Category Archives: Perkebunan

“Pulau Asmara” dan “Batu Cinta” (Situ Patenggang) di kawasan area perkebunan Rancabali

Perkebunan teh Rancabali ini berdiri di ketinggian 1628 meter di atas permukaan laut, dengan pemandangan alam yang unik dari bukit-bukit dan perkebunan teh yang berliku. Perkebunan Teh terletak di Desa patengan, Kabupaten Rancabali, bagian selatan Kabupaten Bandung, tidak jauh dari objek wisata Kawah Putih. Perkebunan Rancabali telah ada sejak tahun 1870.

Hamparan pohon teh yang rapi dengan udara yang dingin memberikan kesan yang tidak biasa bagi para pengunjung. Masyarakat desa Rancabali masih menjalankan gaya hidup tradisional dengan pengolahan harian dua komoditas utama, teh dan kina. Lingkungan perkebunan, pabrik, dan kehidupan sederhana penduduk desa bebas dari polusi.

 

Penduduk lokal di perkebunan

 

Perkebunan teh terlihat sangat indah dan menawan. Lokasinya yang tepat di samping jalan, umumnya berada dalam posisi yang lebih rendah dari sisi jalan dan pengaturan yang ketat, membuat perkebunan terlhat seperti karpet hijau yang besar dengan suasana yang segar, sejuk, indah dan damai.

 

Pemandangan yang indah perkebunan teh Rancabali

 

Bepose di perkebunan teh 🙂

 

Perkebunan teh Rancabali

 

Ada juga paket tour kunjungan pabrik, bagi mereka yang tertarik untuk mengunjungi pabrik teh di Rancabali. Anda akan mendapatkan pengetahuan tentang proses pembersihan dari hasil penanaman, lahan pembibitan, pemeliharaan, pemotongan , pemilihan sampai pengolahan teh.

 

Tea Plants in Patenggang lake area

 

Keindahan perkebunan teh hijau terintegrasi dengan air terjun kecil di tepi dan ujung perkebunan teh yang terletak di jalan yang menuju ke tempat wisata lainnya, yaitu Situ Patenggang (Danau Patenggang).

Situ Patenggang (atau sering disebut Situ patengan) adalah sebuah danau yang indah yang terletak di daerah perkebunan teh di Ciwidey, Jawa Barat. Anda dapat merasakan ketenangan dan merasakan udara gunung yang dingin dan angin yang berhembus. Daerah ini pernah menjadi cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata.

Untuk menikmati keindahan tempat ini ini terdapat fasilitas perahu yang bisa disewa untuk pergi berkeliling ke pulau kecil yang ada di tengah-tengah danau yang bernama Pulau Sasuka (Pulau Asmara). Pulau ini tampak teduh dengan pohon-pohon tinggi yang banyak tumbuh di dalamnya. Sementara di seberang danau terdapat lokasi yang cukup menarik yaitu Batu Cinta.

Pulau Asmara dan Batu Cinta adalah tujuan wisata di Situ Patenggang. Menurut cerita, siapa pun yang datang ke daerah tersebut dan mengelilingi pulau Asmara akan memiliki cinta yang langgeng. Hal ini yang mungkin membuat kedua tempat tersebut membuat para wisatawan penasaran.

 

Legend danau  Situ Patenggang

 

Legenda Batu Cinta

 

Daerah ini memiliki sebuah legenda atau mitos yang menceritakan tentang puteraraja, dan putri dari reinkarnasi dewi (Dewi Rengganis) yang terpisah untuk waktu yang lama karena keadaan. Air mata mereka membentuk sebuah danau. Karena itu danau itu dinamai “Situ Patenggang” (Danau Patenggang), yang diambil dari kata “pateangan-teangan” berasal dari bahasa Sunda, yang berarti saling mencari.

Pada akhirnya mereka dapat bersatu kembali di tempat di mana ada sebuah batu besar yang nantinya batu itu dinamai Batu Cinta. Dewi Rengganis kemudian meminta kekasihnya untuk membuat sebuah danau dan perahu untuk berlayar. Pulau ini yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau berbentuk hati (Pulau asmara).

Dikatakan bahwa siapa pun yang pernah ke lokasi tersebut dengan kekasih, maka cinta mereka akan abadi.

Pemandangan yang menakjubkan dari Situ Patengang

 

Pulau kecil (Pulau Asmara) yang terletak di tengah-tengah danau patenggang

 

Alam yang indah

 

Batu cinta di kawasan Situ Patenggang

 

Perahu yang dapat disewa untuk mngelilingi danau

 

Pemandangan yang luar biasa dari danau Situ Patenggang dilihat dari lokasi Batu cinta

 

Me di lokasi Batu Cinta

 

 


View Larger Map