Orang utan harus diselamatkan!

Orang utan adalah spesies kera menakjubkan. Orang utan hanya hidup di pulau Kalimantan dan Sumatera yang dibagi menjadi dua spesies generik, Pongo pygmaeus (Orang utan Kalimantan) dan Pongo abelii  (Orang utan Sumatera). 90% dari populasi Orangutan tinggal di Indonesia, sedangkan 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Di Sumatera, populasi terbesar ditemukan dalam Ekosistem Leuser, sedangkan di Kalimantan, Orang utan dapat ditemukan di Kalimantan Barat, Tengah dan Timur.

 

Orang Utan di kebun binatang German “Tierpark Hellabrunn” in Munich
Pembuat : Werner Gut , http://www.wernergut.de/

 

Orang Utan diBerlin Zoo, Germany.
Pembuat : David Arvidsson
Licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Orang Utan di Kutai National Park, Borneo, Indonesia.
Pembuat : Neil – WWW.NEILSRTW.BLOGSPOT.COM
Licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Dalam bahasa Melayu, Orang utan berarti “manusia dari hutan” yang memiliki kecerdasan sangat tinggi, dengan 97 persen dari DNA mereka yang  identik dengan manusia.

Perkiraan populasi mereka saat ini kurang dari 30.000 yang tersebar di dua wilayah distribusi (Sumatera dan Kalimantan). Menurut perkiraan, jumlah Orang utan di hutan Sumatera hanya sekitar 6500-7500 sedangkan di Kalimantan terdapat sekitar 12.000-13.000. Ini adalah pengurangan jumlah yang ada dalam 10 tahun terakhir (30% – 50% pengurangan jumlah). Orang utan menghabiskan lebih banyak waktu (sekitar 90 persen) di pepohonan di hutan hujan tropis yang merupakan habitat mereka.

Orang utan tidur di sarang yang terbuat dari ranting dan tumpukan daun di pohon. Mereka menggunakan daun lebar seperti daun pisang sebagai payung untuk melindungi diri dari hujan dan lebih bersifat menyendiri dibandingkan dengan kera lainnya. Saat menjelajah kedalaman hutan, orang utan jantan membuat suara-suara dan berteriak untuk memastikan mereka tidak terganggu oleh kehadiran orang utan lainnya. Teriakan “panggilan panjang” dapat didengar hingga 2 kilometer. Para ilmuwan mengatakan bahwa orang utan membutuhkan wilayah sekitar 150 hektar. Teriakan orang orang utan jantan dewasa benar-benar menakjubkan. Panjang durasi panggilan selama sekitar satu menit bahkan empat menit. Suara orangutan di hutan Kalimantan adalah yang paling keras dan menakutkan.

 

Perbedaan Orang utan jantan dan betina

Secara umum, orang utan jantan memiliki bantalan pada kedua pipinya (pipi yang besar) dan ukurannya dua kali lebih besar dari betina. Berat jantan bisa mencapai 90-110 kg dan 1,2 sampai 1,5 m tingginya. Orang utan jantan tidak ramah, mereka akan mempertahankan daerah yang mereka anggap sebagai tempat tinggal mereka, bahkan jika perlu akan bertarung dengan orangutan lainnya.

Rata-rata orang utan betina bisa mencapai berat badan 60 kg dan tingginya mencapai 1 sampai 1,2 m. Betina biasanya melahirkan atau menghasilkan satu keturunan dalam waktu 8 tahun. 8 sampai 9 tahun, bayi orang Utan menempel pada ibunya dan selama 2 tahun kemudian mereka akan mulai belajar keterampilan dari ibu mereka untuk bertahan hidup. Mereka akan meninggalkan ibu mereka dan pergi dengan orang utan muda lainnya pada usia 8 tahun dan pada usia 15 tahun orangutan akan hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri.

Orang utan memiliki bentangan tangan yang panjang. Pejantan dewasa dapat meregangkan lengan mereka hingga 2 meter dari ujung jari satu ke ujung jari tangan lainnya dan bahkan melebihi rata-rata tinggi badan mereka. Ketika mereka berdiri tegak, tangan mereka hampir menyentuh tanah.

Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki karakteristik fisik tubuh yang lebih besar, berwarna coklat gelap atau kemerahan, rambut jarang dan pendek dan pada bayi mereka terlihat ada bercak berwarna kemerahan atau kehijauan.
Orang utan Sumatera (Pongo abelli) fitur tubuh fisiknya terlihat lebih kecil, berwarna terang atau oranye dan lengan mereka lebih panjang dari kaki.

 

Orang utan rehabilitation centre, Bukit Lawang ,Sumatra.
Pembuat : Original uploader was Dave59 at en.wikipedia
GNU Free Documentation License

 

Orang utan Kalimantan
Pembuat : Ltshears
Public Domain

 

Primata ini cerdas mencari makanan di siang hari, dengan komposisi menu sebagian besar terdiri dari buah dan daun hutan. Mereka juga makan kulit kayu, serangga, jarang makan daging dan untuk mendapatkan air, mereka melubangi batang-batang pohon yang berguna untuk menampung air hujan dan minum dengan menghirup dari pergelangan tangannya. Orang utan juga mengambil bentuk makanan mineral dari tanah tetapi dalam jumlah yang sangat kecil.

Karena orang utan tersebar di beberapa tempat dan sangat tergantung pada keberadaan pohon, mereka rentan terhadap dampak penebangan. Sayangnya penebangan hutan dan kegiatan manusia lainnya seperti berburu, apakah itu untuk diperdagangkan ataupun dijual sebagai hewan peliharaan bahkan juga untuk konsumsi makanan.
Yang lebih menyedihkan adalah ketika pemburu ingin mendapatkan bayi orang utan, maka pemburu harus membunuh ibu mereka dahulu dan jika bayi yang jatuh dari pohon selamat, mereka akan  diambil oleh para pemburu. Semua hal itulah yang menyebabkan kepunahan orang utan.

Borneo Orangutan Survival (BOS), organisasi penyelamat orang utan dari Australia, saat ini berupaya untuk memperoleh lahan bekas HPH di Kalimantan yang akan digunakan sebagai tempat untuk melepaskan kembali orang utanyang sudah direhabilitasi. Dalam rangka untuk menyelamatkan spesies ini, pelestarian habitat alami dari orang utan adalah hal yang sangat perlu dilakukan.

Dalam 20 tahun dekade ini, menurut IUCN pada tahun 1993 sekitar 80% habitat mereka telah hilang atau hancur. Dan IUCN menghitung, jika situasi ini tidak berubah atau tetap seperti ini, maka dalam 10-20 tahun Orangutan akan punah. Sehingga Uni Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN/2004) membuat kategori “terancam punah / kritis” untuk orang utan Sumatera dan “Langka / terancam punah” untuk orang utan Kalimantan.

Orang utan dapat dianggap sebagai indikator kualitas ekosistem hutan. Ketika kehidupan di puncak pohon dapat berjalan dengan baik maka akan sangat mempengaruhi ekosistem di bawahnya. Oleh karena itu penting untuk melestarikan orang utan jika kita bertekad untuk menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global, sebuah fenomena yang terkait erat dengan penghancuran sistematis hutan pada abad-abad terakhir.

 

Penghancuran Hutan, Habitat Orang Utan

Di Indonesia terdapat beberapa alasan mengapa hutan sebagai habitat alami dari orang utan dan hewan liar lainnya berkurang. Hanya disebutkan alasan hukum saat ini yaitu dari sisi populasi manusia, bahwa Penduduk Indonesia bertambah dan membutuhkan lebih banyak tanah. Beberapa industri memaksa pembukaan lahan (deforestasi)  secara drastis, sebagian besar kebutuhan dan pengambilan minyak kelapa sawit juga disebutkan. Perusahaan Nestle disalahkan oleh Greenpeace karena pembukaan lahan daerah yang luas untuk penanaman kelapa sawit dan menggunakan minyaknya untuk membuat cokelat dalam jumlah besar.

Artikel Greenpeace tentang kelapa sawit dapat Anda baca di :

http://www.greenpeace.org/ … -plan-to-halt-forest-destruction/.

Penggunaan lain kelapa sawit sebagai alternatif pembakaran fosil juga datang dari beberapa negara, seperti Jerman dan Austria.

Saat ini ada proyek pertambangan besar yang sudah direncanakan, dimana banyak hutan yang akan dihancurkan, yang tentunya akan mempengaruhi kehidupan flora dan fauna.
Kami sangat mengharapkan dan menghargai partisipasi anda dalam menandatangani petisi mengenai masalah ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di link : Bornean orangutans need our help, pls sign the petition (orang utan Kalimantan membutuhkan uluran tangan kita, sangat diharapkan dukungan anda)
Before slaughtered, orangutan hugged her child  (Sebelum dibantai, orangutan memeluk erat anaknya).
Pada artikel kami tentang Harimau Sumatera anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan lain yang membabat hutan tempat di mana hewan langka hidup, mereka tutup mata dan telinga dan tidak mau tahu bahwa banyak makhluk hidup di dalamnya. Sangat tidak mempunyai hati.

 

Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra
Habitats of Orang Utans in Borneo and Sumatra

Perang etnis Dayak-Madura di Palangkaraya, Kalimantan Tengah Indonesia

Kerusuhan di Sampit hanya serangkaian kerusuhan yang terjadi dengan etnis Madura , sejak berkembangnya daerah Kalimantan Tengah dan lebih dari 16 kali pergolakan besar terjadi juga kerusuhan kecil yang mengorbankan banyak orang-orang yang bukan berasal dari Madura.

Warga bukan Madura selalu mengalah sedangkan  orang Madura  bangga pada tindakan-tindakan mereka yang tidak baik dan mengerikan, menggunakannya untuk meneror, mengendalikan sendi ekonomi, sosial, budaya dan masyarakat penduduk Kalimantan Tengah.

Di tepi sungai jika suku Dayak merasa terganggu, mereka pergi ke pedalaman, jika di sana mereka diberi kesulitan, mereka pergi ke bukit, kalau di bukit mereka mendapat masalah, mereka pergi ke gunung dan jika di gunung mereka juga terganggu mereka pergi ke tepi jurang. Di tepi jurang mereka tidak bisa pergi ke mana pun sehingga mereka membela diri.

 

Salah satu suku Dayak 
GNU Free Documentation License

 

Suku Dayak diperlakukan tidak adil dan kurangnya perhatian terhadap pembangunan daerah mereka. Mereka juga dituduh sebagai perusak hutan dan lingkungan dan dicap sebagai suku terbelakang. Berbagai sebutan menyedihkan yang menandai kehidupan masyarakat Dayak.

Suku Dayak telah memberikan hutan, tanah dan air untuk kehidupan orang lain, tambang, kayu, rotan, dan hasil alami untuk membuat banyak orang Jawa kaya, termasuk orang Madura. Mereka menjadi tempat untuk menampung semua penderitaan kelompok etnis lain sehingga orang lain merasa puas dan bahagia. Populasi penduduk di Kalimantan Tengah terus bertambah, sedangkan masyarakat Dayak mengikuti Program Keluarga Berencana untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka mengurangi pertumbuhan penduduk. Orang-orang Madura mencoba untuk memiliki anak sebanyak mungkin dan memastikan sumber daya alam dari Kalimantan Tengah akan tersedia bagi mereka yang berani dan mempunyai tekad yang kuat.

