Category Archives: Sumatera

Orang utan harus diselamatkan!

Orang utan adalah spesies kera menakjubkan. Orang utan hanya hidup di pulau Kalimantan dan Sumatera yang dibagi menjadi dua spesies generik, Pongo pygmaeus (Orang utan Kalimantan) dan Pongo abelii  (Orang utan Sumatera). 90% dari populasi Orangutan tinggal di Indonesia, sedangkan 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Di Sumatera, populasi terbesar ditemukan dalam Ekosistem Leuser, sedangkan di Kalimantan, Orang utan dapat ditemukan di Kalimantan Barat, Tengah dan Timur.

 

Orang Utan di kebun binatang German “Tierpark Hellabrunn” in Munich
Pembuat : Werner Gut , http://www.wernergut.de/

 

Orang Utan diBerlin Zoo, Germany.
Pembuat : David Arvidsson
Licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Orang Utan di Kutai National Park, Borneo, Indonesia.
Pembuat : Neil – WWW.NEILSRTW.BLOGSPOT.COM
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Dalam bahasa Melayu, Orang utan berarti “manusia dari hutan” yang memiliki kecerdasan sangat tinggi, dengan 97 persen dari DNA mereka yang  identik dengan manusia.

Perkiraan populasi mereka saat ini kurang dari 30.000 yang tersebar di dua wilayah distribusi (Sumatera dan Kalimantan). Menurut perkiraan, jumlah Orang utan di hutan Sumatera hanya sekitar 6500-7500 sedangkan di Kalimantan terdapat sekitar 12.000-13.000. Ini adalah pengurangan jumlah yang ada dalam 10 tahun terakhir (30% – 50% pengurangan jumlah). Orang utan menghabiskan lebih banyak waktu (sekitar 90 persen) di pepohonan di hutan hujan tropis yang merupakan habitat mereka.

Orang utan tidur di sarang yang terbuat dari ranting dan tumpukan daun di pohon. Mereka menggunakan daun lebar seperti daun pisang sebagai payung untuk melindungi diri dari hujan dan lebih bersifat menyendiri dibandingkan dengan kera lainnya. Saat menjelajah kedalaman hutan, orang utan jantan membuat suara-suara dan berteriak untuk memastikan mereka tidak terganggu oleh kehadiran orang utan lainnya. Teriakan “panggilan panjang” dapat didengar hingga 2 kilometer. Para ilmuwan mengatakan bahwa orang utan membutuhkan wilayah sekitar 150 hektar. Teriakan orang orang utan jantan dewasa benar-benar menakjubkan. Panjang durasi panggilan selama sekitar satu menit bahkan empat menit. Suara orangutan di hutan Kalimantan adalah yang paling keras dan menakutkan.

 

Perbedaan Orang utan jantan dan betina

Secara umum, orang utan jantan memiliki bantalan pada kedua pipinya (pipi yang besar) dan ukurannya dua kali lebih besar dari betina. Berat jantan bisa mencapai 90-110 kg dan 1,2 sampai 1,5 m tingginya. Orang utan jantan tidak ramah, mereka akan mempertahankan daerah yang mereka anggap sebagai tempat tinggal mereka, bahkan jika perlu akan bertarung dengan orangutan lainnya.

Rata-rata orang utan betina bisa mencapai berat badan 60 kg dan tingginya mencapai 1 sampai 1,2 m. Betina biasanya melahirkan atau menghasilkan satu keturunan dalam waktu 8 tahun. 8 sampai 9 tahun, bayi orang Utan menempel pada ibunya dan selama 2 tahun kemudian mereka akan mulai belajar keterampilan dari ibu mereka untuk bertahan hidup. Mereka akan meninggalkan ibu mereka dan pergi dengan orang utan muda lainnya pada usia 8 tahun dan pada usia 15 tahun orangutan akan hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri.

Orang utan memiliki bentangan tangan yang panjang. Pejantan dewasa dapat meregangkan lengan mereka hingga 2 meter dari ujung jari satu ke ujung jari tangan lainnya dan bahkan melebihi rata-rata tinggi badan mereka. Ketika mereka berdiri tegak, tangan mereka hampir menyentuh tanah.

Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki karakteristik fisik tubuh yang lebih besar, berwarna coklat gelap atau kemerahan, rambut jarang dan pendek dan pada bayi mereka terlihat ada bercak berwarna kemerahan atau kehijauan.
Orang utan Sumatera (Pongo abelli) fitur tubuh fisiknya terlihat lebih kecil, berwarna terang atau oranye dan lengan mereka lebih panjang dari kaki.

