segi pemanfaatan sumber daya alam, ketidakadilan Pembangunan Daerah dan ketidakadilan perlindungan hak-hak hidup, ditambah ketidakmampuan etnis Madura untuk mentolerir hampir setiap aspek dalam kehidupan Dayak Kalimantan Tengah.
  • Adanya budaya arogansi orang Madura yang meremehkan budaya lokal Dayak, menyebabkan berbagai gesekan yang tidak pernah sepenuhnya terselesaikan baik oleh masyarakat ataupun pemerintah. Akumulasi gesekan dan perseteruan memicu perkelahian massal yang memuncak dan membesar dari waktu ke waktu.
  • Kecenderungan orang Madura itu membawa kenalan, keluarga, kerabat dan komunitas lain dari tempat asalnya untuk pergi ke Kalimantan. Dengan kurangnya pendidikan, perilaku kriminal dan tanpa seleksi sebelumnya membuat Kalimantan Tengah mendapatkan orang-orang Madura yang tidak potensial dan banyak melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir semua aspek kehidupan orang Dayak. Seperti salah satunya adalah pemerkosaan terhadap gadis dayak.
  • Kecenderungan suku Madura untuk melindungi warga mereka yang telah melakukan kejahatan terhadap suku Dayak, menyebabkan akumulasi kebencian dan menjadi masalah yang sudah berakar di antara warga non Madura di Kalimantan Tengah.
  • Suku Dayak Kalimantan Tengah sudah sangat toleran terhadap orang Madura, sehingga pada beberapa keluarga Dayak telah menerima anaknya menikah dengan orang Madura.
  • Usaha untuk memprovokasi dari beberapa tokoh kepada orang-orang Madura tanpa mengetahui sejarah dari kerusuhan.
  • Ada juga upaya dari tokoh-tokoh Madura yang mendorong komunitas agama untuk berseteru dan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pemusnahan umat Islam.

 

Konflik Ethics 2001

Tahun 2001 adalah puncak kerusuhan antar etnis Dayak dan Madura yang sebenarnya dimulai pada tahun 1999. Konflik awal terjadi pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 23 September malam. Perkelahian yang terjadi di karaoke yang terletak di perbatasan Tumbang Samba (desa di Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia), menewaskan Tue Iba, salah satu Dayak Manyan yang dibantai oleh sekelompok orang Madura. Suku Dayak yang marah karena  Iba Tue yang tidak bersalah meninggal kemudian membalas dendam dengan membakar rumah dan peternakan orang Mdura di Tumbang Samba.

Didahului insiden itu, pembakaran meluas ke hampir setiap desa. Pada saat itu pemerintah berusaha mengevakuasi 37 warga madura dari daerah konflik (Tumbang Samba) untuk mencegah korban yang lebih besar. Setelah itu, situasi menjadi lebih tenang.

Setahun kemudian, pada tanggal 6 Oktober 2000, ada pemukulan oleh sekelompok orang Madura terhadap masyarakat Dayak yang bernama Sendung di daerah 19 kilometer Kabupaten Katingan. Sendung meninggal dalam keadaan tragis. Merasa marah, suku Dayak akhirnya “menyapu” orang-orang Madura, korban jauh lebih besar dari tahun 1999, bus yang dimiliki oleh orang Madura dibakar sedangkan penumpangnya ( orang Madura) disekap di dalam lalu dibunuh. Upaya pemerintah pada waktu itu adalah melalui mediasi melalui upacara suku Dayak untuk membuat konflik tidak berkelanjutan.

Empat bulan kemudian, pada tanggal 18 Februari 2001, kerusuhan skala besar terjadi. “Situasi sudah diketahui tidak stabil, tapi orang-orang masih sangat terkejut. Minggu pagi (18 Februari), rumah Sehan dan Dahur yang berasal dari suku Dayak Manyan dikepung oleh orang Madura. Sehan sudah pensiun dari militer pada waktu itu. Pengepungan berakhir dengan pembakaran rumah dan keluarga mereka. Sepuluh orang tewas pagi itu.

Pembakaran, pembantaian terjadi di siang hari. Polres dan TNI bekerja sama untuk mengevakuasi warga Sampit ke Palangkaraya. Di tengah-tengah perang yang mulai berkecamuk, pada Senin malam jam 10.25, serangan balik dilakukan oleh suku Dayak. Itu berlangsung seminggu penuh, tidak terhitung berapa banyak rumah yang terbakar dan leher terputus selama perang terjadi. Sampai seminggu sudah 18 kali upaya untuk mengevakuasi warga Madura ke Surabaya. Total warga pengungsi mencapai jumlah 57 000 jiwa.