Pemicu Kerusuhan

  • Proses marjinalisasi dan kemiskinan yang terjadi di Central Kalimantan, baik dari segi pemanfaatan sumber daya alam, ketidakadilan Pembangunan Daerah dan ketidakadilan perlindungan hak-hak hidup, ditambah ketidakmampuan etnis Madura untuk mentolerir hampir setiap aspek dalam kehidupan Dayak Kalimantan Tengah.
  • Adanya budaya arogansi orang Madura yang meremehkan budaya lokal Dayak, menyebabkan berbagai gesekan yang tidak pernah sepenuhnya terselesaikan baik oleh masyarakat ataupun pemerintah. Akumulasi gesekan dan perseteruan memicu perkelahian massal yang memuncak dan membesar dari waktu ke waktu.
  • Kecenderungan orang Madura itu membawa kenalan, keluarga, kerabat dan komunitas lain dari tempat asalnya untuk pergi ke Kalimantan. Dengan kurangnya pendidikan, perilaku kriminal dan tanpa seleksi sebelumnya membuat Kalimantan Tengah mendapatkan orang-orang Madura yang tidak potensial dan banyak melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir semua aspek kehidupan orang Dayak. Seperti salah satunya adalah pemerkosaan terhadap gadis dayak.
  • Kecenderungan suku Madura untuk melindungi warga mereka yang telah melakukan kejahatan terhadap suku Dayak, menyebabkan akumulasi kebencian dan menjadi masalah yang sudah berakar di antara warga non Madura di Kalimantan Tengah.
  • Suku Dayak Kalimantan Tengah sudah sangat toleran terhadap orang Madura, sehingga pada beberapa keluarga Dayak telah menerima anaknya menikah dengan orang Madura.
  • Usaha untuk memprovokasi dari beberapa tokoh kepada orang-orang Madura tanpa mengetahui sejarah dari kerusuhan.
  • Ada juga upaya dari tokoh-tokoh Madura yang mendorong komunitas agama untuk berseteru dan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pemusnahan umat Islam.

 

Konflik Ethics 2001

Tahun 2001 adalah puncak kerusuhan antar etnis Dayak dan Madura yang sebenarnya dimulai pada tahun 1999. Konflik awal terjadi pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 23 September malam. Perkelahian yang terjadi di karaoke yang terletak di perbatasan Tumbang Samba (desa di Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia), menewaskan Tue Iba, salah satu Dayak Manyan yang dibantai oleh sekelompok orang Madura. Suku Dayak yang marah karena  Iba Tue yang tidak bersalah meninggal kemudian membalas dendam dengan membakar rumah dan peternakan orang Mdura di Tumbang Samba.

Didahului insiden itu, pembakaran meluas ke hampir setiap desa. Pada saat itu pemerintah berusaha mengevakuasi 37 warga madura dari daerah konflik (Tumbang Samba) untuk mencegah korban yang lebih besar. Setelah itu, situasi menjadi lebih tenang.

Setahun kemudian, pada tanggal 6 Oktober 2000, ada pemukulan oleh sekelompok orang Madura terhadap masyarakat Dayak yang bernama Sendung di daerah 19 kilometer Kabupaten Katingan. Sendung meninggal dalam keadaan tragis. Merasa marah, suku Dayak akhirnya “menyapu” orang-orang Madura, korban jauh lebih besar dari tahun 1999, bus yang dimiliki oleh orang Madura dibakar sedangkan penumpangnya ( orang Madura) disekap di dalam lalu dibunuh. Upaya pemerintah pada waktu itu adalah melalui mediasi melalui upacara suku Dayak untuk membuat konflik tidak berkelanjutan.

Empat bulan kemudian, pada tanggal 18 Februari 2001, kerusuhan skala besar terjadi. “Situasi sudah diketahui tidak stabil, tapi orang-orang masih sangat terkejut. Minggu pagi (18 Februari), rumah Sehan dan Dahur yang berasal dari suku Dayak Manyan dikepung oleh orang Madura. Sehan sudah pensiun dari militer pada waktu itu. Pengepungan berakhir dengan pembakaran rumah dan keluarga mereka. Sepuluh orang tewas pagi itu.

Pembakaran, pembantaian terjadi di siang hari. Polres dan TNI bekerja sama untuk mengevakuasi warga Sampit ke Palangkaraya. Di tengah-tengah perang yang mulai berkecamuk, pada Senin malam jam 10.25, serangan balik dilakukan oleh suku Dayak. Itu berlangsung seminggu penuh, tidak terhitung berapa banyak rumah yang terbakar dan leher terputus selama perang terjadi. Sampai seminggu sudah 18 kali upaya untuk mengevakuasi warga Madura ke Surabaya. Total warga pengungsi mencapai jumlah 57 000 jiwa.