 

Orang utan rehabilitation centre, Bukit Lawang ,Sumatra.
Pembuat : Original uploader was Dave59 at en.wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Orang utan Kalimantan
Pembuat : Ltshears
Public Domain

 

Primata ini cerdas mencari makanan di siang hari, dengan komposisi menu sebagian besar terdiri dari buah dan daun hutan. Mereka juga makan kulit kayu, serangga, jarang makan daging dan untuk mendapatkan air, mereka melubangi batang-batang pohon yang berguna untuk menampung air hujan dan minum dengan menghirup dari pergelangan tangannya. Orang utan juga mengambil bentuk makanan mineral dari tanah tetapi dalam jumlah yang sangat kecil.

Karena orang utan tersebar di beberapa tempat dan sangat tergantung pada keberadaan pohon, mereka rentan terhadap dampak penebangan. Sayangnya penebangan hutan dan kegiatan manusia lainnya seperti berburu, apakah itu untuk diperdagangkan ataupun dijual sebagai hewan peliharaan bahkan juga untuk konsumsi makanan.
Yang lebih menyedihkan adalah ketika pemburu ingin mendapatkan bayi orang utan, maka pemburu harus membunuh ibu mereka dahulu dan jika bayi yang jatuh dari pohon selamat, mereka akan  diambil oleh para pemburu. Semua hal itulah yang menyebabkan kepunahan orang utan.

Borneo Orangutan Survival (BOS), organisasi penyelamat orang utan dari Australia, saat ini berupaya untuk memperoleh lahan bekas HPH di Kalimantan yang akan digunakan sebagai tempat untuk melepaskan kembali orang utanyang sudah direhabilitasi. Dalam rangka untuk menyelamatkan spesies ini, pelestarian habitat alami dari orang utan adalah hal yang sangat perlu dilakukan.

Dalam 20 tahun dekade ini, menurut IUCN pada tahun 1993 sekitar 80% habitat mereka telah hilang atau hancur. Dan IUCN menghitung, jika situasi ini tidak berubah atau tetap seperti ini, maka dalam 10-20 tahun Orangutan akan punah. Sehingga Uni Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN/2004) membuat kategori “terancam punah / kritis” untuk orang utan Sumatera dan “Langka / terancam punah” untuk orang utan Kalimantan.

Orang utan dapat dianggap sebagai indikator kualitas ekosistem hutan. Ketika kehidupan di puncak pohon dapat berjalan dengan baik maka akan sangat mempengaruhi ekosistem di bawahnya. Oleh karena itu penting untuk melestarikan orang utan jika kita bertekad untuk menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global, sebuah fenomena yang terkait erat dengan penghancuran sistematis hutan pada abad-abad terakhir.

 

Penghancuran Hutan, Habitat Orang Utan

Di Indonesia terdapat beberapa alasan mengapa hutan sebagai habitat alami dari orang utan dan hewan liar lainnya berkurang. Hanya disebutkan alasan hukum saat ini yaitu dari sisi populasi manusia, bahwa Penduduk Indonesia bertambah dan membutuhkan lebih banyak tanah. Beberapa industri memaksa pembukaan lahan (deforestasi)  secara drastis, sebagian besar kebutuhan dan pengambilan minyak kelapa sawit juga disebutkan. Perusahaan Nestle disalahkan oleh Greenpeace karena pembukaan lahan daerah yang luas untuk penanaman kelapa sawit dan menggunakan minyaknya untuk membuat cokelat dalam jumlah besar.

Artikel Greenpeace tentang kelapa sawit dapat Anda baca di :

http://www.greenpeace.org/ … -plan-to-halt-forest-destruction/.

Penggunaan lain kelapa sawit sebagai alternatif pembakaran fosil juga datang dari beberapa negara, seperti Jerman dan Austria.

Saat ini ada proyek pertambangan besar yang sudah direncanakan, dimana banyak hutan yang akan dihancurkan, yang tentunya akan mempengaruhi kehidupan flora dan fauna.
Kami sangat mengharapkan dan menghargai partisipasi anda dalam menandatangani petisi mengenai masalah ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di link : Bornean orangutans need our help, pls sign the petition (orang utan Kalimantan membutuhkan uluran tangan kita, sangat diharapkan dukungan anda)
Before slaughtered, orangutan hugged her child  (Sebelum dibantai, orangutan memeluk erat anaknya).
Pada artikel kami tentang Harimau Sumatera anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan lain yang membabat hutan tempat di mana hewan langka hidup, mereka tutup mata dan telinga dan tidak mau tahu bahwa banyak makhluk hidup di dalamnya. Sangat tidak mempunyai hati.

 

Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra
Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra

Harimau Sumatera hampir punah!

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari lima subspesies harimau (Panthera tigris) di dunia yang masih bertahan. Termasuk harimau Sumatera terancam punah yang juga satu-satunya sub-spesies harimau yang masih dimiliki Indonesia setelah dua bersaudara, harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah.

Hewan ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Populasi dari mereka yang hidup di alam liar diperkirakan 400-500. Keberadaan harimau Sumatera semakin berkurang dan dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Setidaknya ada 250 harimau Sumatera yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

Dampak dari kerusakan hutan oleh APP tidak hanya menghancurkan lingkungan, tetapi juga mengancamkeberadaan Harimau. Pengrusakan hutan Sumatera oleh APP untuk memasok industri bubur kayu dan kertas yang digunakan untuk produk kemasan Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

 

Harimau Sumatra di kebun binatang German  Augsburg
Photographer : Werner Gut (http://www.wernergut.de/)

 

Kucing langka ini bisa hidup di mana saja, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan dan tinggal di banyak tempat yang tidak dilindungi. Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil, memiliki warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitam dari mereka berukuran lebar dan rapat.

 

Panthera Tigris Sumatrae , Kebun binatang German di  Frankfurt 
Pembuat : From de.wikipedia, originally uploaded by en: User: Wilfred
Photographer / Source: Petra Karstedt

 

Ukurannya yang kecil membuatnya lebih mudah untuk bergerak melalui hutan. Ada selaput di antara jari-jari yang membuat mereka mampu berenang cepat. Harimau dikenal  pandai menyudutkan mangsanyauntuk masuk ke dalam air, terutama jika hewan mangsanya adalah perenang lambat. Mereka sabar mengintai mangsanya sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka makan apa saja yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas, ikan, dan orangutan. Mereka juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika berburu mangsa.

Harimau sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari bagian kepala ke ekor dengan berat 300 pound. sedangkan betinanya rata-rata 78 inci panjang dan beratnya 200 pon. Garis-garis harimau sumatera lebih tipis dari subspesies harimau lainnya. Subspesies ini juga memiliki lebih bnyak bulu jenggot dan surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantannya.

Harimau Sumatera dapat hidup sampai 10-15 tahun. betina biasanya mulai berkembang biak pada umur 3-4 tahun. Masa kehamilan berlangsung antara 95-110 hari. Betina bisa melahirkan sampai enam bayi, tapi umumnya 2-3 dan bulu mereka berubah warna menjadi hijau tua saat melahirkan.Bayi-bayi ini akan tinggal bersama ibu mereka sampai usia 18-24 bulan, sampai mereka bisa mandiri di alam.

Makanan harimau sumatera makanan tergantung di mana mereka tinggal dan bagaimana berlimpah mangsanya. Harimau Sumatera umumnya menyendiri kecuali selama musim kawin dan dengan betinanya serta anak-anak mereka.

 

 

Ancaman utama bagi harimau sumatera adalah pengrusakan habitat dan perburuan. Deforestasi terus berlanjut bahkan di taman nasional yang seharusnya melindungi mereka. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 sampai tahun 2000.

Dalam upaya untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia (Taman Safari Indonesia) ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai harimau sumatera Breeding Center, “stud book keeper” dan tempat penyimpanan sperma (Genome Bank Penyelamatan) untuk harimau Sumatera . Seorang ahli dari Breeding Specialist Group Konservasi (CBSG), Kathy Traylor-Holzer mengatakan bahwa kemurnian genetik harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tertinggi adalah di lembaga konservasi Taman Safari Indonesia yang terletak di Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan pada “Global Species Management System” (RUPS) untuk harimau Sumatera, yang digelar di Royal Safari Garden Hotel.

Para ahli dari Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) mengatakan bahwa dari kurang lebih 100 kebun binatang di Jepang hanya empat kebun binatang yang memiliki harimau sumatera dan juga jumlahnya hanya tinggal tujuh ekor.

Sementara di kawasan Eropa terdapat 104 harimau Sumatera, di Amerika Utara ada 69 ekor, Australia 51 ekor dan di kebun binatang Indonesia ada 96 ekor. Menurut Kathy Traylor-Holzer, harimau sumatera di Taman Safari Indonesia memiliki kemurnian genetik tertinggi yang mencapai 93,3 persen.

 

Harimau Sumatran di Kebun binatang Melbourne 
Pembuat : Merbabu
GNU Free Documentation License

 

Di luar Indonesia, dia mengatakan bahwa kemurnian genetik tertinggi harimau Sumatera dimiliki oleh wilayah Amerika Utara yaitu sebesar 89,8 persen, kemudian Eropa dengan 86,9 persen, 86,2 persen dan Australia Jepang dengan 77,8 persen. Dia juga mengatakan bahwa kemurnian genetik diperlukan untuk melindungi keberadaan harimau sumatera di kebun binatang.

Drs. Manansang Jansen, MSc, Presiden SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara) juga mengatakan bahwa kemurnian genetik dari harimau Sumatera yang diraih oleh Taman Safari Indonesia adalah mungkin, karena mereka mengelola populasi harimau sumatera dengan ketat.

Taman Safari Indonesia akan senang untuk membantu pemurnian genetik Sumatera harimau di kebun binatang di seluruh dunia, tetapi harimau yang akan dikirim harus memenuhi izin yang diatur oleh hukum Indonesia. Selain itu, harimau Sumatera yang akan dikirim harus dari penangkaran, bukan yang berasal dari satwa liar.

 

Harimau Sumatera  di Taman Safari Indonesia
Public domain

 

 

 

Pulau Sumatera dan  beberapa lokasi harimau Sumatera



Teks berikut ini diterjemahkan dari sumber di Indonesian:

http://www.greenpeace.or.id/, the text was published on 26 Juli, 2011


Harimau itu diusir dari rumah mereka

Pada awal Juli, tahun lalu, ada berita sedih. Harimau sumatera “Raja hutan” meninggal dengan cara yang tragis. Kejadian ini didokumentasikan oleh Greenpeace ketika harimau itu berusaha untuk diselamatkan oleh tim Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau-Sumatera. Harimau mati di wilayahnya sendiri, yang kemudian tempat itu berubah menjadi perkebunan akasia yang dimiliki oleh APP, Pulp dan perusahaan kertas raksasa yang terus merusak hutan Indonesia.

Berikut ini video yang sedih yang menunjukkan harga yang harus dibayar oleh satwa liar untuk rumah mereka yang hilang.

Harimau Sumatera ditemukan sudah terjebak selama 7 hari. Petugas kehutanan tiba untuk memberinya obat penenang, mencoba untuk menyelamatkan dan mengevakuasinya, tetapi harimau tersebut tidak bisa diselamatkan…

Dampak hutan perusakan oleh APP tidak hanya penghancuran, tetapi juga mengancam keseimbangan iklim harimau Sumatera dan tentu saja binatang lainnya. Perusakan hutan oleh APP adalah untuk memasok pulp dan kertas untuk beberapa industri yang membutuhkannya untuk  produk kemasan antara lain : Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

Bukti video kami ini semakin jelas bahwa APP tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan menghancurkannya, bukti juga semakin jelas bahwa berbagai “label berkelanjutan” yang diusung oleh APP sangat harus dipertanyakan, kredibilitas organisasi sertifikasi hutan seperti Program untuk Persetujuan Sertifikasi Hutan (PEFC) juga dipertanyakan. PEFC menyatakan ‘berkelanjutan’ untuk produk kertas di seluruh dunia, tetapi oleh banyak pihak berulang kali dikritik karena ada hubungan antara mereka dengan APP. Sangat mengherankan, produk yang mengandung kayu hutan alam yang diambil dari habitat harimau mati dapat disertifikasi oleh PEFC.

PT Arara Abadi – tigertrapped
Location of tiger habitat clearing by APP. located within the concession13 km, Sumatra, tiger caught in animal traps. © Melvinas Priananda / Greenpeace

Bulan lalu Greenpeace menggunakan tes forensik untuk mengungkapkan pembuatan mainan seperti Barbie dan Transformer yang diproduksi oleh Hasbro, Mattel dan Disney yang menggunakan kemasan dari deforestasi di Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan investigasi lapangan, panduan pemetaan data, yang mengungkapkan bukti terbaru dari penghancuran hutan alam dan gambut di Pulau Sumatera oleh APP.

Tulis dan kirimlah surat kepada Mattel untuk menghentikan perusakan hutan di Indonesia!

Berikan pendidikan kepada generasi mendatang untuk tidak menghancurkan masa depan hutan Indonesia.
Kampanye Greenpeace untuk melindungi hutan di Indonesia, termasuk habitat harimau yang terancam punah.


Kami harap Anda untuk berpartisipasi menandatangani petisi Greenpeace di halaman ini: www.greenpeace.org/canada/tigers/
untuk membantu menyelamatkan Harimau Sumatera!

Batu ajaib dari tanah Minang, Padang, Sumatra Barat.

Batu ajaib, terletak di kawasan Batu Sangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat telah terkenal karena keunikannya. Batu ajaib disebut Batu Angke oleh penduduk daerah itu. Batu ini istimewa karena beratnya yang berubah-ubah.

Untuk menuju tempat wisata Batu Angke batu yang terletak di Kecamatan Batu Sangkar dibutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Padang. Rupanya batu ajaib itu sudah mulai dikunjungi wisatawan sejak 100 tahun yang lalu. Selama waktu itu sudah tujuh generasi menjaga warisan yang unik tersebut.

Batu Angke bisa begitu berat atau bisa sangat ringan seperti kapas, sesuai keyakinan orang yang mengangkatnya. Dikatakan bahwa pada batu itu ada kekuatan magis. Dalam bahasa Minang, Angke-Angke berarti “Angkat”, jadi Batu Angke berarti batu yang diangkat.

Membaca doa adalah aturan sebelum mengangkat batu. Banyak dari pengunjung kelelahan karena batu ini beratnya bisa mencapai ratusan kg di tangan mereka. Dalam rangka untuk mengangkat batu itu tidak dikenakan biaya, hanya untuk membeli suvenir dikenakan harga hanya Rp. 10.000,-

 

Batu Ajaib

 

Tidak semua orang bisa mengangkatnya, bahkan pria sekalipun.

 

Wanita yang menjaga lokasi Batu Ajaib dengan mudah dapat mengangkatnya.

Legenda Batu Gantung, legenda kota Parapat di Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba, tinggalah sepasang suami istri dengan seorang putri cantik bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga seorang gadis yang rajin karena dia selalu membantu orang tuanya pada saat mereka bekerja di ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu hari Seruni harus bekerja di ladang sendirian karena orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani anjingnya yang bernama Toki. Sesampainya di ladang, Seruni hanya duduk termenung sambil menatap keindahan alam Danau Toba, sementara Toki duduk di sampingnya, menatap wajah majikannya yang tampak murung. Sekali-sekali Toki menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni jika ada sesuatu yang mencurigakan disekitarnya.

Sebenarnya sudah beberapa hari Seruni tampak sedih, dikarenakan ayahnya akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang adalah sepupunya sendiri, padahal Seruni sudah menjalin hubungan dengan seorang pria muda di desanya dan telah berjanji untuk menikahinya. Situasi ini membuatnya bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan mulai putus asa. Di satu pihak dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya, tapi di sisi lain dia tidak mampu untuk berpisah dengan kekasihnya.

Setelah berpikir sejenak dan tidak bisa memutuskan apa-apa, Seruni bangkit dari tempat duduknya dan dengan air mata mengalir dia berjalan pelan menuju ke Danau Toba. Sepertinya dia ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke danau. Sementara Toki yang juga mengikutinya ke danau hanya bisa menggonggong karena tidak tidak tahu apa yang akan Seruni lakukan.

Saat berjalan menuju ke tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terjatuh ke dasar lubang batu besar yang sangat gelap. Seruni ketakutan dan berteriak minta tolong pada anjing kesayangannya, tetapi Toki hanya seekor anjing, dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menggonggong di sekitar mulut lubang. Akhirnya dia menjadi putus asa dan berkata pada dirinya sendiri, “Ah, aku lebih suka mati.”.
Setelah mengatakan itu, entah mengapa dinding lubang mulai menutup. “Parapat …! Batu Parapat!”, Seruni berteriak untuk membuat dinding batu lebih merapat dan meremas tubuhnya. (Parapat dalam bahasa mereka adalah bergerak lebih dekat).

Melihat kejadian tersebut, Toki berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah ia segera berlari ke orang tua Seruni yang sudah di rumah. Menggonggong, menggaruk tanah dan mondar-mandir di sekitar tuannya, Toki mencoba untuk memberitahu mereka bahwa Seruni berada dalam bahaya.

