Category Archives: Jawa

Prambanan, Candi megah lainnya yang ada di Indonesia

Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya yang tidak jauh dari Candi Borobudur seakan memperlihatkan tentang keselarasan antara umat Buddha dan Hindu di Jawa, bukan hanya di masa lalu tetapi juga pada saat ini. Secara administratif, candi ini terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman yang indah.

 

Tiga candi  terbesar didedikasikan untuk Shiva, di sebelah kiri Brahma dan Vishnu di sebelah kanan. Pada bagian depan kuil-kuil ada vahana (kendaraan para Dewa)
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

 

Candi yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Roro Jonggrang, memiliki legenda. Dulu ada seorang pemuda yang kuat dan magis yang ingin menikahi seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Raja yang juga ayah dari sang putri pun memaksanya untuk menikahi “Bandung Bondowoso”. Dia adalah pangeran dari kerajaan tetangga. Roro Jonggrang tidak mencintainya tapi tidak mampu menolaknya. Setelah pertimbangan yang panjang, akhirnya dia memberi satu syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi dan berjanji untuk menikah dengannya jika persyaratannya bisa diselesaikan sebelum fajar.

Roro Jonggrang meminta bahwa pekerjaan harus selesai sebelum ayam berkokok yang ia pikir itu tidak mungkin. Tapi dengan kekuatan magis, Bandung Bondowoso hampir bisa menyelesaikan 999 candi dengan bantuan jin dan kekuatannya.

Roro Jonggrang meminta para perempuan di desa untuk mulai memukul padi, dengan tujuan membuat ayam terbangun dan mulai berkokok. Bondowoso sangat kecewa dengan perilaku sang puteri, kemudian merubahnya menjadi batu yang sekarang dikenal sebagai Candi Prambanan, sedangkan candi di dekatnya disebut Candi Sewu atau seribu candi.

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9, yang didedikasikan untuk Dewa Shiva (perusak), dan dua di setiap sisi  didedikasikan untuk Dewa Brahma (pencipta) dan Dewa Wisnu (penjaga). Candi tertinggi adalah 47 meter, 5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur dan juga di antara candi-candi lain di sekitarnya. Berdirinya candi ini telah menunjukkan kejayaan Hindu di pulau Jawa.

 

Patung Mahadewa Shiva di Candi Lara Jonggrang, yang ada di komplek candi Prambanan 
Pembuat : Dr. W.G.N. (Wicher Gosen Nicolaas) van der Sleen (Fotograaf/photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dengan 4 wajah Dewa Pencipta, Brahma yang terletak di garbhagriha (ruang utama)  kuil Brahma, Trimurti Prambanan  Yogyakarta, Indonesia.
Author : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dari Dewa Vishnu (Dewa pemelihara) di ruang utama kuil Vishnu, Trimurti Prambanan, Yogyakarta, Indonesia.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan juga memiliki relief candi yang berisi kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keselarasan lingkungan. Di Prambanan relief pohon Kalpataru digambarkan mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad kesembilan memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

 

Relief di dinding candi Prambanan, singa diapit oleh dua pohon Kalpataru yang juga masing-masing diapit oleh sepasang kinnaras  atau binatang.
GNU Free Documentation License
Wikipedia

 

Ravana menculik Sita dengan mengendarai  raksasa bersayap, sementara burung  Jatayu di sebelah kiri berusaha untuk menolongnya. 9 abad Prambanan pahatan-reliefs di candi didedikasikan untuk Shiva pada komplek candi Prambanan atau komplek candi Lara Jonggrang 
Pembuat : H. Bongers (Fotograaf / photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan ditemukan kembali oleh seorang warga negara Belanda bernama CA Lons pada tahun 1733 setelah seratus tahun diabaikan. Candi ini telah direnovasi dan sekarang dikenal sebagai candi Hindu paling indah di Indonesia.

