Nyai Roro Kidul ( Queen of the Southern Sea of Java)

Author :Kadika, This file is available under the terms of the license Creative Commons Attribution – Share Alike 3.0 (unimplemented) .

Nyai Roro Kidul adalah sosok seorang wanita cantik yang menguasai pantai selatan Jawa, dia roh yang baik yang sangat ingin membantu orang dalam segala macam kesulitan. Berdasarkan kepercayan Jawa, Ratu Kidul adalah Dewi Nawang Wulan, malaikat dari surga,yang dulunya merupakan istri Jaka Tarub (Jaka Tarub legenda akan dibahas pada artikel berikutnya), dan mereka memiliki anak-anak, yang kemudian dari keturunan Dewi Nawang Wulan dan Jaka Tarub akan lahir raja-raja Jawa.

Dewi Nawang Wulan yang setelah kembali ke Surga, kurang diterima dengan baik di Surga sehingga kembali ke bumi dan bermeditasi di Laut Selatan. Meditasinya mmbuat laut menjadi bergolak, membuat Raja laut selatan, Panguoso Sagoro menjadi marah, dan ada perang di antara mereka, perang kecerdikan dan argumentasi. Pemenangnya adalah Dewi Nawang Wulan, dan membuat  Dewi Nawang Wulan menjadi Ratu Laut Selatan.

Kesimpulan tentang Ratu Laut Selatan bukan hanya dongeng atau takhayul saja. Ini adalah hal yang nyata ada, tapi itu tidak termasuk dalam alam manusia, melainkan dalam alam roh, yang dapat mengontrol sifat manusia dan roh dan dia dapat disebut sebagai Dewi Alam, dan Dewi Laut.

Orang Jawa percaya bahwa Nyi Roro Kidul memang ada dan terkait erat dengan Sultan Yogyakarta. Kepercayaan pada Ratu Laut Selatan diaktualisasikan dengan baik. Upacara adat diselenggarakan di pantai selatan Yogyakarta pada setiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono (raja Yogyakarta). Upacara ini dimaksudkan untuk mendapatkan kesejahteraan Sultan dan penduduk kota Yogyakarta.

Kepercayaan kepada Ratu dari Laut Selatan meluas sampai ke daerah Jawa Barat. Ruangan khusus (nomor 308) di lantai atas Hotel Ocean Beach, dipersiapkan oleh obyek wisata Pelabuhan Ratu (salah satu tempat wisata di Jawa Tengah), khusus untuk Ratu Laut Selatan. Dalam ruangan ini terdapat lukisan Nyai Roro Kidul,  dengan semua-warnanya yang hijau dan bau dupa ikut mendekorasi ruangan ini. Siapapun yang ingin bertemu dengan Ratu dapat masuk ke ruangan ini, tetapi tentu saja harus melalui perantara, yang menyajikan persembahan untuk Ratu. Ruangan ini juga digunakan oleh mantan presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno.

Beberapa orang menyebutkan bahwa Ratu tinggal di “kamar No 13”. Kebenaran Nomor kamar tidak dapat benar-benar dibuktikan dan sepertinya bukan hanya nomor 308 yang dipercaya.

Di zaman modern ini, legenda Ratu Laut Selatan, atau Nyi Roro Kidul adalah legenda yang paling spektakuler. Banyak dari Indonesia atau dari negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu cantik yang mengenakan pakaian tradisional Jawa dalam warna hijau. Karena hal ini, orang-orang di sekitar “Pelabuhan Ratu” percaya hijau yang merupakan warna favorit dari Sang Ratu. Jika ada pengunjung pantai selatan yang juga mengenakan baju berwarna hijau, maka Ratu akan menyeret jiwa mereka untuk menjadi seorang hamba. Jadi mitos yang tersebar luas adalah larangan mengenakan pakaian berwarna hijau ketika mengunjungi pantai selatan.

Sebenarnya ada penjelasan rasional yang berkaitan dengan alasan keamanan mengenai pakaian hijau. Ketika kita berenang, terseret gelombang dan pada saat itu mengenakan pakaian hijau, maka akan sulit bagi tim penyelamat untuk menemukannya. Hal ini juga terjadi di semua pantai, karena air laut biru, akan, berubah warna menjadi hijau ketika bertambah dalam, korban tenggelam akan disamarkan oleh warna air laut. Jadi lebih baik untuk menggunakan pakaian yang berwarna terang.

Banyak cerita bahwa banyak orang tenggelam dikarena mengenakan baju hijau, seperti dijelaskan di atas, yang mana orang-orang di sana mengatakan bahwa tubuh korban diambil oleh Ratu, karena Ratu tidak suka melihat orang memakai baju hijau sehingga membuatnya marah dan menjadikan korban sebagai tumbal. Sebenarnya kejadian banyaknya orang yang tenggelam tidak seperti itu ceritanya. Itu dikarenakan adanya keberadaan palung, persimpangan antara dua lempeng tektonik, juga disebut parit dasar laut, berbentuk seperti celah batu. Jadi korban yang tenggelam bisa saja terbanting dan terseret ke dalamnya dan kemudian terjepit di antara celah batu,  itulah mengapa tubuh Korban tidak muncul. Versi lain mengenai Sang ratu dari Wikipedia

 

Leave a Reply