Tag Archives: Hindu

Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul, objek wisata indah lainnya di Bali

Bedugul adalah tempat obyek wisata yang tidak kalah menariknya di  Bali. Terletak di perbukitan dengan cuaca yang dingin, di desa Candi Kuning, Kecamatan Baturit, Kabupaten Tabanan, sekitar 45 km dari pusat distrik (Tabanan) dengan jarak 50 km dari kota Denpasar ke wilayah utara, kemudian menyusuri daerah raya kuil untuk pergi ke tempat yang terletak di tepi Bratan/ danau Beratan, danau terbesar kedua di Bali. Banyak kapal juga disewakan untuk para pengunjung yang ingin menikmati keindahan danau ini.

 

Pura Ulun Danu Bratan 
Photographer : Anton Raharja

 

Danau Ulun Danu Bratan, Bedugul, Bali

 

Selain tempat wisata, juga terdapat beberapa candi Hindu sebagai tempat untuk acara-acara keagamaan di lokasi ini. Candi yang terkenal di tempat ini adalah “Ulun Danu (Danau Ulun) Temple” atau juga disebut sebagai Pura “Ulun Danu Bratan”.

 

Pura Ulun Danu Bratan temple di tengah danau

 

Pemandangan danau Ulun Danu Bratan dan puranya

 

Karakteristik pura ini adalah adanya beberapa tingkatan (11 tingkat) di bagian atas. Bentuk pura dapat digambarkan sebagai sebuah bangunan menara, di mana tingkat terendah memiliki ukuran terbesar. Setiap tingkat memiliki fungsi khusus untuk ibadah, tingkat 11 untuk Wisnu, tingkat 7 untuk Brahma dan tingkat 3 untuk Siwa (Tuhannya umat Hindu).

 

Area Pura Ulun Danu Bratan

 

Pura Ulun Danu Bratan dari dekat

 

Pura Ulun Danu Bratan terdiri dari 4 kompleks pura, yaitu: pura “Lingga Petak”, pura “Pucak Mangu Penataran”, Pura Bang Terate dan pura “Dalem Purwa” yang semuanya berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Tuhan dalam manifestasinya sebagai Tri Murti (Brahma, Siwa, Wisnu) untuk memohon karunia kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan kelestarian alam semesta. Umat Hindu yang datang ke sana juga untuk berdoa kepada “Danu Dewi”, Dewi air, untuk meminta kemakmuran. Pura Ulun Danu Bratan dikenal sebagai pusat irigasi Bali.

 

menunggu matahari tenggelam…

 

Di halaman kiri depan Pura Ulun Danu Bratan terdapat sarkofagus dan papan batu yang berasal dari zaman megalitik sekitar 500 SM. Pada saat ini kedua artefak ditempatkan di bagian atas Babaturan atau teras yang diperkirakan sebagai lokasi Pura Ulun Danu dan telah digunakan sebagai tempat kegiatan ritual sejak zaman megalitik kuno. Upacara ritual keagamaan masih berlanjut hingga hari ini.

 

Upacara keagamaan umat  Hindu di Ulun Danu Bratan

 

Acara Keagamaan umat  Hindu dalam adat istiadat Bali menuju gerbang Ulun Danu Bratan

 

Upacara Keagamaan umat Hindu (adat Bali) di Ulun Danu Bratan Bedugul Bali

 

Pura Ulun Danu dan Danau Bratan 

 



Keindahan Pura Uluwatu, Bali

Pura Uluwatu merupakan salah satu kuil yang terkenal di Bali. Daya tarik utama bagi para wisatawan dari candi ini adalah panoramanya yang spektakuler yang merupakan perpaduan dari wisata alam dan agama. Sebagai salah satu wisata andalan di pulau Bali, Uluwatu terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia.