Para pengungsi diangkut menggunakan perusahaan pelayaran militer dan kapal swasta. Mereka diangkut ke pulau Madura. Sampai sekarang masih tersimpan dalam memori warga Sampit  tentang sungai Mentaya yang penuh dengan mayat tanpa kepala  dan tentu saja bau anyir darah tercium sampai satu bulan setelah kerusuhan. Tidak ada perhitungan pasti total jumlah korban.

 

Sungai Mentaya di  Sampit,  Kalimantan Tengah, Indonesia
Pembuat : Wibowo Djatmiko
Public domain

 

Ketika kerusuhan terjadi, markas Madura terkonsentrasi di Sarigading dan Hotel Rama Road. Wajar jika mayat terbesar kemudian ditemukan di kedua tempat. Suasana mengerikan berlanjut hingga satu bulan setelah kerusuhan, Sampit berubah menjadi kota hantu, bau busuk menyengat. Tubuh tanpa kepala bergelimpangan di setiap sudut jalan. Mayat korban kerusuhan akhirnya dimakamkan di kuburan massal di kilometer 13,8 Jalan Jenderal Sudirman.

Saat ini mereka yang menjadi korban kekerasan perlahan kembali ke tempat mereka yang dulu. Saya salut kemampuan orang Madura dalam hal pekerjaan, mereka memulai semuanya dari nol lagi, kerja keras mereka tanpa batas, jika berbicara tentang perasaan, sekelompok kecil warga Madura layak untuk mengeluh. Mereka yang tidak tahu apa-apa harus menjadi korban, dilucuti semua harta, tapi setidaknya dari sejarah yang sangat menyakitkan, sekarang mereka tahu bagaimana membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat.

 

Kunjungan ke salah satu desa suku Dayak dan sedikit cerita tentang kerusuhan Sampit dari Tetua suku 

 

Seni Pertunjukan Ilmu Bela diri Madura

 

Korban Kerusuhan Konflik Suku Dayak dan orang Madura

PERHATIAN!
MINIMUM USIA 18 tahun yang disarankan untuk melihat video di bawah ini !

Video berikut memperlihatkan korban perkelahian yang brutal, bahkan orang-orang dewasa terkejut dengan ditampilkannya korban dan sebagian besar korban dipastikan tewas  oleh senjata sederhana berupa pisau panjang atau pedang (Senjata Tradisional).

Tujuan menampilkan video ini di sini adalah untuk memberikan bukti tentang fakta-fakta yang diuraikan sebelumnya dan tentang kekejaman akibat konflik tersebut. Kami melihat fakta dari video tersebut yang menunjukkan hampir atau benar-benar hanya satu sisi korban dan hal itu dapat digunakan sebagai propaganda terhadap suku Dayak.

Kami sangat merekomendasikan untuk membaca seluruh artikel ini dengan seksama agar dapat memahami alasan suku Dayak untuk melawan dan mempertahankan diri mereka, walaupun korban yang juga anak-anak dan wanita tetap sulit untuk ditoleransi. Kami tidak membela pihak suku Dayak atau orang Madura dalam konflik ini, tetapi kami ingin menginformasikan tentang fakta-fakta tanpa menyembunyikan kekejaman atau kelakuan buruk dari semua pihak.

 

 

 Sampit, Central Borneo



 

Lokasi Sampit di Kalimantan Tengah dan Pulau Madura 

Suku Dayak di Kalimantan Indonesia

Kata Dayak berasal dari kata “Power”, yang berarti hulu, untuk menamai orang-orang yang tinggal di pedalaman. Arti dari kata “Dayak”  masih banyak diperdebatkan, banyak pendapat tentang definisi Dayak, antara lain, bisa berarti pedalaman, orang-orang yang tinggal di sungai dan beberapa orang mengklaim bahwa istilah ini mengacu pada beberapa karakteristik masyarakat Dayak, kuat, berani, berani dan ulet.

Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok di pedalaman, pegunungan, dan tempat-tempat lain, kata Dayak sebenarnya diberikan oleh orang-orang Melayu yang datang ke Kalimantan. Namun setelah Melayu Sumatera dari Semenanjung Melayu datang dan juga dengan kedatangan suku Bugis, Makassar dan Jawa, pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit, mereka semakin mundur ke hutan.

