Tag Archives: Hewan

Living Animals

Pulau Penyu (Turtle Island) Tanjung Benoa Bali

Pulau penyu terletak di bagian selatan pulau Bali yang merupakan sebuah pulau kecil untuk daerah penangkaran penyu berlokasi dekat Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali.Antara kedua pulau tersebut masih bersambungan satu sama lainnya. Di sana Anda bisa melihat penyu dari dekat dan bermain dengan binatang lainnya.

 

Tanjung Benoa dengan latar belakang Nusa Dua Bali, Indonesia
pembuat : Merbabu
GNU Free Documentation License (Wikipedia)

 

Beberapa tempat di dekatnya juga menyediakan kegiatan olahraga air yang mengasyikkan seperti jetskiing, Parasailing, Banana Boat, Flying fish dan wisata air lainnya yang dekat dengan Tanjung Benoa, sekitar 20-30 menit.

 

The atmosphere in Tanjung Benoa
GNU Free Documentation License (wikipedia)

 

Untuk pergi ke Pulau Penyu anda harus menyewa perahu dari pantai Tanjung Benoa yang sudah disediakan oleh operator olah raga air. Tiket masuk ke Turtle Island gratis, biasanya sudah termasuk biaya transportasi perahu.

Selama perjalanan menuju Pulau Penyu, pengunjung bisa melihat langsung keindahan kehidupan laut, ikan dan terumbu karang yang indah dari perahu yang dirancang khusus dengan kaca di dasar perahu. Di dalam perahu disiap roti untuk memberi makan ikan. Pada jarak tertentu perahu akan berhenti dan anda dapat memberi makan ikan.

 

Feeding Fish

 

Sesampainya di Pulau Penyu, anda bisa melihat langsung ke kolam dari induk kura-kura, dan bayi penyu di kolam lainnya. Anda akan diberikan penjelasan oleh pemandu lokal tentang pengembangbiakan penyu dan kehidupan penyu.

 

Para induk penyu

 

Anda bisa masuk ke dalam kolam dan berfoto dengan mereka. Induk penyu memiliki ukuran yang sangat besar. Anda disarankan untuk tidak membuat penyu stress, seperti membuat banyak gerakan yang mengejutkan mereka dan juga dilarang melempar sampah ke dalam kolam.

 

Berfoto dengan induk penyu

 

Big Turtles in the pond

 

Selain penyu, ada beberapa hewan lain, seperti burung, ular, monyet, iguana, kelelawar. Anda juga dapat berfoto dengan beberapa hewan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Disana terdapat toko yang menjual berbagai suvenir khusus dari pulau Penyu.

 



Burung Surga (Paradise Birds) dari pulau Irian Indonesia Timur

Burung Surga adalah burung khas Papua, orang Indonesia menyebutnya dengan nama Cenderawasih, terutama yang berkelamin jantan, memiliki rambut indah seperti malaikat yang turun dari sorga dengan bulu yang sangat indah.
Cendrawasih adalah koleksi jenis burung yang dikelompokkan dalam keluarga Paradisaeidae berasal dari kata Paradise (Surga).

Burung yang hanya ditemukan di kawasan timur Indonesia, Papua Nugini, dan Australia timur terdiri dari 14 genus dan sekitar 43 spesies, 30 spesies di antaranya dapat ditemukan di Indonesia Timur (Irian Jaya), 28 spesies hidup di pulau Papua. Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbesar spesies Cendrawasih.

Cendrawasih memiliki karakteristik bulu indah yang dimiliki oleh burung jantan. Umumnya berwarna terang bulu dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, coklat, merah, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu dan ukuran burung berbagai.

 

Cendrawasih

 

Cendrawasih

Keindahan bulu dari cendrawasih jantan digunakan untuk menarik lawan jenis. Untuk menarik perhatian betina yang bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulu untuk membuat tarian yang indah. Sambil bernyanyi di cabang-cabang, bergoyang dengan gerakan yang berbeda dengan arah yang berbeda pula.
Kadang-kadang bahkan akan bergantung terbalik di cabang pohon. Masing-masing spesies Cenderawasih memiliki jenis tarian sendiri.

Populasi burung Cenderawasih di Papua terancam punah. Para pekerja proyek jalan dan pengusaha di kawasan hutan sering berburu burung ini untuk dijual, yang mungkin sisebabkan oleh kehidupan ekonomi mereka yang minim, atau mungkin karena alasan lainnya. Mereka sering tidur di hutan untuk menangkap burung terdebut. Harga burung Cenderawasih yang sudah mati bisa sampai jutaan rupiah bila dijual ke luar negeri, apalagi mereka yang masih hidup.

Ada 11 jenis Cenderawasih masih terdapat di 13 kabupaten di Papua, namun belum terdata. Suatu saat populasi Cenderawasih di Papua akan punah. Pasalnya, tidak ada perawatan yang tepat, sementara hutan Papua dari tahun ke tahun terus dimusnahkan (deforestasi).

