Category Archives: Seni

Karinding Modern

Alat musik karinding tergolong sangat tua dan tidak terlalu banyak masyarakat modern yang mengetahui alat musik tersebut. Uniknya, saat ini Karinding sebagai alat musik tradisional dapat dikombinasikan dengan musik kontemporer dan instrumen modern seperti gitar, biola dan berbagai alat musik modern lainnya. Hasilnya, suara alat musik Karinding dan alat musik modern yang telah digabungkan membuat kesan yang berbeda dan enak untuk didengar. Seorang Pria yang berasal dari tanah Sunda  datang sebagai “pahlawan” membuat kesan berbeda dan kontroversial dari Karinding kuno. Mereka tergabung dalam satu team pemusik yang bernama” Karinding ATTACK”, sekelompok orang muda yang menggabungkan kemurnian suara alat musik ini dengan ide kreatif dan inovatif yang tinggi. Aktifitas mereka telah menghidupkan kembali rasa keingintahuan masyarakat mengenai kebudayaan masyarakat Sunda yang tentunya telah dikemas dengan lebih segar dan menarik untuk didengar. Kelompok ini tidak hanya membuat lirik tajam dan lagu-lagu yang penuh dengan nilai-nilai budaya Sunda, tetapi terdapat unsur magis didalamnya. Personil “Karinding Attack”  melakukan rekaman lagu di tempat yang sangat unik, seperti salah satu lagunya yang dibuat di hutan pegunungan Kareumbi – Masigit. Keadaan cuaca dan suara-suara alam meningkatkan efek magis dalam setiap ritme lagu-lagu yang mereka ciptakan  dan lantunkan.

 

Salah satu lagu “KARINDING ATTACK” yang menimbulkan kesan magis

“Karinding Attack” feat Peterpan Band 

 

Cerita Wayang diambil dari epik cerita Mahabharata and Ramayana

Meskipun sebagian besar bangsa Indonesia sering mengatakan bahwa wayang asli berasal dari Jawa / Indonesia, namun harus dijelaskan mengenai apa cerita wayang itu dan  mengapa selalu mengambil kisah Mahabharata [2] dan Ramayana [3]?

Sendratari Ramayana dari Jawa yang menggambarkan Rama dan Shinta (kanan atas) ditemani oleh Lakshmana (kiri bawah) selama pengasingan mereka di Dandaka Forest.
Sumber : Wikipedia
Pencipta : Gunawan Kartapranata
Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Sebuah ilustrasi naskah Pertempuran Kurukshetra, peperangan antara Korawa dan Pandawa, dicatat dalam Epic Mahabharata
Sumber : http://www.atributetohinduism.com/Hindu_Scriptures.htm
Domain publik

 

Pada abad ke-4 orang Hindu datang ke Indonesia, terutama para pedagang yang membawa ajaranVedas [1] dan epik cerita besar India Mahabharata dan Ramayana dalam bahasa Sanskerta. Pada abad ke-9 kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Jawa kuno.

Pada dasarnya sumber cerita yang  berasal dari India tersebut  bersumber dari epic Mahabharata yang ditulis oleh Viyasa dan Epic Ramayana yang ditulis oleh Walmiki.

Cerita wayang  tidak hanya dipertunjukan di Indonesia, tetapi juga di berbagai wilayah Asia Tenggara (Kamboja, Thailand, Malaysia) yang umumnya juga menggunakan sumber epik Ramayana dan Mahabharata dari India. Ceritanya wayang di berbagai wilayah terintegrasi dan disesuaikan dengan cerita rakyat lokal atau dongeng.

1) About Vedas (on Wikipedia)

2) About Mahabharata (on Wikipedia)

3) About Ramayana (on Wikipedia)

Beberapa jenis pertunjukan wayang yang sering dipertunjukkan

Ada beberapa jenis wayang Indonesia yang dipakai dalam pertunjukan, yaitu:

  • Wayang Purwa (wayang kulit), terbuat dari kulit sapi atau anak lembu, umumnya cerita diambil dari naskah Mahabharata dan Ramayana. Cerita prototipe Ramayana dan Mahabharata ini dimainkan oleh seorang dalang. Informasi lengkap Wayang kulit dari wikipedia.
Pertunjukan Wayang kulit di Museum Wayang, Jakarta. Sumber : Wikipedia;  Pencipta : Jpatokal at en.wikipedia Permission (Reusing this file) Released under the GNU Free Documentation License.
Pertunjukan Wayang kulit di Museum Wayang, Jakarta.
Sumber : Wikipedia;
Pencipta : Jpatokal at en.wikipedia
Lisensi : GNU Free Documentation License.

Pertunjukan Wayang Orang Sumber : Wikipedia Pencipta : Gunawan Kartapranata Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported
Pertunjukan Wayang Orang
Sumber : Wikipedia
Pencipta : Gunawan Kartapranata
Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

  • Wayang Golek adalah boneka yang pada umumnya dibuat dari kayu mahoni dengan kinerja yang sama seperti boneka lainnya, namun tidak hanya menceritakan kisah Ramayana dan Mahabharata, tetapi juga membuat  karakter pelayan yang lucu. Dalam pertunjukannya banyak membuat sindiran kepada pemerintah. Diiringi musik gamelan wayang golek lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur. Informasi lengkap Wayang Golek dari wikipedia.
Punakawan cepot , petruk, and gareng Sumber : Wikipedia Pencipta : Monty32 Lisensi :  Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported
Wayang Golek
Punakawan cepot , petruk, and gareng
Sumber : Wikipedia
Pencipta : Monty32
Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

  • Wayang Klitik adalah boneka wayang yang terbuat dari kayu mahoni. Sebutan Klitik diciptakan karena suara yang dihasilkan oleh gesekan antara boneka yang terbuat dari kayu tersebut. Berbeda dengan pertunjukan wayang yang berbentuk boneka, wayang klitik berbentuk seperti wayang kulit datar. Cerita Wayang Klitik diambil dari siklus cerita Panji dan Damarwulan. Gamelan juga digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, meskipun sedikit berbeda untuk instrumen tertentu. Informasi lebih detail dapat dilihat di wikipedia.
Sumber : Wikipedia Pencipta : Dieter Sedlaczek at de.wikipedia Public Domain
Wayang Klitik
Sumber : Wikipedia
Pencipta : Dieter Sedlaczek at de.wikipedia
Public Domain

  • Wayang Beber adalah cerita wayang yang dibuat dalam bentuk gulungan kain dan Dalang membuka gulungan kain tersebut untuk menceritakan adegan dalam gulungan yang juga menceritakan kisah Mahabharata dan Ramayana. Pertunjukan wayang ini masih tumbuh di daerah tertentu di Pulau Jawa. Informasi Wayang Beber dari Wikipedia.
Sumber : Wikipedia Pencipta : Gunawan Kartapranata Lisensi :  Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported
Wayang Beber
Sumber : Wikipedia
Pencipta : Gunawan Kartapranata
Lisensi : Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Pertunjukan wayang Indonesia dalam bahasa Inggris sudah dimulai: