Category Archives: Batu

Candi Borobudur yang menakjubkan di Yogyakarta (Jawa Tengah, Indonesia)

Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata terkenal di Indonesia yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 824 SM atau abad ke-9 oleh Buddha Wahayana.

 

Pemandangan candi Borobudur dari dataran tinggi sebelah Barat laut  Jawa Tengah .
Pembuat : Gunawan Kartapranata for Wikipedia
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang ingin mengunjungi bangunan ini yang termasuk dalam Heritages Wonder World. Selain menjadi daya tarik wisata, juga merupakan pusat ibadah bagi umat Buddha di Indonesia, terutama dalam setiap perayaan Waisak / Waisak. Hal ini sesuai dengan namanya yang berarti “biara di perbukitan”.

 

Para pendeta Buddha beribadah di Borobudur.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Reviewer : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Pendiri Candi Borobudur adalah Raja Samaratungga, yang berasal dari dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini selesai sekitar tahun 900 Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut cerita turun-temurun bernama Gunadharma.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan, kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup dengan tanah vulkanik, pohon dan semak-semak selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814, ketika Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa pada masa kolonial mendengar tentang penemuan benda purbakala besar di desa Magelang Bumisegoro dan karena ia sangat tertarik dengan sejarah Jawa, Raffles segera memerintahkan HC Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang merupakan bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena bangunan sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambarnya. Karena penemuan itu, Raffles dihormati sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Pada tahun 1963, diputuskan secara resmi bahwa pemerintah Indonesia akan melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini benar-benar dimulai pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses restorasi baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, atau World Heritage oleh UNESCO. Sir Thomas Stamford Raffles memberi nama candi ini dengan nama “Borobudur”,  berdasarkan kisah nyata dengan semua bukti yang ditulis didokumentasikan olehnya

 

Batu untuk mengingatkan kembali saat pemugaran candi Borobudur (dengan bantuan dari Unesco)
Pembuat : Masgatotkaca, transfered to Commons by Kenrick95.
GNU Free Documentation License

 

Foto pertama yang diambil dari candi Borobudur (1873) setelah monumen itu dibersihkan dari tanaman yang menutupinya. Tampak bendera Belanda pada Stupa utama candi.
Pembuat : en: Isidore van Kinsbergen
Public domain

 

Teras tertinggi terlihat setelah pemugaran. Stupa utama mempunyai menara dengan 3 chattra (berbentuk payung) .
Sumber : Tropenmuseum for Wikipedia
licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Selain itu, ada beberapa orang secara ilmu etimologi mengatakan bahwa kata Borobudur berasal dari kata “Budha. Penjelasan lain adalah : nama itu berasal dari dua kata “Buddha bara” dan “beduhur”. Kata bara diartikan kuil, dan makna beduhur adalah “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”. Jadi Borobudur berarti biara di dataran yang lebih tinggi.

Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah memiliki 10 tingkat yang terdiri dari enam tingkat persegi, 3 tingkat berbentuk melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Pada setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Secara keseluruhan terdapat 72 stupa selain stupa utama. Dalam setiap stupa terdapat patung Buddha di dalamnya. Sepuluh tingkat Candi Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva (Filsafat Buddha) yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana (surga). Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat atas.

Di sisi keempat candi ada sebuah gerbang dan tangga menuju ke tingkat atas seperti piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Kemdian langkah berikutnya adalah batu menjadi pasir, tanaman, serangga, hewan liar, hewan peliharaan dan terlahir kembali menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Semua tentang hal-hal tersebut digambarkan dalam relief dan patung-patung di seluruh dinding Candi Borobudur. Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda yang dibaca searah jarum jam. Relief menggambarkan cerita dan membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur candi sebagai Gerbang utama.