 

Coolies  dengan kursi tandu di depan  reruntuhan candi Prambanan.
Pembuat : William Henry Jackson
Public domain – Wikipedia

 

Rekonstruksi candi candi di komplek candi Prambanan, dikarenakan gempa yang terjadi pada bulan May 2006
Pembuat : Nomo michael hoefner
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Keindahan dan kompleksitas arsitektur Prambanan sebagai bangunan yang sangat indah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

 

Ramayana – Pertunjukan Seni di Candi Prambanan

Sendratari Ramayana adalah sebuah drama tari yang menceritakan kisah Ramayana, khususnya tentang Rama yang merupakan raja Hindu legendaris dan juga dapat dikatakan sebagai inkarnasi Dewa. Drama ini bercerita tentang Rama yang gagah berani. Pertunjukan ini diselenggarakan di halaman kawasan Candi Prambanan dalam bentuk tarian. Sendratari drama Ramayana di Prambanan biasanya diadakan pada priode bulan purnama untuk dinikmati oleh pengunjung pada berbagai tanggal dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Para penari menunjukkan keterampilan menari mereka kepada para penonton dalam pakaian tradisional yang indah.

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan berbeda dengan cerita aslinya dari India. Di Indonesia mencerminkan hasil adaptasi dengan budaya Jawa selama bertahun-tahun dan itu adalah salah satu pertunjukan tari terbaik di Indonesia.
Dalam acara ini tidak hanya musik dan tari secara hati-hati dipersiapkan, pencahayaan juga telah disiapkan secara rinci. Hal ini memberikan nilai lebih, karena cahaya tidak hanya cahaya obor, tapi banyak cahaya dari lampu yang dirancang untuk menggambarkan peristiwa dan suasana hati karakter.

Pemandangan malam hari panggung terbuka Trimurti Prambanan nightview 
Pembuat : Archiprez mosis
licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Tari Jawa yang mempertunjukkan sendratari Ramayana. Dalam adegan ini  Shinta (isteri Rama ,kedua dari kiri)  sebagai tahanan Raja Ravana di Istana Alengka, dia dikelilingi oleh para dayang dan pembantu istana.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

Sendratari Ramayana Prambanan memenangkan penghargaan internasional “PATA Gold Award 2012” mengalahkan 180 kontestan dari 79 negara dalam kategori “Warisan dan Budaya”, yang diperoleh pada konferensi tahunan Pacific Asia Travel Association (PATA) pada tahun 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 21 April 2012.

 


Lihat Peta Lebih Besar

Candi Borobudur yang menakjubkan di Yogyakarta (Jawa Tengah, Indonesia)

Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 824 SM atau abad ke-9 oleh Buddha Wahayana.

 

Pemandangan candi Borobudur dari dataran tinggi sebelah Barat laut  Jawa Tengah .
Pembuat : Gunawan Kartapranata for Wikipedia
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang ingin mengunjungi bangunan ini yang termasuk dalam Heritages Wonder World. Selain menjadi daya tarik wisata, juga merupakan pusat ibadah bagi umat Buddha di Indonesia, terutama dalam setiap perayaan Waisak / Waisak. Hal ini sesuai dengan namanya yang berarti “biara di perbukitan”.

 

Para pendeta Buddha beribadah di Borobudur.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Reviewer : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Pendiri Candi Borobudur adalah Raja Samaratungga, yang berasal dari dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini selesai sekitar tahun 900 Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut cerita turun-temurun bernama Gunadharma.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan, kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup dengan tanah vulkanik, pohon dan semak-semak selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814, ketika Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa pada masa kolonial mendengar tentang penemuan benda purbakala besar di desa Magelang Bumisegoro dan karena ia sangat tertarik dengan sejarah Jawa, Raffles segera memerintahkan HC Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang merupakan bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena bangunan sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambarnya. Karena penemuan itu, Raffles dihormati sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Pada tahun 1963, diputuskan secara resmi bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini benar-benar dimulai pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses restorasi baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, atau World Heritage oleh UNESCO. Sir Thomas Stamford Raffles memberi nama candi ini dengan nama “Borobudur”,  berdasarkan kisah nyata dengan semua bukti yang ditulis didokumentasikan olehnya