Para pengungsi diangkut menggunakan perusahaan pelayaran militer dan kapal swasta. Mereka diangkut ke pulau Madura. Sampai sekarang masih tersimpan dalam memori warga Sampit  tentang sungai Mentaya yang penuh dengan mayat tanpa kepala  dan tentu saja bau anyir darah tercium sampai satu bulan setelah kerusuhan. Tidak ada perhitungan pasti total jumlah korban.

 

Sungai Mentaya di  Sampit,  Kalimantan Tengah, Indonesia
Pembuat : Wibowo Djatmiko
Public domain

 

Ketika kerusuhan terjadi, markas Madura terkonsentrasi di Sarigading dan Hotel Rama Road. Wajar jika mayat terbesar kemudian ditemukan di kedua tempat. Suasana mengerikan berlanjut hingga satu bulan setelah kerusuhan, Sampit berubah menjadi kota hantu, bau busuk menyengat. Tubuh tanpa kepala bergelimpangan di setiap sudut jalan. Mayat korban kerusuhan akhirnya dimakamkan di kuburan massal di kilometer 13,8 Jalan Jenderal Sudirman.

Saat ini mereka yang menjadi korban kekerasan perlahan kembali ke tempat mereka yang dulu. Saya salut kemampuan orang Madura dalam hal pekerjaan, mereka memulai semuanya dari nol lagi, kerja keras mereka tanpa batas, jika berbicara tentang perasaan, sekelompok kecil warga Madura layak untuk mengeluh. Mereka yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban, dilucuti semua harta, tapi setidaknya dari sejarah yang sangat menyakitkan, sekarang mereka tahu bagaimana membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.

 

Kunjungan ke salah satu desa suku Dayak dan sedikit cerita tentang kerusuhan Sampit dari Tetua suku 

 

Seni Pertunjukan Ilmu Bela diri Madura

 

Korban Kerusuhan Konflik Suku Dayak dan orang Madura

PERHATIAN!
MINIMUM USIA 18 tahun yang disarankan untuk melihat video di bawah ini !

Video berikut memperlihatkan korban perkelahian yang brutal, bahkan orang-orang dewasa terkejut dengan ditampilkannya korban dan sebagian besar korban dipastikan tewas  oleh senjata sederhana berupa pisau panjang atau pedang (Senjata Tradisional).

Tujuan menampilkan video ini di sini adalah untuk memberikan bukti tentang fakta-fakta yang diuraikan sebelumnya dan tentang kekejaman akibat konflik tersebut. Kami melihat fakta dari video tersebut yang menunjukkan hampir atau benar-benar hanya satu sisi korban dan hal itu dapat digunakan sebagai propaganda terhadap suku Dayak.

Kami sangat merekomendasikan untuk membaca seluruh artikel ini dengan seksama agar dapat memahami alasan suku Dayak untuk melawan dan mempertahankan diri mereka, walaupun korban yang juga anak-anak dan wanita tetap sulit untuk ditoleransi. Kami tidak membela pihak suku Dayak atau orang Madura dalam konflik ini, tetapi kami ingin menginformasikan tentang fakta-fakta tanpa menyembunyikan kekejaman atau kelakuan buruk dari semua pihak.

 

 

 Sampit, Central Borneo



 

Lokasi Sampit di Kalimantan Tengah dan Pulau Madura 

Prambanan, Candi megah lainnya yang ada di Indonesia

Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya yang tidak jauh dari Candi Borobudur seakan memperlihatkan tentang keselarasan antara umat Buddha dan Hindu di Jawa, bukan hanya di masa lalu tetapi juga pada saat ini. Secara administratif, candi ini terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman yang indah.

 

Tiga candi  terbesar didedikasikan untuk Shiva, di sebelah kiri Brahma dan Vishnu di sebelah kanan. Pada bagian depan kuil-kuil ada vahana (kendaraan para Dewa)
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

 

Candi yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Roro Jonggrang, memiliki legenda. Dulu ada seorang pemuda yang kuat dan magis yang ingin menikahi seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Raja yang juga ayah dari sang putri pun memaksanya untuk menikahi “Bandung Bondowoso”. Dia adalah pangeran dari kerajaan tetangga. Roro Jonggrang tidak mencintainya tapi tidak mampu menolaknya. Setelah pertimbangan yang panjang, akhirnya dia memberi satu syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi dan berjanji untuk menikah dengannya jika persyaratannya bisa diselesaikan sebelum fajar.

