Category Archives: Hewan Langka

Orang utan harus diselamatkan!

Orang utan adalah spesies kera menakjubkan. Orang utan hanya hidup di pulau Kalimantan dan Sumatera yang dibagi menjadi dua spesies generik, Pongo pygmaeus (Orang utan Kalimantan) dan Pongo abelii  (Orang utan Sumatera). 90% dari populasi Orangutan tinggal di Indonesia, sedangkan 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Di Sumatera, populasi terbesar ditemukan dalam Ekosistem Leuser, sedangkan di Kalimantan, Orang utan dapat ditemukan di Kalimantan Barat, Tengah dan Timur.

 

Orang Utan di kebun binatang German “Tierpark Hellabrunn” in Munich
Pembuat : Werner Gut , http://www.wernergut.de/

 

Orang Utan diBerlin Zoo, Germany.
Pembuat : David Arvidsson
Licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Orang Utan di Kutai National Park, Borneo, Indonesia.
Pembuat : Neil – WWW.NEILSRTW.BLOGSPOT.COM
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Dalam bahasa Melayu, Orang utan berarti “manusia dari hutan” yang memiliki kecerdasan sangat tinggi, dengan 97 persen dari DNA mereka yang  identik dengan manusia.

Perkiraan populasi mereka saat ini kurang dari 30.000 yang tersebar di dua wilayah distribusi (Sumatera dan Kalimantan). Menurut perkiraan, jumlah Orang utan di hutan Sumatera hanya sekitar 6500-7500 sedangkan di Kalimantan terdapat sekitar 12.000-13.000. Ini adalah pengurangan jumlah yang ada dalam 10 tahun terakhir (30% – 50% pengurangan jumlah). Orang utan menghabiskan lebih banyak waktu (sekitar 90 persen) di pepohonan di hutan hujan tropis yang merupakan habitat mereka.

Orang utan tidur di sarang yang terbuat dari ranting dan tumpukan daun di pohon. Mereka menggunakan daun lebar seperti daun pisang sebagai payung untuk melindungi diri dari hujan dan lebih bersifat menyendiri dibandingkan dengan kera lainnya. Saat menjelajah kedalaman hutan, orang utan jantan membuat suara-suara dan berteriak untuk memastikan mereka tidak terganggu oleh kehadiran orang utan lainnya. Teriakan “panggilan panjang” dapat didengar hingga 2 kilometer. Para ilmuwan mengatakan bahwa orang utan membutuhkan wilayah sekitar 150 hektar. Teriakan orang orang utan jantan dewasa benar-benar menakjubkan. Panjang durasi panggilan selama sekitar satu menit bahkan empat menit. Suara orangutan di hutan Kalimantan adalah yang paling keras dan menakutkan.

 

Perbedaan Orang utan jantan dan betina

Secara umum, orang utan jantan memiliki bantalan pada kedua pipinya (pipi yang besar) dan ukurannya dua kali lebih besar dari betina. Berat jantan bisa mencapai 90-110 kg dan 1,2 sampai 1,5 m tingginya. Orang utan jantan tidak ramah, mereka akan mempertahankan daerah yang mereka anggap sebagai tempat tinggal mereka, bahkan jika perlu akan bertarung dengan orangutan lainnya.

Rata-rata orang utan betina bisa mencapai berat badan 60 kg dan tingginya mencapai 1 sampai 1,2 m. Betina biasanya melahirkan atau menghasilkan satu keturunan dalam waktu 8 tahun. 8 sampai 9 tahun, bayi orang Utan menempel pada ibunya dan selama 2 tahun kemudian mereka akan mulai belajar keterampilan dari ibu mereka untuk bertahan hidup. Mereka akan meninggalkan ibu mereka dan pergi dengan orang utan muda lainnya pada usia 8 tahun dan pada usia 15 tahun orangutan akan hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri.

Orang utan memiliki bentangan tangan yang panjang. Pejantan dewasa dapat meregangkan lengan mereka hingga 2 meter dari ujung jari satu ke ujung jari tangan lainnya dan bahkan melebihi rata-rata tinggi badan mereka. Ketika mereka berdiri tegak, tangan mereka hampir menyentuh tanah.

Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki karakteristik fisik tubuh yang lebih besar, berwarna coklat gelap atau kemerahan, rambut jarang dan pendek dan pada bayi mereka terlihat ada bercak berwarna kemerahan atau kehijauan.
Orang utan Sumatera (Pongo abelli) fitur tubuh fisiknya terlihat lebih kecil, berwarna terang atau oranye dan lengan mereka lebih panjang dari kaki.

 

Orang utan rehabilitation centre, Bukit Lawang ,Sumatra.
Pembuat : Original uploader was Dave59 at en.wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Orang utan Kalimantan
Pembuat : Ltshears
Public Domain

 

Primata ini cerdas mencari makanan di siang hari, dengan komposisi menu sebagian besar terdiri dari buah dan daun hutan. Mereka juga makan kulit kayu, serangga, jarang makan daging dan untuk mendapatkan air, mereka melubangi batang-batang pohon yang berguna untuk menampung air hujan dan minum dengan menghirup dari pergelangan tangannya. Orang utan juga mengambil bentuk makanan mineral dari tanah tetapi dalam jumlah yang sangat kecil.

Karena orang utan tersebar di beberapa tempat dan sangat tergantung pada keberadaan pohon, mereka rentan terhadap dampak penebangan. Sayangnya penebangan hutan dan kegiatan manusia lainnya seperti berburu, apakah itu untuk diperdagangkan ataupun dijual sebagai hewan peliharaan bahkan juga untuk konsumsi makanan.
Yang lebih menyedihkan adalah ketika pemburu ingin mendapatkan bayi orang utan, maka pemburu harus membunuh ibu mereka dahulu dan jika bayi yang jatuh dari pohon selamat, mereka akan  diambil oleh para pemburu. Semua hal itulah yang menyebabkan kepunahan orang utan.

Borneo Orangutan Survival (BOS), organisasi penyelamat orang utan dari Australia, saat ini berupaya untuk memperoleh lahan bekas HPH di Kalimantan yang akan digunakan sebagai tempat untuk melepaskan kembali orang utanyang sudah direhabilitasi. Dalam rangka untuk menyelamatkan spesies ini, pelestarian habitat alami dari orang utan adalah hal yang sangat perlu dilakukan.

Dalam 20 tahun dekade ini, menurut IUCN pada tahun 1993 sekitar 80% habitat mereka telah hilang atau hancur. Dan IUCN menghitung, jika situasi ini tidak berubah atau tetap seperti ini, maka dalam 10-20 tahun Orangutan akan punah. Sehingga Uni Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN/2004) membuat kategori “terancam punah / kritis” untuk orang utan Sumatera dan “Langka / terancam punah” untuk orang utan Kalimantan.

Orang utan dapat dianggap sebagai indikator kualitas ekosistem hutan. Ketika kehidupan di puncak pohon dapat berjalan dengan baik maka akan sangat mempengaruhi ekosistem di bawahnya. Oleh karena itu penting untuk melestarikan orang utan jika kita bertekad untuk menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global, sebuah fenomena yang terkait erat dengan penghancuran sistematis hutan pada abad-abad terakhir.

 

Penghancuran Hutan, Habitat Orang Utan

Di Indonesia terdapat beberapa alasan mengapa hutan sebagai habitat alami dari orang utan dan hewan liar lainnya berkurang. Hanya disebutkan alasan hukum saat ini yaitu dari sisi populasi manusia, bahwa Penduduk Indonesia bertambah dan membutuhkan lebih banyak tanah. Beberapa industri memaksa pembukaan lahan (deforestasi)  secara drastis, sebagian besar kebutuhan dan pengambilan minyak kelapa sawit juga disebutkan. Perusahaan Nestle disalahkan oleh Greenpeace karena pembukaan lahan daerah yang luas untuk penanaman kelapa sawit dan menggunakan minyaknya untuk membuat cokelat dalam jumlah besar.

Artikel Greenpeace tentang kelapa sawit dapat Anda baca di :

http://www.greenpeace.org/ … -plan-to-halt-forest-destruction/.

Penggunaan lain kelapa sawit sebagai alternatif pembakaran fosil juga datang dari beberapa negara, seperti Jerman dan Austria.

Saat ini ada proyek pertambangan besar yang sudah direncanakan, dimana banyak hutan yang akan dihancurkan, yang tentunya akan mempengaruhi kehidupan flora dan fauna.
Kami sangat mengharapkan dan menghargai partisipasi anda dalam menandatangani petisi mengenai masalah ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di link : Bornean orangutans need our help, pls sign the petition (orang utan Kalimantan membutuhkan uluran tangan kita, sangat diharapkan dukungan anda)
Before slaughtered, orangutan hugged her child  (Sebelum dibantai, orangutan memeluk erat anaknya).
Pada artikel kami tentang Harimau Sumatera anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan lain yang membabat hutan tempat di mana hewan langka hidup, mereka tutup mata dan telinga dan tidak mau tahu bahwa banyak makhluk hidup di dalamnya. Sangat tidak mempunyai hati.