 

Batu untuk mengingatkan kembali saat pemugaran candi Borobudur (dengan bantuan dari Unesco)
Pembuat : Masgatotkaca, transfered to Commons by Kenrick95.
GNU Free Documentation License

 

Foto pertama yang diambil dari candi Borobudur (1873) setelah monumen itu dibersihkan dari tanaman yang menutupinya. Tampak bendera Belanda pada Stupa utama candi.
Pembuat : en: Isidore van Kinsbergen
Public domain

 

Teras tertinggi terlihat setelah pemugaran. Stupa utama mempunyai menara dengan 3 chattra (berbentuk payung) .
Sumber : Tropenmuseum for Wikipedia
licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Selain itu, ada beberapa orang secara ilmu etimologi mengatakan bahwa kata Borobudur berasal dari kata “Budha. Penjelasan lain adalah : nama itu berasal dari dua kata “Buddha bara” dan “beduhur”. Kata bara diartikan kuil, dan makna beduhur adalah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi Borobudur berarti biara di dataran yang lebih tinggi.

Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah memiliki 10 tingkat yang terdiri dari enam tingkat persegi, 3 tingkat berbentuk melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Pada setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Secara keseluruhan terdapat 72 stupa selain stupa utama. Dalam setiap stupa terdapat patung Buddha di dalamnya. Sepuluh tingkat Candi Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva (Filsafat Buddha) yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana (surga). Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat atas.

Di sisi keempat candi ada sebuah gerbang dan tangga menuju ke tingkat atas seperti piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Kemdian langkah berikutnya adalah batu menjadi pasir, tanaman, serangga, hewan liar, hewan peliharaan dan terlahir kembali menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Semua tentang hal-hal tersebut digambarkan dalam relief dan patung-patung di seluruh dinding Candi Borobudur. Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda yang dibaca searah jarum jam. Relief menggambarkan cerita dan membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur candi sebagai Gerbang utama.

 

Relief (gambar timbul) dari Siddharta Gautama pada dinding candi.
Pembuat : Gunkarta for Wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Gambaran dinding (reliefs) di candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Pengulas : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Bangunan raksasa ini adalah bentuk tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya terhubung berdasarkan pola dan ditumpuk. Batu-batu yang digunakan sekitar 55 000 meter kubik. Semua batu diambil dari sungai di sekitar Borobudur. Batu-batu ini lalu dipotong, disambung, diangkut dan dibentuk  pola seperti lego.

Candi Borobudur merupakan salah satu bukti kebesaran dan kecerdasan manusia yang ada di Indonesia. Candi Borobudur menjadi obyek wisata budaya, selain Bali dan beberapa tempat lain di Indonesia.

 

Pemandangan Candi Borobudur
Pembuat : Mushin for Wikipedia
GNU Free Documentation License.

 

Patung Buddha di Borobudur (Java, Indonesia)
Picture taken by Jan-Pieter Nap
GNU Free Documentation License

 

Patung Buddha di dalam Stupa candi Borobudur
Patung Buddha yang bermeditasi memperlihatkan bentuk dari  dharmachakra mudra  (isyarat tangan) di dalam stupa berbentuk lonceng yang berlubang-lubang.
Pembuat : Gunkarta Gunawan Kartapranata
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Large Map of Lihat Peta Lebih Besar

Sungguh video yang menakjubkan !

Situs megalitik gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat

Situs arkeologi di Kabupaten Gunung Padang (Gunung Padang) Kabupaten Cianjur tidak semua orang tahu, bahkan, situs-situs megalitik dengan luas 3 ha diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan jika kita tidak tahu itu. Kabupaten Cianjur ingin membuat situs ini sebagai tujuan wisata unggulan serta pendidikan.