Roro Jonggrang meminta bahwa pekerjaan harus selesai sebelum ayam berkokok yang ia pikir itu tidak mungkin. Tapi dengan kekuatan magis, Bandung Bondowoso hampir bisa menyelesaikan 999 candi dengan bantuan jin dan kekuatannya.

Roro Jonggrang meminta para perempuan di desa untuk mulai memukul padi, dengan tujuan membuat ayam terbangun dan mulai berkokok. Bondowoso sangat kecewa dengan perilaku sang puteri, kemudian merubahnya menjadi batu yang sekarang dikenal sebagai Candi Prambanan, sedangkan candi di dekatnya disebut Candi Sewu atau seribu candi.

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9, yang didedikasikan untuk Dewa Shiva (perusak), dan dua di setiap sisi  didedikasikan untuk Dewa Brahma (pencipta) dan Dewa Wisnu (penjaga). Candi tertinggi adalah 47 meter, 5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur dan juga di antara candi-candi lain di sekitarnya. Berdirinya candi ini telah menunjukkan kejayaan Hindu di pulau Jawa.

 

Patung Mahadewa Shiva di Candi Lara Jonggrang, yang ada di komplek candi Prambanan 
Pembuat : Dr. W.G.N. (Wicher Gosen Nicolaas) van der Sleen (Fotograaf/photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dengan 4 wajah Dewa Pencipta, Brahma yang terletak di garbhagriha (ruang utama)  kuil Brahma, Trimurti Prambanan  Yogyakarta, Indonesia.
Author : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dari Dewa Vishnu (Dewa pemelihara) di ruang utama kuil Vishnu, Trimurti Prambanan, Yogyakarta, Indonesia.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan juga memiliki relief candi yang berisi kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keselarasan lingkungan. Di Prambanan relief pohon Kalpataru digambarkan mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad kesembilan memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

 

Relief di dinding candi Prambanan, singa diapit oleh dua pohon Kalpataru yang juga masing-masing diapit oleh sepasang kinnaras  atau binatang.
GNU Free Documentation License
Wikipedia

 

Ravana menculik Sita dengan mengendarai  raksasa bersayap, sementara burung  Jatayu di sebelah kiri berusaha untuk menolongnya. 9 abad Prambanan pahatan-reliefs di candi didedikasikan untuk Shiva pada komplek candi Prambanan atau komplek candi Lara Jonggrang 
Pembuat : H. Bongers (Fotograaf / photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan ditemukan kembali oleh seorang warga negara Belanda bernama CA Lons pada tahun 1733 setelah seratus tahun diabaikan. Candi ini telah direnovasi dan sekarang dikenal sebagai candi Hindu paling indah di Indonesia.

 

Coolies  dengan kursi tandu di depan  reruntuhan candi Prambanan.
Pembuat : William Henry Jackson
Public domain – Wikipedia

 

Rekonstruksi candi candi di komplek candi Prambanan, dikarenakan gempa yang terjadi pada bulan May 2006
Pembuat : Nomo michael hoefner
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Keindahan dan kompleksitas arsitektur Prambanan sebagai bangunan yang sangat indah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

 

Ramayana – Pertunjukan Seni di Candi Prambanan

Sendratari Ramayana adalah sebuah drama tari yang menceritakan kisah Ramayana, khususnya tentang Rama yang merupakan raja Hindu legendaris dan juga dapat dikatakan sebagai inkarnasi Dewa. Drama ini bercerita tentang Rama yang gagah berani. Pertunjukan ini diselenggarakan di halaman kawasan Candi Prambanan dalam bentuk tarian. Sendratari drama Ramayana di Prambanan biasanya diadakan pada priode bulan purnama untuk dinikmati oleh pengunjung pada berbagai tanggal dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Para penari menunjukkan keterampilan menari mereka kepada para penonton dalam pakaian tradisional yang indah.

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan berbeda dengan cerita aslinya dari India. Di Indonesia mencerminkan hasil adaptasi dengan budaya Jawa selama bertahun-tahun dan itu adalah salah satu pertunjukan tari terbaik di Indonesia.
Dalam acara ini tidak hanya musik dan tari secara hati-hati dipersiapkan, pencahayaan juga telah disiapkan secara rinci. Hal ini memberikan nilai lebih, karena cahaya tidak hanya cahaya obor, tapi banyak cahaya dari lampu yang dirancang untuk menggambarkan peristiwa dan suasana hati karakter.