 

Kuil Uluwatu Bali, Indonesia

 

Kuil uluwati di atas tebing
Pembuat : Arnaud Gaillard (Arnaud () amarys.com)
Sumber : Photo de l’auteur

 

Candi ini berdiri kokoh menjorok ke laut di atas batu dengan ketinggian sekitar 97 meter dari permukaan laut. Di depan candi ada hutan kecil yang disebut “Alas Kekeran”, yang berfungsi sebagai penyanggakemurnian kuil. Di tepi pantai pengunjung dapat melihat suasana laut yang memberikan kedamaian jiwa dan pikiran. Candi yang terletak di atas batu telah menjadi salah satu tempat bersejarah karena pada 1489 SM, diawali dengan kedatangan seorang imam dari Jawa Timur yang bernama Danghyang Dwijendra.

Untuk dapat masuk ke kuil, pengunjung harus memakai sarung dan selendang yang bisa disewa di tempat itu untuk menghormati kehidupan beragama orang Bali yang sebagian besar beragama Hindu dan memiliki rasa hormat yang besar untuk tempat ibadah mereka.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pura Uluwatu adalah di malam hari, saat matahari terbenam, sehingga mereka dapat menyaksikan pemandangan yang spektakuler. Selain itu pengunjung juga dapat melihat salah satu atraksi budaya yang sangat khas di Pulau Bali, yaitu tari Kecak yang cukup populer baik domestik maupun luar negeri. Tarian Bali ini  menjadi salah satu atraksi budaya yang terkenal.

 

Kecak Dencer  sebelum tahun 1937
Pembuat : Tropenmuseum

 

Tari Kecak di Ubud
Photographer : Saipal

 

Tari Kecak dance dipertunjukan di  Uluwatu, Bali
GNU Free Documentation License (Wikipedia)

 

Tari Kecak tari dimainkan oleh banyak penari laki-lakiyang duduk dalam lingkaran dan dengan irama tertentu berteriak dan mengangkat kedua lengan mereka. Para penari yang duduk dalam lingkaran memakai kain kotak-kotak di sekitar pinggang mereka. Selain penari, ada penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa (Tokoh perwayangan). Lagu tari Kecak diambil dari tarian ritual Sanghyang yang merupakan tari tradisional. Penarinya akan berada pada kondisi trans (tidak sadar), berkomunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan para roh kepada masyarakat.

Tidak seperti tari Bali lainnya yang menggunakan gamelan sebagai pengiring musik, pertunjukan tari Kecak hanya seni menggabungkan suara mulut atau teriakan seperti “cak cak cak cak Ke Ke”, sehingga tarian ini disebut tari Kecak. Tarian Kecak bisa kita tonton di beberapa tempat di Bali, tapi di Uluwatu adalah tempat yang paling menarik untuk menontonnya, karena acara dilakukan pada saat matahari terbenam.

 

 

Di sebelah Pura Uluwatu, ada pantai Uluwatu yang terkenal dengan gelombang dinginnya yang membuat pantai Uluwatu menjadi surga bagi para Surfer.

Pantai Uluwatu ini sangat cocok untuk digunakan oleh penggemar olahraga surfing dan hampir setiap tahun diadakan kompetisi surfing internasional. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media promosi, terutama untuk wisatawan asing dan banyak negara di dunia untuk mengenal lebih banyak tentang Indonesia yang kaya akan budaya.

 

 

Sekitar kompleks candi terdapat sekelompok monyet. Monyet-monyet itu sangat nakal, umumnya lebih memilih untuk mengambil berbagai macam barang yang dibawa oleh pengunjung. Barang yang sering menjadi target mereka adalah kacamata, tas, dompet atau apa pun yang dapat dengan mudah diambil oleh mereka.

 

Monyet Uluwatu

 

Monyet Uluwatu di pinggir tebing pada saat matahari tenggelam

 

 

 

Bukit Peninsula - SouthWest, Bali
Bukit Peninsula – SouthWest, Bali
This file was published with the License CC by-sa 3.0 by Burmesedays