Untuk mencapai lokasi ini, jip atau kendaraan sejenis dan sepeda motor saja yang dapat mencapai  ke lokasi situs tersebut. Gunung situs Padang terletak di atas bukit, untuk mencapainya, kita harus memanjat tangga curam sepanjang 95 meter yang terbuat dari batu andesit pilar yang diletakkan hampir 400 anak tangga.

Pemandangan dari bukit dan seluruh bangunan situs megalitik sangat menakjubkan. Di pelataran situs megalitik ini, para pengunjung mendengarkan penjelasan dari pemandu mengenai situs ini dari berbagai pendekatan ilmiah, juga melihat ribuan batu andesit yang membentuk pilar-pilar, empat atau lima-sisi tertata sedemikian rupa untuk berbagai fungsi.

Semua bangunan megalitik di seluruh dunia dibangun pada zaman prasejarah (seperti : Piramida Mesir dan  Stonehenge di Inggris).

Situs ini diperkirakan sebagai pemakaman kuno. Keberadaan situs ini kemudian dilaporkan kembali ke penilik budaya pemerintah daerah oleh penduduk setempat. Sejak itu situs tersebut diteliti secara mendalam dan masih menyisakan berbagai kontroversi arkeologi. Arkeolog setuju bahwa situs tersebut bukan merupakan pemakaman seperti yang dinyatakan oleh Krom (1914), disebutkan bahwa situs itu diperkirakan sebagai makam kuno, namun juga sebagai tempat ibadah.

Gunung Padang adalah situs terletak di daerah geologis yang memiliki kemungkinan gempa yang cukup aktif, tidak jauh dari bagian Cimandiri, yang membentang dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang (kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat). Jika ada aktivasi dari kekuatan geologi di sekitar Teluk Pelabuhan Ratu, bagian Selatan Jawa Barat, maka sering menjadi mediator gempa yang mengejutkan.

Beberapa menhir roboh dan rusak di daerah situs dan diperkirakan  dapat mengakibatkan gempa. Sehubungan dengan tempat beribadah, situs ini dapat dibangun untuk keperluan tersebut, dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari gempa bumi atau sumber gunung berapi yang tidak jauh dari Gunung Padang. Gunung Gede menempati posisi geomantik sangat kuat untuk situs Gunung Padang. Situs Gunung Padang  dibangun untuk berorientasi sepenuhnya ke Gunung Gede.

 

Pemandangan Situs Gunug Padang
Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
Free Software Foundation

 

Situs  Gunung Padang
Pembuat : Mohammad Fadli
licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Situs Megalitikum Gunung Padang

 

Lokasi pada Peta



Keindahan Telaga Warna di pulau Jawa

Danau atau Telaga Warna tidak hanya ada satu, terdapat lebih di tempat yang berbeda di Indonesia, saya akan bercerita tentang 2 dari antaranya yang ada di pulau Jawa. Danau yang disebut Danau Warna (Telaga Warna), berlokasi di Puncak, Jawa Barat dan di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah.

Telaga Warna di Jawa Barat  

Dahulu kala ada sebuah kerajaan di Jawa Barat yang diperintah oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup dalam kemakmuran.

Sayangnya Raja dan Ratu tidak dikaruniai keturunan. Bertahun-tahun mereka menunggu seorang anak. Suatu hari Raja memutuskan untuk pergi ke hutan dan berdoa. Ia memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memberinya keturunan.
Seluruh kerajaan bersukacita ketika doa Raja dan Ratu akhirnya terkabul. Ratu akhirnya mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan cantik.

Putri tumbuh menjadi seorang wanita muda yang cantik. Karena dia adalah satu-satunya anak dan kelahirannya telah begitu lama ditunggu, dia sangat dimanjakan oleh orang tuanya. Semua keinginannya dituruti.