Menyadari apa yang diisyaratkan Toki, mereka segera pergi ke ladang. Keduanya berlari mengikuti Toki ke tepi lubang di mana putri mereka jatuh. Ketika ayah Seruni mendengar jeritan puterinya dari lubang, ibunya segera membuat obor karena hari telah malam dan gelap sedangkan sang ayah berlari kembali ke desa untuk meminta bantuan dari para tetangga.
Ketika para penolong tiba, dengan air mata berlinang ibu Seruni berkata kepada suaminya, “Lubang itu terlalu dalam dan gelap. Aku hanya mendengar suara samar putri kita yang mengatakan:. Parapat, Parapat batu …”

Beberapa kali mereka berteriak memanggil Seruni, namun tidak ada jawaban. Hanya suara Seruni itu yang samar memerintahkan batu di sekelilingnya untuk bergerak lebih dekat. Warga yang berada di sana mencoba untuk membantu dengan mengulurkan tali ke dasar lubang tetapi sama sekali tidak disentuh atau dipegang olehnya. Merasa khawatir, sang ayah memutuskan untuk masuk ke dalam lubang, tapi istrinya melarang, karena lubang itu sangat dalam dan berbahaya.

Tiba-tiba ada suara gemuruh dan guncangan kuat, membuat lubang akhirnya perlahan tertutup. Seruni yang terjebak di dalam lubang tidak bisa diselamatkan.

Beberapa saat setelah guncangan berhenti, di atas lubang yang telah tertutup ada sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang tampak menggantung di dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian tersebut percaya bahwa batu itu manifestasi dari Seruni dan kemudian menamai batu tersebut dengan sebutan Batu Gantung.

Karena kata-kata terakhir dari Seruni yang didengar oleh warga hanya “Parapat, Parapat, dan Parapat”, maka daerah sekitar Batu Gantung dinamai Parapat. Parapat kini telah berubah menjadi kota tujuan wisata di Provinsi Sumatera Utara.

 

Batu Gantung ,Parapat, Sumatera Utara

 

Parapat
Pemandangan kota Parapat dari arah Danau Toba
Pembuat : Bessel Dekker, Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Pelabuhan Parapat, danau Toba, Sumatra Utara
Pembuat : Nomo Michael Hoefner
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 



Legenda Danau Toba yang berasal dari Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, ada sebuah danau yang sangat besar dimana di tengah danau terdapat sebuah pulau vulkanik. Danau itu dinamai “Danau Toba”, sedangkan pulau yang berada di tengah-tengahnya dinamai Pulau Samosir. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara.

Pada zaman dahulu di sebuah desa di Sumatera Utara, hiduplah seorang petani bernama Toba. Dia tinggal sendirian di lembah subur dan bekerja di pertanian untuk hidupnya. Selain bekerja di ladangnya, kadang-kadang dia pergi memancing di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Mudah baginya untuk mendapatkan ikan, karena dalam sungai yang bersih ada banyak ikan untuk dimasak menjadi beberapa jenis makanan.

Suatu malam, setelah kembali dari bekerja, ia pergi ke sungai untuk memancing. Sampai beberapa saat dia tidak mendapatkan ikan apapun. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Biasanya ikan di sungai itu mudah untuk didapatkannya. Karena terlalu lama menunggu, ia menjadi marah dan memutuskan untuk berhenti memancing, tetapi ketika ia ingin menarik tali pancingnya, tiba-tiba ada ikan menarik pancingnya ke tengah sungai. Hatinya senang, karena ia tahu bahwa ikan yang menyambar umpannya adalah ikan besar. Ikan tersebut dengan cepat ditariknya ke darat, agar tidak lepas kembali. Pada saat dia dilepaskan dari kailnya, ikan itu menatapnya dengan penuh arti. Kemudian setelah ikan ditempatkan dalam satu tempat, ia masuk ke sungai untuk mandi. Ia merasa sangat senang karena dia tidak pernah mendapatkan ikan besar. Ketika ia meninggalkan sungai, hari sudah mulai malam.

Ketika ia sampai di rumah, ia langsung membawa ikan besar itu ke dapur dan pada saat ia ingin menyalakan api untuk memanggang ikan, kayu bakar di dapur telah habis. Dia segera pergi untuk mendapatkan kayu bakar dari tempat di bawah rumahnya, kemudian dia naik kembali ke dalam rumah dan langsung pergi ke dapur. Setelah sampai di  dapur dia terkejut karena ikan besar itu sudah tidak ada lagi, tetapi di mana ikan itu ditempatkan ada beberapa keping emas. Dengan terkejut dan heran dia meninggalkan dapur dan masuk ke kamar.

Ketika Toba membuka pintu dia lebih terkejut, karena di kamarnya berdiri seorang wanita dengan rambut panjang yang sedang menyisir rambutnya sambil berdiri menghadap cermin yang tergantung di dinding. Sesaat kemudian wanita itu tiba-tiba berbalik dan menatap pria yang kebingungan tersebut. Toba begitu terpesona karena ia melihat seorang wanita cantik di depannya. Dia belum pernah melihat seorang wanita cantik seperti itu, bahkan setelah ia berkelana ke berbagai negara.

Karena sudah larut malam, wanita itu memintanya untuk menyalakan lampu. Setelah dia menyalakan lampu Toba diundang untuk menemaninya di dapur karena ia ingin memasak nasi untuk mereka. Sementara menunggu nasi, dia mengatakan kepadanya bahwa dia adalah manifestasi dari ikan besar. Dia juga menjelaskan bahwa beberapa keping emas yang terletak di dapur adalah manifestasi dari sisik ikan. Setelah beberapa minggu kemudian dia bersedia menerima permintaan Toba untuk menikahinya, tapi dengan satu syarat bahwa ia harus bersumpah bahwa ia tidak akan mengatakan kepada siapapun tentang  asal usul istrinya selama dia hidup. Setelah bersumpah, merekapun menikah.

Setahun kemudian, mereka dikaruniai seorang putra yang mereka beri nama Samosir. Dia sangat dimanjakan oleh ibunya sehingga menjadikannya anak yang malas dan pemarah. Setelah tumbuh dewasa, ibunya meminta dia untuk mengirimkan nasi untuk ayahnya yang sehari-hari bekerja di ladang. Namun seringkali ia menolak itu.

Suatu hari, anak itu diperintahkan oleh ibunya lagi untuk mengirimkan nasi untuk ayahnya. Pada awalnya ia menolak, namun setelah dipaksa oleh ibunya ia pergi dengan jengkel. Di tengah jalan, sebagian besar nasi dan lauknya dia makan. Sesampainya di ladang, makanan yang diberikan kepada ayahnya hanyalah sisanya yaitu sedikit beras.

Saat menerimanya, ayahnya yang saat itu merasa sangat lapar karena makanan terlambat sampai menjadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa. Ayahnya bahkan lebih marah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang makan sebagian besar beras dan sang ayah benar-benar kehilang kesabarannya, dia memukul anaknya dan berkata:. “Brengsek, tidak tahu berterima kasih, benar-benar kamu adalah anak dari perempuan yang berasal dari ikan! ”

Anak itu menangis dan berlari pulang menemui ibunya di rumah. Dia menceritakan kepada ibunya bahwa ia dipukuli oleh ayahnya. Dia mengatakan semua kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya. Mendengar cerita anaknya ibunya sangat sedih, terutama karena suaminya telah melanggar sumpahnya. Kemudian dia mengatakan kepada anaknya untuk segera naik ke bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon tertinggi terletak di atas bukit. Tanpa bertanya lagi, anak itu menuruti perintah ibunya. Dia berlari menuju ke atas bukit.

Setelah ibunya melihat anaknya hampir ke puncak pohon, ia berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh dari rumah. Ketika dia tiba di tepi sungai, petir menyambar bersama dengan suara menggelegar. Dia melompat ke sungai dan tiba-tiba berubah menjadi ikan besar. Pada saat yang sama, air  sungai meluap dan meyebabkan banjir, hujan turun dengan deras. Beberapa waktu kemudian lembah dan daerah itu tenggelam. Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, ia tenggelam oleh luapan air. Air yang menggenang menjadi lebih luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar dan kemudian tempat itu dinamakan oleh orang-orang dengan nama: “Danau Toba”

 

Danau Toba di bagian utara Pulau Sumatera Indonesia

Author : Chmouel, for Wikipedia doc.
Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

Pemandangan danau Toba dengan pulau Samosir ditengahnya

Lisensi Dokumentasi Bebas GNU from Wikipedia
Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0.

 

Pemandangan danau Toba

 

Lokasi Danau Toba