Category Archives: Jawa Barat

Situs megalitik gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat

Situs arkeologi di Kabupaten Gunung Padang (Gunung Padang) Kabupaten Cianjur tidak semua orang tahu, bahkan, situs-situs megalitik dengan luas 3 ha diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan jika kita tidak tahu itu. Kabupaten Cianjur ingin membuat situs ini sebagai tujuan wisata unggulan serta pendidikan.

Untuk mencapai lokasi ini, jip atau kendaraan sejenis dan sepeda motor saja yang dapat mencapai  ke lokasi situs tersebut. Gunung situs Padang terletak di atas bukit, untuk mencapainya, kita harus memanjat tangga curam sepanjang 95 meter yang terbuat dari batu andesit pilar yang diletakkan hampir 400 anak tangga.

Pemandangan dari bukit dan seluruh bangunan situs megalitik sangat menakjubkan. Di pelataran situs megalitik ini, para pengunjung mendengarkan penjelasan dari pemandu mengenai situs ini dari berbagai pendekatan ilmiah, juga melihat ribuan batu andesit yang membentuk pilar-pilar, empat atau lima-sisi tertata sedemikian rupa untuk berbagai fungsi.

Semua bangunan megalitik di seluruh dunia dibangun pada zaman prasejarah (seperti : Piramida Mesir dan  Stonehenge di Inggris).

Situs ini diperkirakan sebagai pemakaman kuno. Keberadaan situs ini kemudian dilaporkan kembali ke penilik budaya pemerintah daerah oleh penduduk setempat. Sejak itu situs tersebut diteliti secara mendalam dan masih menyisakan berbagai kontroversi arkeologi. Arkeolog setuju bahwa situs tersebut bukan merupakan pemakaman seperti yang dinyatakan oleh Krom (1914), disebutkan bahwa situs itu diperkirakan sebagai makam kuno, namun juga sebagai tempat ibadah.

Gunung Padang adalah situs terletak di daerah geologis yang memiliki kemungkinan gempa yang cukup aktif, tidak jauh dari bagian Cimandiri, yang membentang dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang (kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat). Jika ada aktivasi dari kekuatan geologi di sekitar Teluk Pelabuhan Ratu, bagian Selatan Jawa Barat, maka sering menjadi mediator gempa yang mengejutkan.

Beberapa menhir roboh dan rusak di daerah situs dan diperkirakan  dapat mengakibatkan gempa. Sehubungan dengan tempat beribadah, situs ini dapat dibangun untuk keperluan tersebut, dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari gempa bumi atau sumber gunung berapi yang tidak jauh dari Gunung Padang. Gunung Gede menempati posisi geomantik sangat kuat untuk situs Gunung Padang. Situs Gunung Padang  dibangun untuk berorientasi sepenuhnya ke Gunung Gede.

 

Pemandangan Situs Gunug Padang
Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
Free Software Foundation

 

Situs  Gunung Padang
Pembuat : Mohammad Fadli
licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Situs Megalitikum Gunung Padang

 

Lokasi pada Peta



Keindahan Telaga Warna di pulau Jawa

Danau atau Telaga Warna tidak hanya ada satu, terdapat lebih di tempat yang berbeda di Indonesia, saya akan bercerita tentang 2 dari antaranya yang ada di pulau Jawa. Danau yang disebut Danau Warna (Telaga Warna), berlokasi di Puncak, Jawa Barat dan di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah.

Telaga Warna di Jawa Barat  

Dahulu kala ada sebuah kerajaan di Jawa Barat yang diperintah oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup dalam kemakmuran.

Sayangnya Raja dan Ratu tidak dikaruniai keturunan. Bertahun-tahun mereka menunggu seorang anak. Suatu hari Raja memutuskan untuk pergi ke hutan dan berdoa. Ia memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memberinya keturunan.
Seluruh kerajaan bersukacita ketika doa Raja dan Ratu akhirnya terkabul. Ratu akhirnya mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan cantik.

Putri tumbuh menjadi seorang wanita muda yang cantik. Karena dia adalah satu-satunya anak dan kelahirannya telah begitu lama ditunggu, dia sangat dimanjakan oleh orang tuanya. Semua keinginannya dituruti.

Putri telah tumbuh dan segera dia akan mencapai umur tujuh belas. Rakyat dari kerajaan mengumpulkan banyak hadiah untuk putri kesayangan mereka. Raja mengumpulkan semua hadiah dari rakyat yang dimaksudkan untuk berbagi kembali kepada mereka nantinya. Dia hanya mengambil sedikit emas dan permata dan kemudian meminta toko perhiasan untuk mencairkannya dan membuatnya menjadi sebuah kalung berlian yang indah untuk putrinya.

Pada hari ulang tahun Putri, Raja memberinya kalung itu dan berkata: “Putriku, sekarang kamu telah tumbuh dewasa. Lihatlah ini, kalung cantik ini adalah hadiah dari rakyat. Mereka benar-benar mencintaimu”

Rakyat dari kerajaan datang berbondong-bondong untuk melihat putri mereka pada hari ulang tahunnya. Mereka ingin melihat kalung yang ditaburi batu permata berwarna-warni yang menghiasi leher putri kesayangan mereka.