Putri telah tumbuh dan segera dia akan mencapai umur tujuh belas. Rakyat dari kerajaan mengumpulkan banyak hadiah untuk putri kesayangan mereka. Raja mengumpulkan semua hadiah dari rakyat yang dimaksudkan untuk berbagi kembali kepada mereka nantinya. Dia hanya mengambil sedikit emas dan permata dan kemudian meminta toko perhiasan untuk mencairkannya dan membuatnya menjadi sebuah kalung berlian yang indah untuk putrinya.

Pada hari ulang tahun Putri, Raja memberinya kalung itu dan berkata: “Putriku, sekarang kamu telah tumbuh dewasa. Lihatlah ini, kalung cantik ini adalah hadiah dari rakyat. Mereka benar-benar mencintaimu”

Rakyat dari kerajaan datang berbondong-bondong untuk melihat putri mereka pada hari ulang tahunnya. Mereka ingin melihat kalung yang ditaburi batu permata berwarna-warni yang menghiasi leher putri kesayangan mereka.

Puteri hanya melirik kalung itu…

Raja dan Ratu berusaha membujuknya untuk mengenakan kalung itu, tetapi sang Puteri hanya menjawab :”Saya tidak mau”. “Saya tidak mau memakainya! Kalung itu jelek!” teriaknya dan kemudian berlari ke kamarnya.

Raja, Ratu dan semua orang di sana tercengang. Kalung warna-warni yang indah rusak, dan mutiara berserakan di lantai. Ratu terduduk dan mulai menangis. Perlahan-lahan semua wanita di sana mulai menangis, bahkan priapun meneteskan air mata mereka. Mereka tidak pernah berpikir bahwa sang puteri bisa melakukan hal seperti itu.

Tiba-tiba di tempat kalung itu jatuh, keluarlah mata air yang mengeluarkan air dengan derasnya sehingga membuat istana tenggelam. Bukan hanya itu, seluruh kerajaan dibanjiri dengan air dan  membentuk danau besar.

 

Puncak Pass Java – Indonesia, Gambar diambil oleh :  Hullie untuk Wikipedia
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 

Sekarang, danau itu tidak selebar seperti sebelumnya, tetapi airnya terlihat indah, berwarna-warni dikarenakan refleksi warna langit dan pohon-pohon di sekitarnya, tetapi banyak orang percaya bahwa warna yang indah dari danau itu berasal dari kalung putri di dasar danau.

 

 

Video klip ini dibuat oleh para mahasiswa dari Bogor, tidak jauh dari Danau Warna. Mereka mencoba untuk berbagi informasi perjalanan mereka pada saat melihat daya tarik alam. Meskipun tidak profesional dalam pembuatannya, tapi menarik untuk melihat aktivitas mereka di tempat itu

Dalam video tersebut mereka menunjukkan perjalanan mereka menuju ke Danau Warna, di daerah “Puncak”, dimana sepanjang kiri dan kanan jalan terhampar perkebunan teh dan pemandangan indah serta udara yang sejuk.

Mereka juga menceritakan kisah dibalik legenda danau, seperti yang saya katakan di atas. Sesampainya di sana mereka menjelajahi danau dengan menyewa perahu. Ada dua fasilitas yang disediakan untuk mengarungi danau, yaitu dengan menyewa perahu karet dan rakit. Pengunjung juga bisa berkemah di sana. Banyak terdapat berbagai jenis tanaman karena danau ini dikelilingi oleh hutan tropis pegunungan.

Tempat itu tidak jauh dari Jakarta dan dapat menggunakan sepeda motor atau mobil untuk pergi ke sana, namun mobil tidak bisa menjangkau tempat yang lebih dekat dengan danau, karena jalur jalan yang sulit dilalui oleh mobil, namun penyelenggara menyediakan tempat parkir mobil sekitar itu.