Pemandangan malam hari panggung terbuka Trimurti Prambanan nightview 
Pembuat : Archiprez mosis
licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Tari Jawa yang mempertunjukkan sendratari Ramayana. Dalam adegan ini  Shinta (isteri Rama ,kedua dari kiri)  sebagai tahanan Raja Ravana di Istana Alengka, dia dikelilingi oleh para dayang dan pembantu istana.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

Sendratari Ramayana Prambanan memenangkan penghargaan internasional “PATA Gold Award 2012” mengalahkan 180 kontestan dari 79 negara dalam kategori “Warisan dan Budaya”, yang diperoleh pada konferensi tahunan Pacific Asia Travel Association (PATA) pada tahun 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 21 April 2012.

 


Lihat Peta Lebih Besar

Candi Borobudur yang menakjubkan di Yogyakarta (Jawa Tengah, Indonesia)

Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 824 SM atau abad ke-9 oleh Buddha Wahayana.

 

Pemandangan candi Borobudur dari dataran tinggi sebelah Barat laut  Jawa Tengah .
Pembuat : Gunawan Kartapranata for Wikipedia
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang ingin mengunjungi bangunan ini yang termasuk dalam Heritages Wonder World. Selain menjadi daya tarik wisata, juga merupakan pusat ibadah bagi umat Buddha di Indonesia, terutama dalam setiap perayaan Waisak / Waisak. Hal ini sesuai dengan namanya yang berarti “biara di perbukitan”.

 

Para pendeta Buddha beribadah di Borobudur.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Reviewer : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Pendiri Candi Borobudur adalah Raja Samaratungga, yang berasal dari dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini selesai sekitar tahun 900 Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut cerita turun-temurun bernama Gunadharma.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan, kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup dengan tanah vulkanik, pohon dan semak-semak selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814, ketika Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa pada masa kolonial mendengar tentang penemuan benda purbakala besar di desa Magelang Bumisegoro dan karena ia sangat tertarik dengan sejarah Jawa, Raffles segera memerintahkan HC Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang merupakan bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena bangunan sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambarnya. Karena penemuan itu, Raffles dihormati sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Pada tahun 1963, diputuskan secara resmi bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini benar-benar dimulai pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses restorasi baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, atau World Heritage oleh UNESCO. Sir Thomas Stamford Raffles memberi nama candi ini dengan nama “Borobudur”,  berdasarkan kisah nyata dengan semua bukti yang ditulis didokumentasikan olehnya

 

Batu untuk mengingatkan kembali saat pemugaran candi Borobudur (dengan bantuan dari Unesco)
Pembuat : Masgatotkaca, transfered to Commons by Kenrick95.
GNU Free Documentation License

 

Foto pertama yang diambil dari candi Borobudur (1873) setelah monumen itu dibersihkan dari tanaman yang menutupinya. Tampak bendera Belanda pada Stupa utama candi.
Pembuat : en: Isidore van Kinsbergen
Public domain

 

Teras tertinggi terlihat setelah pemugaran. Stupa utama mempunyai menara dengan 3 chattra (berbentuk payung) .
Sumber : Tropenmuseum for Wikipedia
licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Selain itu, ada beberapa orang secara ilmu etimologi mengatakan bahwa kata Borobudur berasal dari kata “Budha. Penjelasan lain adalah : nama itu berasal dari dua kata “Buddha bara” dan “beduhur”. Kata bara diartikan kuil, dan makna beduhur adalah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi Borobudur berarti biara di dataran yang lebih tinggi.

Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah memiliki 10 tingkat yang terdiri dari enam tingkat persegi, 3 tingkat berbentuk melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Pada setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Secara keseluruhan terdapat 72 stupa selain stupa utama. Dalam setiap stupa terdapat patung Buddha di dalamnya. Sepuluh tingkat Candi Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva (Filsafat Buddha) yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana (surga). Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat atas.

Di sisi keempat candi ada sebuah gerbang dan tangga menuju ke tingkat atas seperti piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Kemdian langkah berikutnya adalah batu menjadi pasir, tanaman, serangga, hewan liar, hewan peliharaan dan terlahir kembali menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Semua tentang hal-hal tersebut digambarkan dalam relief dan patung-patung di seluruh dinding Candi Borobudur. Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda yang dibaca searah jarum jam. Relief menggambarkan cerita dan membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur candi sebagai Gerbang utama.

 

Relief (gambar timbul) dari Siddharta Gautama pada dinding candi.
Pembuat : Gunkarta for Wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Gambaran dinding (reliefs) di candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Pengulas : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Bangunan raksasa ini adalah bentuk tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya terhubung berdasarkan pola dan ditumpuk. Batu-batu yang digunakan sekitar 55 000 meter kubik. Semua batu diambil dari sungai di sekitar Borobudur. Batu-batu ini lalu dipotong, disambung, diangkut dan dibentuk  pola seperti lego.