 

Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra
Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra

Harimau Sumatera hampir punah!

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari lima subspesies harimau (Panthera tigris) di dunia yang masih bertahan. Termasuk harimau Sumatera terancam punah yang juga satu-satunya sub-spesies harimau yang masih dimiliki Indonesia setelah dua bersaudara, harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah.

Hewan ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Populasi dari mereka yang hidup di alam liar diperkirakan 400-500. Keberadaan harimau Sumatera semakin berkurang dan dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Setidaknya ada 250 harimau Sumatera yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

Dampak dari kerusakan hutan oleh APP tidak hanya menghancurkan lingkungan, tetapi juga mengancamkeberadaan Harimau. Pengrusakan hutan Sumatera oleh APP untuk memasok industri bubur kayu dan kertas yang digunakan untuk produk kemasan Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

 

Harimau Sumatra di kebun binatang German  Augsburg
Photographer : Werner Gut (http://www.wernergut.de/)

 

Kucing langka ini bisa hidup di mana saja, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan dan tinggal di banyak tempat yang tidak dilindungi. Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil, memiliki warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitam dari mereka berukuran lebar dan rapat.

 

Panthera Tigris Sumatrae , Kebun binatang German di  Frankfurt 
Pembuat : From de.wikipedia, originally uploaded by en: User: Wilfred
Photographer / Source: Petra Karstedt

 

Ukurannya yang kecil membuatnya lebih mudah untuk bergerak melalui hutan. Ada selaput di antara jari-jari yang membuat mereka mampu berenang cepat. Harimau dikenal  pandai menyudutkan mangsanyauntuk masuk ke dalam air, terutama jika hewan mangsanya adalah perenang lambat. Mereka sabar mengintai mangsanya sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka makan apa saja yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas, ikan, dan orangutan. Mereka juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika berburu mangsa.

Harimau sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari bagian kepala ke ekor dengan berat 300 pound. sedangkan betinanya rata-rata 78 inci panjang dan beratnya 200 pon. Garis-garis harimau sumatera lebih tipis dari subspesies harimau lainnya. Subspesies ini juga memiliki lebih bnyak bulu jenggot dan surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantannya.

Harimau Sumatera dapat hidup sampai 10-15 tahun. betina biasanya mulai berkembang biak pada umur 3-4 tahun. Masa kehamilan berlangsung antara 95-110 hari. Betina bisa melahirkan sampai enam bayi, tapi umumnya 2-3 dan bulu mereka berubah warna menjadi hijau tua saat melahirkan.Bayi-bayi ini akan tinggal bersama ibu mereka sampai usia 18-24 bulan, sampai mereka bisa mandiri di alam.

Makanan harimau sumatera makanan tergantung di mana mereka tinggal dan bagaimana berlimpah mangsanya. Harimau Sumatera umumnya menyendiri kecuali selama musim kawin dan dengan betinanya serta anak-anak mereka.

 

 

Ancaman utama bagi harimau sumatera adalah pengrusakan habitat dan perburuan. Deforestasi terus berlanjut bahkan di taman nasional yang seharusnya melindungi mereka. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 sampai tahun 2000.

Dalam upaya untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia (Taman Safari Indonesia) ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai harimau sumatera Breeding Center, “stud book keeper” dan tempat penyimpanan sperma (Genome Bank Penyelamatan) untuk harimau Sumatera . Seorang ahli dari Breeding Specialist Group Konservasi (CBSG), Kathy Traylor-Holzer mengatakan bahwa kemurnian genetik harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tertinggi adalah di lembaga konservasi Taman Safari Indonesia yang terletak di Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan pada “Global Species Management System” (RUPS) untuk harimau Sumatera, yang digelar di Royal Safari Garden Hotel.

Para ahli dari Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) mengatakan bahwa dari kurang lebih 100 kebun binatang di Jepang hanya empat kebun binatang yang memiliki harimau sumatera dan juga jumlahnya hanya tinggal tujuh ekor.

Sementara di kawasan Eropa terdapat 104 harimau Sumatera, di Amerika Utara ada 69 ekor, Australia 51 ekor dan di kebun binatang Indonesia ada 96 ekor. Menurut Kathy Traylor-Holzer, harimau sumatera di Taman Safari Indonesia memiliki kemurnian genetik tertinggi yang mencapai 93,3 persen.

 

Harimau Sumatran di Kebun binatang Melbourne 
Pembuat : Merbabu
GNU Free Documentation License

 

Di luar Indonesia, dia mengatakan bahwa kemurnian genetik tertinggi harimau Sumatera dimiliki oleh wilayah Amerika Utara yaitu sebesar 89,8 persen, kemudian Eropa dengan 86,9 persen, 86,2 persen dan Australia Jepang dengan 77,8 persen. Dia juga mengatakan bahwa kemurnian genetik diperlukan untuk melindungi keberadaan harimau sumatera di kebun binatang.

Drs. Manansang Jansen, MSc, Presiden SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara) juga mengatakan bahwa kemurnian genetik dari harimau Sumatera yang diraih oleh Taman Safari Indonesia adalah mungkin, karena mereka mengelola populasi harimau sumatera dengan ketat.

Taman Safari Indonesia akan senang untuk membantu pemurnian genetik Sumatera harimau di kebun binatang di seluruh dunia, tetapi harimau yang akan dikirim harus memenuhi izin yang diatur oleh hukum Indonesia. Selain itu, harimau Sumatera yang akan dikirim harus dari penangkaran, bukan yang berasal dari satwa liar.

 

Harimau Sumatera  di Taman Safari Indonesia
Public domain

 

 

 

Pulau Sumatera dan  beberapa lokasi harimau Sumatera



Teks berikut ini diterjemahkan dari sumber di Indonesian:

http://www.greenpeace.or.id/, the text was published on 26 Juli, 2011


Harimau itu diusir dari rumah mereka

Pada awal Juli, tahun lalu, ada berita sedih. Harimau sumatera “Raja hutan” meninggal dengan cara yang tragis. Kejadian ini didokumentasikan oleh Greenpeace ketika harimau itu berusaha untuk diselamatkan oleh tim Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau-Sumatera. Harimau mati di wilayahnya sendiri, yang kemudian tempat itu berubah menjadi perkebunan akasia yang dimiliki oleh APP, Pulp dan perusahaan kertas raksasa yang terus merusak hutan Indonesia.

Berikut ini video yang sedih yang menunjukkan harga yang harus dibayar oleh satwa liar untuk rumah mereka yang hilang.

Harimau Sumatera ditemukan sudah terjebak selama 7 hari. Petugas kehutanan tiba untuk memberinya obat penenang, mencoba untuk menyelamatkan dan mengevakuasinya, tetapi harimau tersebut tidak bisa diselamatkan…

Dampak hutan perusakan oleh APP tidak hanya penghancuran, tetapi juga mengancam keseimbangan iklim harimau Sumatera dan tentu saja binatang lainnya. Perusakan hutan oleh APP adalah untuk memasok pulp dan kertas untuk beberapa industri yang membutuhkannya untuk  produk kemasan antara lain : Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

Bukti video kami ini semakin jelas bahwa APP tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan menghancurkannya, bukti juga semakin jelas bahwa berbagai “label berkelanjutan” yang diusung oleh APP sangat harus dipertanyakan, kredibilitas organisasi sertifikasi hutan seperti Program untuk Persetujuan Sertifikasi Hutan (PEFC) juga dipertanyakan. PEFC menyatakan ‘berkelanjutan’ untuk produk kertas di seluruh dunia, tetapi oleh banyak pihak berulang kali dikritik karena ada hubungan antara mereka dengan APP. Sangat mengherankan, produk yang mengandung kayu hutan alam yang diambil dari habitat harimau mati dapat disertifikasi oleh PEFC.

PT Arara Abadi – tigertrapped
Location of tiger habitat clearing by APP. located within the concession13 km, Sumatra, tiger caught in animal traps. © Melvinas Priananda / Greenpeace

Bulan lalu Greenpeace menggunakan tes forensik untuk mengungkapkan pembuatan mainan seperti Barbie dan Transformer yang diproduksi oleh Hasbro, Mattel dan Disney yang menggunakan kemasan dari deforestasi di Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan investigasi lapangan, panduan pemetaan data, yang mengungkapkan bukti terbaru dari penghancuran hutan alam dan gambut di Pulau Sumatera oleh APP.

Tulis dan kirimlah surat kepada Mattel untuk menghentikan perusakan hutan di Indonesia!

Berikan pendidikan kepada generasi mendatang untuk tidak menghancurkan masa depan hutan Indonesia.
Kampanye Greenpeace untuk melindungi hutan di Indonesia, termasuk habitat harimau yang terancam punah.


Kami harap Anda untuk berpartisipasi menandatangani petisi Greenpeace di halaman ini: www.greenpeace.org/canada/tigers/
untuk membantu menyelamatkan Harimau Sumatera!