 



Danau warna Dieng di Jawa Tengah

merupakan salah satu andalan atraksi Kabupaten Wonosobo di Provinsi Jawa Tengah. Danau ini memiliki warna yang unik terkait dengan warna danau. Kadang-kadang kuning atau hijau dan berwarna-warni seperti pelangi karena memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi.

Menurut masyarakat setempat, ada sebuah kisah yang menyebabkan warna danau berwarna-warni. Dikatakan bahwa ada cincin yang dahulu pernah dimiliki oleh seorang bangsawan lokal yang memiliki kekuatan sihir dan jatuh ke dasar danau.
Berdasarkan studi ilmiah, danau ini adalah kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, ketika air danau terkena sinar matahari, maka akan membiaskan warna-warna.

Objek wisata Danau Warna sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara  karena keindahan dan udara segarnya. Untuk memasukkan obyek wisata ini pengunjung dikenakan biaya tidak lebih dari Rp.110.000,-. Pengunjung disarankan untuk menjaga omongan mereka selama berada di daerah itu, alasannya karena tempat ini dianggap sakral. Mitos dan legenda hanya kepercayaan masyarakat setempat. Anda bebas untuk percaya atau tidak.

 

Telaga Varna, Dieng-Plateau, Central Java-Indonesia
Author : Kondephy
Licensed under the Creative Commons license Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported

 

Dataran Tinggi Dieng, yang mempuyai banyak obyek wisata selain Telaga Warna.

 

Area Vulkanik dataran tinggi Dieng, tempat , tempat tinggalnya para Dewa.
Pembuat : Sumarma Hamidi (Volcanological Survey of Indonesia)
Public domain in Indonesia

 



Legenda danau “Situ Bagendit” Lake di Garut, Jawa Barat

Garut, adalah salah satu daerah di Jawa Barat yang merupakan daerah yang subur dan memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah, “Situ Bagendit” (Situ dalam bahasa Sunda berarti danau).

Saya akan menceritakan legenda yang terkenal di balik cerita tentang danau itu.

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda kaya, bernama Nyai Endit (Nyai adalah Ibu/ nyonya). Dia tinggal di sebuah desa di kota Garut, Jawa Barat. Nyai Endit memiliki kekayaan yang melimpah, tetapi dia pelit dan serakah. Dia juga sangat sombong, terutama kepada masyarakat miskin.

Pada suatu hari, Nyai Endit mengadakan selamatan untuk meningkat kekayaannya. Ketika acara berlangsung, datang seorang pengemis. Kondisi pengemis itu sangat menyedihkan. Tubuhnya sangat kurus dan pakaiannya compang-camping. Dia memohon kepada Nyai Bagendit “Tolong Nyai, beri saya makanan.” Melihat seorang pengemis tua kotor masuk ke rumahnya, Nyai Endit menjadi marah dan mengusirnya pergi. “Pengemis kotor tidak tahu malu, keluar dari rumah saya”. Nyai Endit membentaknya.

Merasa sangat sedih, pengemis itupun pergi. Keesokan harinya orang-orang dikejutkan dengan adanya tongkat yang tertanam di jalan desa. Semua orang mencoba mencabut tongkat itu, tapi tidak berhasil. Pengemis tua yang meminta makanan kepada Nyai  Endit muncul kembali. Dengan cepat ia menarik tongkat itu dan membentuk air mancur yang besar yang kemudian semakin banyak air yang keluar.

Khawatir terjadi banjir, warga langsung dievakuasi ke tempat-tempat lain. Nyai Endit yang kikir dan serakah tidak ingin meninggalkan rumahnya. Dia sangat menyayangi harta miliknya .

Akhirnya ia tenggelam bersama dengan semua harta kekayaannya, sedangkan warga lainnya selamat. Disebutkan bahwa itu adalah asal pembentukan danau yang bernama “Situ Bagendit”

 

Situ Bagendit Garut, Jawa Barat
Pembuat : Edi Wibowo for Wikipedia
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 


Lihat Peta Lebih Besar