 

Lesser Bird of paradise

Lesser Bird of Paradise by Roderick Eime.
en:Image:BOP 0004-i.jpg by en:User:Rodeime
GNU Free Documentation License

 

Brown Sicklebill ( Epimachus meyeri )

Epimachus meyeri Papua New Guinea male
Creator markaharper1, for Wikipedia
The Creative CommonsAttribution-Share Alike 2.0 Generic license.

 

Ribbon-tailed Astrapia

Ribbon-tailed Astrapia (Astrapia mayeri) juvenile (male)
Author : pomfoto
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic

 

Ribbon-tailed Astrapia mayeri with long tail, Papua New Guinea
Creator : markaharper1 for Wikipedia
Licensed under the Creative CommonsAttribution-Share Alike 2.0 Generic

 

King Bird-of-paradise (Cenderawasih Raja)

King Bird of paradise (Cicinnurus regius)
Creator Doug Janson
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Red Bird-of-paradise (Cenderawasih Merah)

Red Bird of Paradise (Paradisaea rubra)
License GNU Free Documentation License (Wikipedia)

 

Female Red Bird of Paradise
Creator : Doug Janson
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Paradisaea rubra
GNU Free Documentation License (Wikipedia)

 

 Raggiana Bird-of-paradise (Cenderawasih Raggiana)

Raggiana_Bird of Paradise
Author : markaharper1
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic

 

Raggiana Adult Male Bird of Paradise
Author : Photo by Brian McNab
This file is the Creative Commons Attribution 2.5 General

 

 Greater Bird-of-paradise (Cenderawasih Kuning-besar)

Greater Bird of Paradise (Paradisaea apoda)
Author : Andrea Lawardi
Licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Greater Bird of Paradise (Paradisaea apoda). Male at Bali Bird Park.
Author : Andrea Lawardi
Licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Twelve-wired Bird-of-paradise (Cenderawasih Mati-Kawat)

Twelve-wired Bird of Paradise (Seleucidis melanoleuca)
GNU Free Documentation License. (Wikipedia)

 

Paradise-crow (Cenderawasih Gagak)

Paradise-crow
Author : Richard Bowdler Sharpe for Wikipedia

 

Superb Bird-of-paradise (Cenderawasih Kerah)

A male Superb Bird of Paradise in Papua New Guinea.
Author : markaharper1
Creative Commons Deroadenn-Kentanna 2,0 Hollek

 

Superb Bird-of-paradise (Cenderawasih Kerah)

A male King of Saxony Bird of Paradise in Papua New Guinea.
Author : markaharper1
licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic license.

 

Wilson’s Bird-of-paradise (Cenderawasih Botak)

Wilson’s Bird of Paradise
Author : Serhanoksay
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Blue Bird-of-paradise (Cenderawasih Biru)

Blue Bird-of-paradise (Paradisaea rudolphi)
Author : Richard Bowdler Sharpe

 

Burung-burung cenderawasih yang paling terkena adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies kuning besar surga, Paradisaea Apoda. Spesies ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekspedisi perdagangan. Spesimen dibuat oleh pedagang pribumi dengan menghapus sayap dan kaki agar dihiasi. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan mengarah pada keyakinan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap di udara karena bulu. Ini adalah asal dari nama burung surga, dan nama Apoda yang berarti tidak ada kaki.

 

Birds of paradise without legs
Author : John Johnston
Wikipedia

 

Paradisaea Apoda. Spesies ini dideskripsikan spesimen yang dibawa ke Eropa melalui ekspedisi perdagangan. Spesimen dibuat oleh pedagang pribumi dengan menghapus sayap dan kaki agar dihiasi. Hal ini tidak diketahui oleh para eksplorator dan memberi keyakinan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap di udara karena bulunya. Ini adalah asal dari nama burung surga yang bernama Apoda yang mampunyai arti tidak ada kaki.

 

Paradisaea apoda (Cenderawasih Kuning-besar)
This image was copied from wikipedia: en. The original description was:
Birds Paradise ff (Greater Bird of Paradise, Wilson’s Bird of Paradise)
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

 


Lihat Peta Lebih Besar

Video musik dimainkan oleh orkestra gamelan-yang khas Jawa.

Pulau Komodo Indonesia

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak dekat dengan pulau Nusa Tenggara, Indonesia bagian Timur. Pulau ini dikenal sebagai habitat Komodo untuk hewan asli. Pulau ini adalah lokasi Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo terletak di timur pulau Sumbawa, yang merupakan ujung barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Di pulau ini komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Ada sekitar 1.318 jumlahnya. Ada juga pulau lain, seperti pulau terdekat Pulau Rinca yang menjadi habitat bagi hewan asli komodo kuno. Pulau Rinca juga menjadi salah satu dari pulau yang termasuk  Taman Nasional Komodo.