 

Relief (gambar timbul) dari Siddharta Gautama pada dinding candi.
Pembuat : Gunkarta for Wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Gambaran dinding (reliefs) di candi Borobudur, Jawa Tengah, Indonesia.
Pembuat : Frank Wouters from antwerpen, belgium
Pengulas : Jeekc
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Bangunan raksasa ini adalah bentuk tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya terhubung berdasarkan pola dan ditumpuk. Batu-batu yang digunakan sekitar 55 000 meter kubik. Semua batu diambil dari sungai di sekitar Borobudur. Batu-batu ini lalu dipotong, disambung, diangkut dan dibentuk  pola seperti lego.

Candi Borobudur merupakan salah satu bukti kebesaran dan kecerdasan manusia yang ada di Indonesia. Candi Borobudur menjadi obyek wisata budaya, selain Bali dan beberapa tempat lain di Indonesia.

 

Pemandangan Candi Borobudur
Pembuat : Mushin for Wikipedia
GNU Free Documentation License.

 

Patung Buddha di Borobudur (Java, Indonesia)
Picture taken by Jan-Pieter Nap
GNU Free Documentation License

 

Patung Buddha di dalam Stupa candi Borobudur
Patung Buddha yang bermeditasi memperlihatkan bentuk dari  dharmachakra mudra  (isyarat tangan) di dalam stupa berbentuk lonceng yang berlubang-lubang.
Pembuat : Gunkarta Gunawan Kartapranata
Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Large Map of Lihat Peta Lebih Besar

Sungguh video yang menakjubkan !

Situs megalitik gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat

Situs arkeologi di Kabupaten Gunung Padang (Gunung Padang) Kabupaten Cianjur tidak semua orang tahu, bahkan, situs-situs megalitik dengan luas 3 ha diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan jika kita tidak tahu itu. Kabupaten Cianjur ingin membuat situs ini sebagai tujuan wisata unggulan serta pendidikan.

Untuk mencapai lokasi ini, jip atau kendaraan sejenis dan sepeda motor saja yang dapat mencapai  ke lokasi situs tersebut. Gunung situs Padang terletak di atas bukit, untuk mencapainya, kita harus memanjat tangga curam sepanjang 95 meter yang terbuat dari batu andesit pilar yang diletakkan hampir 400 anak tangga.

Pemandangan dari bukit dan seluruh bangunan situs megalitik sangat menakjubkan. Di pelataran situs megalitik ini, para pengunjung mendengarkan penjelasan dari pemandu mengenai situs ini dari berbagai pendekatan ilmiah, juga melihat ribuan batu andesit yang membentuk pilar-pilar, empat atau lima-sisi tertata sedemikian rupa untuk berbagai fungsi.

Semua bangunan megalitik di seluruh dunia dibangun pada zaman prasejarah (seperti : Piramida Mesir dan  Stonehenge di Inggris).

Situs ini diperkirakan sebagai pemakaman kuno. Keberadaan situs ini kemudian dilaporkan kembali ke penilik budaya pemerintah daerah oleh penduduk setempat. Sejak itu situs tersebut diteliti secara mendalam dan masih menyisakan berbagai kontroversi arkeologi. Arkeolog setuju bahwa situs tersebut bukan merupakan pemakaman seperti yang dinyatakan oleh Krom (1914), disebutkan bahwa situs itu diperkirakan sebagai makam kuno, namun juga sebagai tempat ibadah.

Gunung Padang adalah situs terletak di daerah geologis yang memiliki kemungkinan gempa yang cukup aktif, tidak jauh dari bagian Cimandiri, yang membentang dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai sekitar Padalarang (kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat). Jika ada aktivasi dari kekuatan geologi di sekitar Teluk Pelabuhan Ratu, bagian Selatan Jawa Barat, maka sering menjadi mediator gempa yang mengejutkan.

Beberapa menhir roboh dan rusak di daerah situs dan diperkirakan  dapat mengakibatkan gempa. Sehubungan dengan tempat beribadah, situs ini dapat dibangun untuk keperluan tersebut, dengan tujuan agar masyarakat terhindar dari gempa bumi atau sumber gunung berapi yang tidak jauh dari Gunung Padang. Gunung Gede menempati posisi geomantik sangat kuat untuk situs Gunung Padang. Situs Gunung Padang  dibangun untuk berorientasi sepenuhnya ke Gunung Gede.

 

Pemandangan Situs Gunug Padang
Lisensi Dokumentasi Bebas GNU
Free Software Foundation

 

Situs  Gunung Padang
Pembuat : Mohammad Fadli
licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Situs Megalitikum Gunung Padang

 

Lokasi pada Peta



Batu ajaib dari tanah Minang, Padang, Sumatra Barat.

Batu ajaib, terletak di kawasan Batu Sangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat telah terkenal karena keunikannya. Batu ajaib disebut Batu Angke oleh penduduk daerah itu. Batu ini istimewa karena beratnya yang berubah-ubah.

Untuk menuju tempat wisata Batu Angke batu yang terletak di Kecamatan Batu Sangkar dibutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Padang. Rupanya batu ajaib itu sudah mulai dikunjungi wisatawan sejak 100 tahun yang lalu. Selama waktu itu sudah tujuh generasi menjaga warisan yang unik tersebut.

Batu Angke bisa begitu berat atau bisa sangat ringan seperti kapas, sesuai keyakinan orang yang mengangkatnya. Dikatakan bahwa pada batu itu ada kekuatan magis. Dalam bahasa Minang, Angke-Angke berarti “Angkat”, jadi Batu Angke berarti batu yang diangkat.

Membaca doa adalah aturan sebelum mengangkat batu. Banyak dari pengunjung kelelahan karena batu ini beratnya bisa mencapai ratusan kg di tangan mereka. Dalam rangka untuk mengangkat batu itu tidak dikenakan biaya, hanya untuk membeli suvenir dikenakan harga hanya Rp. 10.000,-

 

Batu Ajaib

 

Tidak semua orang bisa mengangkatnya, bahkan pria sekalipun.

 

Wanita yang menjaga lokasi Batu Ajaib dengan mudah dapat mengangkatnya.

Legenda Batu Gantung, legenda kota Parapat di Sumatera Utara

Pada zaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba, tinggalah sepasang suami istri dengan seorang putri cantik bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga seorang gadis yang rajin karena dia selalu membantu orang tuanya pada saat mereka bekerja di ladang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suatu hari Seruni harus bekerja di ladang sendirian karena orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani anjingnya yang bernama Toki. Sesampainya di ladang, Seruni hanya duduk termenung sambil menatap keindahan alam Danau Toba, sementara Toki duduk di sampingnya, menatap wajah majikannya yang tampak murung. Sekali-sekali Toki menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni jika ada sesuatu yang mencurigakan disekitarnya.

Sebenarnya sudah beberapa hari Seruni tampak sedih, dikarenakan ayahnya akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang adalah sepupunya sendiri, padahal Seruni sudah menjalin hubungan dengan seorang pria muda di desanya dan telah berjanji untuk menikahinya. Situasi ini membuatnya bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan dan mulai putus asa. Di satu pihak dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya, tapi di sisi lain dia tidak mampu untuk berpisah dengan kekasihnya.

Setelah berpikir sejenak dan tidak bisa memutuskan apa-apa, Seruni bangkit dari tempat duduknya dan dengan air mata mengalir dia berjalan pelan menuju ke Danau Toba. Sepertinya dia ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat ke danau. Sementara Toki yang juga mengikutinya ke danau hanya bisa menggonggong karena tidak tidak tahu apa yang akan Seruni lakukan.

Saat berjalan menuju ke tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terjatuh ke dasar lubang batu besar yang sangat gelap. Seruni ketakutan dan berteriak minta tolong pada anjing kesayangannya, tetapi Toki hanya seekor anjing, dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menggonggong di sekitar mulut lubang. Akhirnya dia menjadi putus asa dan berkata pada dirinya sendiri, “Ah, aku lebih suka mati.”.
Setelah mengatakan itu, entah mengapa dinding lubang mulai menutup. “Parapat …! Batu Parapat!”, Seruni berteriak untuk membuat dinding batu lebih merapat dan meremas tubuhnya. (Parapat dalam bahasa mereka adalah bergerak lebih dekat).

Melihat kejadian tersebut, Toki berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah ia segera berlari ke orang tua Seruni yang sudah di rumah. Menggonggong, menggaruk tanah dan mondar-mandir di sekitar tuannya, Toki mencoba untuk memberitahu mereka bahwa Seruni berada dalam bahaya.

Menyadari apa yang diisyaratkan Toki, mereka segera pergi ke ladang. Keduanya berlari mengikuti Toki ke tepi lubang di mana putri mereka jatuh. Ketika ayah Seruni mendengar jeritan puterinya dari lubang, ibunya segera membuat obor karena hari telah malam dan gelap sedangkan sang ayah berlari kembali ke desa untuk meminta bantuan dari para tetangga.
Ketika para penolong tiba, dengan air mata berlinang ibu Seruni berkata kepada suaminya, “Lubang itu terlalu dalam dan gelap. Aku hanya mendengar suara samar putri kita yang mengatakan:. Parapat, Parapat batu …”

Beberapa kali mereka berteriak memanggil Seruni, namun tidak ada jawaban. Hanya suara Seruni itu yang samar memerintahkan batu di sekelilingnya untuk bergerak lebih dekat. Warga yang berada di sana mencoba untuk membantu dengan mengulurkan tali ke dasar lubang tetapi sama sekali tidak disentuh atau dipegang olehnya. Merasa khawatir, sang ayah memutuskan untuk masuk ke dalam lubang, tapi istrinya melarang, karena lubang itu sangat dalam dan berbahaya.

Tiba-tiba ada suara gemuruh dan guncangan kuat, membuat lubang akhirnya perlahan tertutup. Seruni yang terjebak di dalam lubang tidak bisa diselamatkan.

Beberapa saat setelah guncangan berhenti, di atas lubang yang telah tertutup ada sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang tampak menggantung di dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian tersebut percaya bahwa batu itu manifestasi dari Seruni dan kemudian menamai batu tersebut dengan sebutan Batu Gantung.

Karena kata-kata terakhir dari Seruni yang didengar oleh warga hanya “Parapat, Parapat, dan Parapat”, maka daerah sekitar Batu Gantung dinamai Parapat. Parapat kini telah berubah menjadi kota tujuan wisata di Provinsi Sumatera Utara.

 

Batu Gantung ,Parapat, Sumatera Utara

 

Parapat
Pemandangan kota Parapat dari arah Danau Toba
Pembuat : Bessel Dekker, Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Pelabuhan Parapat, danau Toba, Sumatra Utara
Pembuat : Nomo Michael Hoefner
Lisensi Creative Commons Atribusi-Berbagi Serupa 3.0 Unported

 



Malin Kundang legenda dari pulau Sumatera

Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat dan merupakan salah satu legenda Indonesia yang mempunyai pesan moral. KisahMalin Kundang menceritakan tentang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu ia dikutuk menjadi batu. Suatu bentuk batu yang terletak di “Pantai Air Manis”, Padang, Sumatera Barat-Indonesia.

 

Pantai Air Manis, tempat terdapatnya batu Malin Kundang Sumber :Flickr: The Legend of Malinkundang - West Sumatra Pembuat : Makka Kesuma Dibawah lisensi Creative Commons Atribusi 2.0 Generik
Pantai Air Manis, tempat terdapatnya batu Malin Kundang
Sumber : Flickr: The Legend of Malinkundang – West Sumatra
Pembuat : Makka Kesuma
Dibawah lisensi Creative Commons Atribusi 2.0 Generik

 

 

Malin Kundang tinggal di keluarga nelayan miskin. Karena kondisi keuangan yang buruk, ayahnya memutuskan untuk mencari nafkah ke luar negeri, mengarungi lautan. Setelah ditinggalkan oleh ayahnya, Malin Kundang tinggal sendirian bersama ibunya di gubuk mereka. Ayah Malin tidak kembali lebih dari satu tahun, sehingga ibunya harus menggantikan ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin adalah anak yang cerdas tetapi sedikit nakal, ia sering mengejar ayam-ayam dan memukuli mereka dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu sehingga lengan kanannya terluka dan meninggalkan bekas luka.

Merasa kasihan pada ibunya yang bekerja keras untuk mencari nafkah untuk membesarkannya, Malin memutuskan untuk pergi mengembara dengan tujuan menjadi kaya setelah pulang nanti. Pada awalnya ibu Malin Kundang tidak setuju mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi mengembara, namun Malin bersikeras, sehingga akhirnya ibunya menyerah dan membiarkan Malin pergi, naik kapal milik pedagang. Selama tinggal di kapal Malin Kundang belajar tentang ilmu berlayar pada awak kapal yang telah berpengalaman.

Dalam perjalanannya, tiba-tiba kapal yang ditumpangi Malin Kundang kapal diserang oleh bajak laut. Semua barang dagangan pedagang yang berada di kapal dibajak oleh perompak. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang di kapal tersebut dibunuh oleh bajak laut. Malin Kundang beruntung, ia bersembunyi di ruang kecil tertutup oleh kayu sehingga ia aman.

Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut, sampai akhirnya kapal itu terdampar di pantai. Dengan energi yang tersisa, Malin Kundang berjalan ke desa terdekat. Ia menemukan sebuah desa yang sangat subur dan ia mulai bekerja disana. Dengan kegigihannya dalam bekerja, Malin akhirnya menjadi orang kaya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya Malin Kundang menikah.

Berita tentang Malin Kundang yang telah menjadi kaya dan telah menikah sampai ke telinga ibunya. Dia sangat bersyukur dan bahagia bahwa anaknya telah berhasil. Sejak itu setiap hari ia pergi ke dermaga menunggu anaknyayang mungkin kembali ke kampung halamannya.

Setelah beberapa tahun pernikahannya, Malin dan istrinya berlayar, didampingi oleh kru kapal dan banyak pengawal. Ibu Malin melihat kedatangan kapal ke dermaga, ia melihat dua orang berdiri di dek. Dia percaya bahwa anak dan istrinya yang berdiri di sana.

Dia menuju ke kapal dan pada saat jaraknya cukup dekat dengan anaknya, dia melihat bekas luka di lengan kanannya, ia semakin yakin bahwa itu adalah Malin dan ia mendekat, memeluk dan bertanya: “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar? “. Melihat seorang wanita tua berpakaian kotor memeluknya, Malin Kundang menjadi marah meskipun dia tahu bahwa wanita tua itu ibunya, dia malu jika hal tersebut diketahui oleh istri dan krunya.

Mendapat perlakuan seperti itu dari anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Dia tidak menduga bahwa anaknya bisa menjadi anak durhaka. Karena kemarahan memuncak, ia mengutuk anaknya dan berkata : “Oh Tuhan, jika dia adalah anak saya, saya mengutuknya menjadi batu.”

Tidak lama setelah itu Malin Kundang kembali berlayar, namun di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapalnya. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan secara bertahap membentuk menjadi terumbu karang. Sampai saat ini batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai yang disebut “Pantai Aia Manih” (bahasa Padang) atau “Pantai Air Manis”, yang terletak di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

 

Pemandangan Gunung dan laut di Padang, Sumatera Barat, Indonesia

 

Tempat lokasi batu Malin Kundang di Padang