Category Archives: Harimau Sumatera

Harimau Sumatera hampir punah!

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari lima subspesies harimau (Panthera tigris) di dunia yang masih bertahan. Termasuk harimau Sumatera terancam punah yang juga satu-satunya sub-spesies harimau yang masih dimiliki Indonesia setelah dua bersaudara, harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah.

Hewan ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Populasi dari mereka yang hidup di alam liar diperkirakan 400-500. Keberadaan harimau Sumatera semakin berkurang dan dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Setidaknya ada 250 harimau Sumatera yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

Dampak dari kerusakan hutan oleh APP tidak hanya menghancurkan lingkungan, tetapi juga mengancamkeberadaan Harimau. Pengrusakan hutan Sumatera oleh APP untuk memasok industri bubur kayu dan kertas yang digunakan untuk produk kemasan Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

 

Harimau Sumatra di kebun binatang German  Augsburg
Photographer : Werner Gut (http://www.wernergut.de/)

 

Kucing langka ini bisa hidup di mana saja, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan dan tinggal di banyak tempat yang tidak dilindungi. Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil, memiliki warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitam dari mereka berukuran lebar dan rapat.

 

Panthera Tigris Sumatrae , Kebun binatang German di  Frankfurt 
Pembuat : From de.wikipedia, originally uploaded by en: User: Wilfred
Photographer / Source: Petra Karstedt

 

Ukurannya yang kecil membuatnya lebih mudah untuk bergerak melalui hutan. Ada selaput di antara jari-jari yang membuat mereka mampu berenang cepat. Harimau dikenal  pandai menyudutkan mangsanyauntuk masuk ke dalam air, terutama jika hewan mangsanya adalah perenang lambat. Mereka sabar mengintai mangsanya sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka makan apa saja yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas, ikan, dan orangutan. Mereka juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika berburu mangsa.

Harimau sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari bagian kepala ke ekor dengan berat 300 pound. sedangkan betinanya rata-rata 78 inci panjang dan beratnya 200 pon. Garis-garis harimau sumatera lebih tipis dari subspesies harimau lainnya. Subspesies ini juga memiliki lebih bnyak bulu jenggot dan surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantannya.

Harimau Sumatera dapat hidup sampai 10-15 tahun. betina biasanya mulai berkembang biak pada umur 3-4 tahun. Masa kehamilan berlangsung antara 95-110 hari. Betina bisa melahirkan sampai enam bayi, tapi umumnya 2-3 dan bulu mereka berubah warna menjadi hijau tua saat melahirkan.Bayi-bayi ini akan tinggal bersama ibu mereka sampai usia 18-24 bulan, sampai mereka bisa mandiri di alam.

Makanan harimau sumatera makanan tergantung di mana mereka tinggal dan bagaimana berlimpah mangsanya. Harimau Sumatera umumnya menyendiri kecuali selama musim kawin dan dengan betinanya serta anak-anak mereka.

 

 

Ancaman utama bagi harimau sumatera adalah pengrusakan habitat dan perburuan. Deforestasi terus berlanjut bahkan di taman nasional yang seharusnya melindungi mereka. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 sampai tahun 2000.

Dalam upaya untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia (Taman Safari Indonesia) ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai harimau sumatera Breeding Center, “stud book keeper” dan tempat penyimpanan sperma (Genome Bank Penyelamatan) untuk harimau Sumatera . Seorang ahli dari Breeding Specialist Group Konservasi (CBSG), Kathy Traylor-Holzer mengatakan bahwa kemurnian genetik harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tertinggi adalah di lembaga konservasi Taman Safari Indonesia yang terletak di Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan pada “Global Species Management System” (RUPS) untuk harimau Sumatera, yang digelar di Royal Safari Garden Hotel.

Para ahli dari Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) mengatakan bahwa dari kurang lebih 100 kebun binatang di Jepang hanya empat kebun binatang yang memiliki harimau sumatera dan juga jumlahnya hanya tinggal tujuh ekor.

Sementara di kawasan Eropa terdapat 104 harimau Sumatera, di Amerika Utara ada 69 ekor, Australia 51 ekor dan di kebun binatang Indonesia ada 96 ekor. Menurut Kathy Traylor-Holzer, harimau sumatera di Taman Safari Indonesia memiliki kemurnian genetik tertinggi yang mencapai 93,3 persen.