Candi Borobudur merupakan salah satu bukti kebesaran dan kecerdasan manusia yang ada di Indonesia. Candi Borobudur menjadi obyek wisata budaya, selain Bali dan beberapa tempat lain di Indonesia.

 

Pemandangan Candi Borobudur
Pembuat : Mushin for Wikipedia
GNU Free Documentation License.

 

Patung Buddha di Borobudur (Java, Indonesia)
Picture taken by Jan-Pieter Nap
GNU Free Documentation License

 

Patung Buddha di dalam Stupa candi Borobudur
Patung Buddha yang bermeditasi memperlihatkan bentuk dari  dharmachakra mudra  (isyarat tangan) di dalam stupa berbentuk lonceng yang berlubang-lubang.
Pembuat : Gunkarta Gunawan Kartapranata
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Large Map of Lihat Peta Lebih Besar

Sungguh video yang menakjubkan !

Pulau Komodo Indonesia

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak dekat dengan pulau Nusa Tenggara, Indonesia bagian Timur. Pulau ini dikenal sebagai habitat Komodo untuk hewan asli. Pulau ini adalah lokasi Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo terletak di timur pulau Sumbawa, yang merupakan ujung barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di pulau ini komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Ada sekitar 1.318 jumlahnya. Ada juga pulau lain, seperti pulau terdekat Pulau Rinca yang menjadi habitat bagi hewan asli komodo kuno. Pulau Rinca juga menjadi salah satu dari pulau yang termasuk  Taman Nasional Komodo.

 

Rinca Island
Author Amelia Samulo, licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Mengapa pulau komodo lebih terkenal? Itu dikarenakan Pulau Komodo adalah tempat di manakalinya komodo ditemukan oleh seorang Letnan Belanda, Steyn van Hens Broek di awal abad ke-20 yang kemudian dinamai dengan nama binatang itu.

Selain dua pulau besar, ada dua pulau lainnya yang termasuk dalam Taman Nasional Komodo yang menjadi habitat komodo, yaitu: 1. Pulau Gili Motang, dengan 68 komodo dan 2. Pulau Padar dihuni oleh 86 ekor komodo.

 

Pulau Gili Motang , Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0.

 

Pulau Padar , Lisensi-Creative-Commons-Attribution-ShareAlike-3.0..jpg

 

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo akan dibawa ke Pulau Rinca. Di pulau ini wisatawan akan diajak menjelajahi sepanjang 2 km-8 km untuk mengunjungi habitat komodo, seperti halnya di Pulau Komodo. Panjang dan lamanya perjalanan tergantung pada pilihan wisatawan.

Di habitat asli komodo, pengunjung harus didampingi oleh pemandu wisata (penjaga) yang dilatih untuk menangani komodo. Wisatawan juga sangat tidak disarankan untuk keluar dari grupnya.

Jika kita melihat sekilas, kita mungkin berpikir bahwa komodo adalah hewan yang malas. Komodo juga lebih memilih diam atau berjalan lambat. Komodo dapat berjalan pada kecepatan 16 km-18 km per jam saat mengejar mangsanya. Mereka juga bisa berenang hingga 500 meter. Ekor dan taring adalah kekuatan mereka. Komodo diklasifikasikan sebagai hewan ganas, mereka sangat sensitif terhadap bau darah, bahkan bisa mencium darah dalam jarak 5 km dan juga sensitif terhadap gerakan tiba-tiba dan kebisingan. Jika mereka merasa terganggu, mereka akan sangat gelisah dan agresif.

Ketika menghadapi serangan dari komodo, polisi hutan akan memukul leher binatang purba dengan cabang tongkat yang selalu dibawanya. Cobalah untuk tidak terluka saat pemjelajahan atau berjalan-jalan di daerah tersebut.

Perencanaan penentuan Taman Nasional Komodo sebagai New Seven Wonders of Nature pada pertengahan Mei 2012 tentunya akan membuat Pulau Komodo lebih dikenal di seluruh dunia dan diperkirakan akan menarik lebih banyak wisatawan lokal dan asing.

 

Pulau Komodo 
Pembuat : Liam Clancy
Lisensi Creative Commons Atribusi 2.0 Generik

 

Pantai di pulau Komodo , Pembuat : Yuli and friends

 

Sunset di pulau Komodo 
Pembuat : Yuli and friends

 

Komodo National Park
Photographer : The World Heritage Collection (Wikipedia)
Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0

 

Komodo Dragon
Pembuat : Yuli and friends

 


Lihat Peta Lebih Besar