 

Rinca Island
Author Amelia Samulo, licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Mengapa pulau komodo lebih terkenal? Itu dikarenakan Pulau Komodo adalah tempat di manakalinya komodo ditemukan oleh seorang Letnan Belanda, Steyn van Hens Broek di awal abad ke-20 yang kemudian dinamai dengan nama binatang itu.

Selain dua pulau besar, ada dua pulau lainnya yang termasuk dalam Taman Nasional Komodo yang menjadi habitat komodo, yaitu: 1. Pulau Gili Motang, dengan 68 komodo dan 2. Pulau Padar dihuni oleh 86 ekor komodo.

 

Pulau Gili Motang , Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0.

 

Pulau Padar , Lisensi-Creative-Commons-Attribution-ShareAlike-3.0..jpg

 

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo akan dibawa ke Pulau Rinca. Di pulau ini wisatawan akan diajak menjelajahi sepanjang 2 km-8 km untuk mengunjungi habitat komodo, seperti halnya di Pulau Komodo. Panjang dan lamanya perjalanan tergantung pada pilihan wisatawan.

Di habitat asli komodo, pengunjung harus didampingi oleh pemandu wisata (penjaga) yang dilatih untuk menangani komodo. Wisatawan juga sangat tidak disarankan untuk keluar dari grupnya.

Jika kita melihat sekilas, kita mungkin berpikir bahwa komodo adalah hewan yang malas. Komodo juga lebih memilih diam atau berjalan lambat. Komodo dapat berjalan pada kecepatan 16 km-18 km per jam saat mengejar mangsanya. Mereka juga bisa berenang hingga 500 meter. Ekor dan taring adalah kekuatan mereka. Komodo diklasifikasikan sebagai hewan ganas, mereka sangat sensitif terhadap bau darah, bahkan bisa mencium darah dalam jarak 5 km dan juga sensitif terhadap gerakan tiba-tiba dan kebisingan. Jika mereka merasa terganggu, mereka akan sangat gelisah dan agresif.

Ketika menghadapi serangan dari komodo, polisi hutan akan memukul leher binatang purba dengan cabang tongkat yang selalu dibawanya. Cobalah untuk tidak terluka saat pemjelajahan atau berjalan-jalan di daerah tersebut.

Perencanaan penentuan Taman Nasional Komodo sebagai New Seven Wonders of Nature pada pertengahan Mei 2012 tentunya akan membuat Pulau Komodo lebih dikenal di seluruh dunia dan diperkirakan akan menarik lebih banyak wisatawan lokal dan asing.

 

Pulau Komodo 
Pembuat : Liam Clancy
Lisensi Creative Commons Atribusi 2.0 Generik

 

Pantai di pulau Komodo , Pembuat : Yuli and friends

 

Sunset di pulau Komodo 
Pembuat : Yuli and friends

 

Komodo National Park
Photographer : The World Heritage Collection (Wikipedia)
Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0

 

Komodo Dragon
Pembuat : Yuli and friends

 


Lihat Peta Lebih Besar

 

 

Pulau Kembang – Sungai Barito Kalimantan

Masih sisa perjalanan dari pasar terapung tepat di tengah-tengah sungai Barito, ada tempat yang dikenal dengan nama Pulau Kembang (Flower Island)

Menurut cerita dari pulau delta sungai Barito, pulau ini disebut Pulau Kembang  dkarena pulau itu asalnya hanya berupa tanah yang tertutup oleh banyak tanaman khas Kalimantan.  Saat ini pulau tersebut dihuni oleh banyak spesies monyet, termasuk monyet ekor panjang. Di antara mereka tentu saja ada raja monyet, yang memiliki tubuh yang lebih besar. Di tempat ini juga memiliki tempat untuk beribadah untuk etnis Cina, di mana ada sebuah kuil dengan patung replika monyet putih/ Hanuman

Sebelum datang ke pulau ini, lebih baik untuk mengamankan benda-benda kecil didalam tas, seperti kacamata, topi, jam tangan, kamera, jika tidak maka akan diambil oleh monyet dan lebih baik mempersiapkan makanan ringan untuk diberikan kepada para monyet. Makanan kecil seperti kacang dan pisang kita bisa membelinya  di sana juga, yang dijual oleh penduduk setempat, menggunakan kesempatan untuk mencari nafkah. Monyet-monyet di pulau ini sangat agresif, karena mereka kelaparan …. Sangat menyedihkan!

 

Di tempat ibadah etnis Tionghoa

Hutan, tempat tinggal para monyet

Memberi makan monyet yang kelaparan

Sangat menyedihkan melihat mereka 🙁

Menggendong salah satu dari mereka 🙂 I love it!!