 

Harimau Sumatran di Kebun binatang Melbourne 
Pembuat : Merbabu
GNU Free Documentation License

 

Di luar Indonesia, dia mengatakan bahwa kemurnian genetik tertinggi harimau Sumatera dimiliki oleh wilayah Amerika Utara yaitu sebesar 89,8 persen, kemudian Eropa dengan 86,9 persen, 86,2 persen dan Australia Jepang dengan 77,8 persen. Dia juga mengatakan bahwa kemurnian genetik diperlukan untuk melindungi keberadaan harimau sumatera di kebun binatang.

Drs. Manansang Jansen, MSc, Presiden SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara) juga mengatakan bahwa kemurnian genetik dari harimau Sumatera yang diraih oleh Taman Safari Indonesia adalah mungkin, karena mereka mengelola populasi harimau sumatera dengan ketat.

Taman Safari Indonesia akan senang untuk membantu pemurnian genetik Sumatera harimau di kebun binatang di seluruh dunia, tetapi harimau yang akan dikirim harus memenuhi izin yang diatur oleh hukum Indonesia. Selain itu, harimau Sumatera yang akan dikirim harus dari penangkaran, bukan yang berasal dari satwa liar.

 

Harimau Sumatera  di Taman Safari Indonesia
Public domain

 

 

 

Pulau Sumatera dan  beberapa lokasi harimau Sumatera



Teks berikut ini diterjemahkan dari sumber di Indonesian:

http://www.greenpeace.or.id/, the text was published on 26 Juli, 2011


Harimau itu diusir dari rumah mereka

Pada awal Juli, tahun lalu, ada berita sedih. Harimau sumatera “Raja hutan” meninggal dengan cara yang tragis. Kejadian ini didokumentasikan oleh Greenpeace ketika harimau itu berusaha untuk diselamatkan oleh tim Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau-Sumatera. Harimau mati di wilayahnya sendiri, yang kemudian tempat itu berubah menjadi perkebunan akasia yang dimiliki oleh APP, Pulp dan perusahaan kertas raksasa yang terus merusak hutan Indonesia.

Berikut ini video yang sedih yang menunjukkan harga yang harus dibayar oleh satwa liar untuk rumah mereka yang hilang.

Harimau Sumatera ditemukan sudah terjebak selama 7 hari. Petugas kehutanan tiba untuk memberinya obat penenang, mencoba untuk menyelamatkan dan mengevakuasinya, tetapi harimau tersebut tidak bisa diselamatkan…

Dampak hutan perusakan oleh APP tidak hanya penghancuran, tetapi juga mengancam keseimbangan iklim harimau Sumatera dan tentu saja binatang lainnya. Perusakan hutan oleh APP adalah untuk memasok pulp dan kertas untuk beberapa industri yang membutuhkannya untuk  produk kemasan antara lain : Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

Bukti video kami ini semakin jelas bahwa APP tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan menghancurkannya, bukti juga semakin jelas bahwa berbagai “label berkelanjutan” yang diusung oleh APP sangat harus dipertanyakan, kredibilitas organisasi sertifikasi hutan seperti Program untuk Persetujuan Sertifikasi Hutan (PEFC) juga dipertanyakan. PEFC menyatakan ‘berkelanjutan’ untuk produk kertas di seluruh dunia, tetapi oleh banyak pihak berulang kali dikritik karena ada hubungan antara mereka dengan APP. Sangat mengherankan, produk yang mengandung kayu hutan alam yang diambil dari habitat harimau mati dapat disertifikasi oleh PEFC.

PT Arara Abadi – tigertrapped
Location of tiger habitat clearing by APP. located within the concession13 km, Sumatra, tiger caught in animal traps. © Melvinas Priananda / Greenpeace

Bulan lalu Greenpeace menggunakan tes forensik untuk mengungkapkan pembuatan mainan seperti Barbie dan Transformer yang diproduksi oleh Hasbro, Mattel dan Disney yang menggunakan kemasan dari deforestasi di Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan investigasi lapangan, panduan pemetaan data, yang mengungkapkan bukti terbaru dari penghancuran hutan alam dan gambut di Pulau Sumatera oleh APP.

Tulis dan kirimlah surat kepada Mattel untuk menghentikan perusakan hutan di Indonesia!

Berikan pendidikan kepada generasi mendatang untuk tidak menghancurkan masa depan hutan Indonesia.
Kampanye Greenpeace untuk melindungi hutan di Indonesia, termasuk habitat harimau yang terancam punah.


Kami harap Anda untuk berpartisipasi menandatangani petisi Greenpeace di halaman ini: www.greenpeace.org/canada/tigers/
untuk membantu menyelamatkan Harimau Sumatera!