Puteri hanya melirik kalung itu…

Raja dan Ratu berusaha membujuknya untuk mengenakan kalung itu, tetapi sang Puteri hanya menjawab :”Saya tidak mau”. “Saya tidak mau memakainya! Kalung itu jelek!” teriaknya dan kemudian berlari ke kamarnya.

Raja, Ratu dan semua orang di sana tercengang. Kalung warna-warni yang indah rusak, dan mutiara berserakan di lantai. Ratu terduduk dan mulai menangis. Perlahan-lahan semua wanita di sana mulai menangis, bahkan priapun meneteskan air mata mereka. Mereka tidak pernah berpikir bahwa sang puteri bisa melakukan hal seperti itu.

Tiba-tiba di tempat kalung itu jatuh, keluarlah mata air yang mengeluarkan air dengan derasnya sehingga membuat istana tenggelam. Bukan hanya itu, seluruh kerajaan dibanjiri dengan air dan  membentuk danau besar.

 

Puncak Pass Java – Indonesia, Gambar diambil oleh :  Hullie untuk Wikipedia
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 

Sekarang, danau itu tidak selebar seperti sebelumnya, tetapi airnya terlihat indah, berwarna-warni dikarenakan refleksi warna langit dan pohon-pohon di sekitarnya, tetapi banyak orang percaya bahwa warna yang indah dari danau itu berasal dari kalung putri di dasar danau.

 

 

Video klip ini dibuat oleh para mahasiswa dari Bogor, tidak jauh dari Danau Warna. Mereka mencoba untuk berbagi informasi perjalanan mereka pada saat melihat daya tarik alam. Meskipun tidak profesional dalam pembuatannya, tapi menarik untuk melihat aktivitas mereka di tempat itu

Dalam video tersebut mereka menunjukkan perjalanan mereka menuju ke Danau Warna, di daerah “Puncak”, dimana sepanjang kiri dan kanan jalan terhampar perkebunan teh dan pemandangan indah serta udara yang sejuk.

Mereka juga menceritakan kisah dibalik legenda danau, seperti yang saya katakan di atas. Sesampainya di sana mereka menjelajahi danau dengan menyewa perahu. Ada dua fasilitas yang disediakan untuk mengarungi danau, yaitu dengan menyewa perahu karet dan rakit. Pengunjung juga bisa berkemah di sana. Banyak terdapat berbagai jenis tanaman karena danau ini dikelilingi oleh hutan tropis pegunungan.

Tempat itu tidak jauh dari Jakarta dan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil untuk pergi ke sana, namun mobil tidak bisa menjangkau tempat yang lebih dekat dengan danau, karena jalur jalan yang sulit dilalui oleh mobil, namun penyelenggara menyediakan tempat parkir mobil sekitar itu.

 



Danau warna Dieng di Jawa Tengah

merupakan salah satu andalan atraksi Kabupaten Wonosobo di Provinsi Jawa Tengah. Danau ini memiliki warna yang unik terkait dengan warna danau. Kadang-kadang kuning atau hijau dan berwarna-warni seperti pelangi karena memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi.

Menurut masyarakat setempat, ada sebuah kisah yang menyebabkan warna danau berwarna-warni. Dikatakan bahwa ada cincin yang dahulu pernah dimiliki oleh seorang bangsawan lokal yang memiliki kekuatan sihir dan jatuh ke dasar danau.
Berdasarkan studi ilmiah, danau ini adalah kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, ketika air danau terkena sinar matahari, maka akan membiaskan warna-warna.

Objek wisata Danau Warna sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara  karena keindahan dan udara segarnya. Untuk memasukkan obyek wisata ini pengunjung dikenakan biaya tidak lebih dari Rp.110.000,-. Pengunjung disarankan untuk menjaga omongan mereka selama berada di daerah itu, alasannya karena tempat ini dianggap sakral. Mitos dan legenda hanya kepercayaan masyarakat setempat. Anda bebas untuk percaya atau tidak.

 

Telaga Varna, Dieng-Plateau, Central Java-Indonesia
Author : Kondephy
Licensed under the Creative Commons license Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported

 

Dataran Tinggi Dieng, yang mempuyai banyak obyek wisata selain Telaga Warna.

 

Area Vulkanik dataran tinggi Dieng, tempat , tempat tinggalnya para Dewa.
Pembuat : Sumarma Hamidi (Volcanological Survey of Indonesia)
Public domain in Indonesia

 



Legenda danau “Situ Bagendit” Lake di Garut, Jawa Barat

Garut, adalah salah satu daerah di Jawa Barat yang merupakan daerah yang subur dan memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah, “Situ Bagendit” (Situ dalam bahasa Sunda berarti danau).

Saya akan menceritakan legenda yang terkenal di balik cerita tentang danau itu.

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda kaya, bernama Nyai Endit (Nyai adalah Ibu/ nyonya). Dia tinggal di sebuah desa di kota Garut, Jawa Barat. Nyai Endit memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi dia pelit dan serakah. Dia juga sangat sombong, terutama kepada masyarakat miskin.

Pada suatu hari, Nyai Endit mengadakan selamatan untuk meningkat kekayaannya. Ketika acara berlangsung, datang seorang pengemis. Kondisi pengemis itu sangat menyedihkan. Tubuhnya sangat kurus dan pakaiannya compang-camping. Dia memohon kepada Nyai Bagendit “Tolong Nyai, beri saya makanan.” Melihat seorang pengemis tua kotor masuk ke rumahnya, Nyai Endit menjadi marah dan mengusirnya pergi. “Pengemis kotor tidak tahu malu, keluar dari rumah saya”. Nyai Endit membentaknya.

Merasa sangat sedih, pengemis itupun pergi. Keesokan harinya orang-orang dikejutkan dengan adanya tongkat yang tertanam di jalan desa. Semua orang mencoba mencabut tongkat itu, tapi tidak berhasil. Pengemis tua yang meminta makanan kepada Nyai  Endit muncul kembali. Dengan cepat ia menarik tongkat itu dan membentuk air mancur yang besar yang kemudian semakin banyak air yang keluar.

Khawatir terjadi banjir, warga langsung dievakuasi ke tempat-tempat lain. Nyai Endit yang kikir dan serakah tidak ingin meninggalkan rumahnya. Dia sangat menyayangi harta miliknya .

Akhirnya ia tenggelam bersama dengan semua harta kekayaannya, sedangkan warga lainnya selamat. Disebutkan bahwa itu adalah asal pembentukan danau yang bernama “Situ Bagendit”

 

Situ Bagendit Garut, Jawa Barat
Pembuat : Edi Wibowo for Wikipedia
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 


Lihat Peta Lebih Besar

 

 

Foto-foto di Museum Asia Afrika

Berakhirnya Perang Dunia II tidak berarti akhir dari permusuhan antara bangsa-bangsa. Di beberapa bagian dunia, masalah lama tetap ada, masalah baru muncul.

Gambar-gambar sesuai dengan urutan kejadian:

Pada tahun 1954, ketegangan terjadi di Indocina, sejak intervensi AS di Indocina dan perang Perancis, dikarena perang dingin menyebar ke Asia Tenggara. Perdana Menteri Ali Sostroamidjojo dari Indonesia menerima undangan dari John Kotelawala, Perdana Menteri Sri Lanka, untuk menghadiri konferensi yang akan dihadiri oleh lima perdana menteri dari : Sri Lanka, Burma, India, Pakistan dan Indonesia, diselenggarakan di Kolombo pada bulan April 1954. Konferensi kemudian ini kita namakan  Konferensi Colombo atau Colombo Plan. Lebih lanjut tentang konfrensi ini dapat kita dapat baca di wikipedia: Colombo Plan.

Perang Dingin

Apartheid

Kolonialisme

Salah satu tokoh kunci dalam Perang Dunia II

Menuju kebangkitan bangsa – Konferensi Bogor

Konferensi Bogor diadakan pada tanggal 28 sampai 30, 1954 di Istana Bogor dengan persetujuan dari Presiden Soekarno, di mana konferensi tersebut diadakan untuk membahas persiapan akhir pelaksanaan dari Konferensi Asia Afrika. Indonesia yang diwakili oleh Perdana Menteri Indonesia Ali Sostroamidjojo, dihadiri oleh Perdana Menteri Burma (Unu), India (Nehru), Pakistan (Moh.Ali), dan Sri Lanka (John Kotelawala)

“Bandung Walk” and Asia Africa Echoes from Bandung

Senin 18 April 1955, sejak fajar kegiatan yang meriah Pembukaan Konferensi Asia Afrika di kota Bandung telah dimulai sekitar pukul 08.30 pagi, delegasi dari berbagai negara berjalan dari Hotel Homann dan Preanger  ke Gedung Merdeka untuk menghadiri acara tersebut. Kegiatan mereka berjalan dikenal sebagai “The Walk History” (The Walks Bandung) atau sejarah berjalannya para delegasi dari hotel ke tempat konferensi.

Sidang Pembukaan Konferensi Asia-Afrika di “Gedung Merdeka” pada tanggal 18 April 1955

Diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika

 Beberapa foto dari delegasi beberapa negara

 

Museum Asia Afrika Bandung

Museum ini bernama MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA-, dalam rangka untuk mengingat kembali sejarah tempat dari Konferensi Asia-Afrika, yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi bangsa Asia-Afrika.

Ide didirikannya dan diwujudkankannya adalah inisiatif dari Bapak Joop Ave, Ketua Eksekutif Komite 25th Anniversary yang bekerjasama dengan Departemen Penerangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi  Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran.

Museum Konperensi Asia Afrika diresmikan oleh Presiden Soeharto, Presiden kedua Indonesia pada tanggal 24 April 1980 pada HUT ke 25 Konferensi Asia-Afrika.

Pada tanggal 18 Juni 1986, otoritas Museum dikembalikan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kepada Departemen Luar Negeri di bawah pengawasan Direktorat Diplomasi Publik karena museum itu adalah sejarah diplomatik politik Indonesia.