 

Ketua Suku Dayak
Source Tropenmuseum

 

Ada berbagai pendapat tentang asal-usul orang Dayak, tapi sampai sekarang tidak ada pendapat yang benar-benar memuaskan. Namun pendapat yang berlaku umum adalah bahwa orang Dayak merupakan salah satu kelompok asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan. Pendapat tentang pribumi didasarkan pada teori migrasi ke Kalimantan. Berdasarkan pendapat tersebut, diyakini bahwa nenek moyang Dayak berasal dari Cina Selatan, seperti yang dinyatakan oleh Mikhail Coomans (1987,3).

Semua suku Dayak termasuk kelompok yang bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia. Mereka adalah keturunan imigran yang datang dari tempat yang sekarang disebut Yunnan di Cina Selatan. Dari tempat itu sekelompok kecil berkelana melalui semenanjung Indo Cina dan Malaysia untuk memasuki pulau-pulau di Indonesia, Selain itu, mungkin ada orang-orang yang memilih jalan lain yaitu melalui Hainan, Taiwan dan Filipina. Pengungsian itu tidak begitu sulit, karena pada saat glazial (zaman es) permukaan laut sangat menurun (surut), sehingga dengan sedikit perahu mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau.

Teori migrasi menjawab pertanyaan: mengapa suku Dayak memiliki sifat yang berbeda, dalam bahasa dan karakteristik budaya mereka.

Suku terbesar di Indonesia adalah suku Dayak, yang menduduki pulau terbesar di Indonesia, Borneo (Kalimantan).
Suku asli pulau Kalimantan memiliki budaya yang kuat, adat istiadat yang khas dan cukup terkenal di dunia. Suku Dayak tersebar di pemukiman hulu sungai, di mana sungai adalah jalur transportasi utama bagi mereka untuk melakukan berbagai mobilitas dalam kehidupan sehari-hari seperti bekerja ke ladang karena tempat tinggal mereka biasanya jauh dari pemukiman penduduk dan tempat perdagangan hasil pertanian.

Pada tahun 1977-1978, benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian dari kepulauan yang masih berhubungan memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui tanah dan melintasi pegunungan Kalimantan yang sekarang disebut pegunungan “Muller Schwaner-“.

Suku Dayak hidup tersebar direntang waktu yang panjang, mereka telah menyebar dari hulu ke hilir dan kemudian mendiami pesisir Pulau Kalimantan. Masyarakat Dayak terdiri dari beberapa suku yang masing-masing memiliki karakteristik dan perilaku yang berbeda.

Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak, tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau Banjar, sementara yang lainnya yang menolak agama Islam kembali ke sungai, ke pedalaman Kalimantan Tengah tinggal di daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan dan Watang Balangan Lawas. Beberapa terus ditekan ke dalam hutan. Pengikut Dayak Islam sebagian besar berada di Selatan dan dibeberapa di Kotawaringin. Salah satu Sultan yang terkenal dari Kesultanan Banjar adalah  Lambung Mangkurat (Kerajaan).

Negara-negara lain juga datang ke Kalimantan. Bangsa Cina diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada Dinasti Ming pada 1368-1643. Dari naskah berhuruf kanji disebutkan bahwa kota pertama yang dikunjungi adalah Banjarmasin. Tapi masih belum jelas apakah China datang di Bajarmasin era (di bawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam.

Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung, karena mereka hanya berdagangkan, terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Mereka tidak langsung berdagang dengan masyarakat Dayak. Peninggalan bangsa Cina diselamatkan oleh beberapa suku Dayak seperti piring malawen, pot (guci) dan peralatan keramik.

Adat Suku Dayak masih dipertahankan sampai hari ini dan dunia supranatural Suku Dayak masih kuat. Hal ini merupakan salah satu budaya kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Saat ini, suku Dayak dibagi menjadi 6 keluarga besar, yaitu: Kenyah family, Ot Danum Family ( terdiri dari semua suku Dayak, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat di selatan dan tenggara), Iban Family, Murut family, Klemantan Family (salah satu keluarga dari suku Dayak di Kalimantan Barat, Sarawak Malaysia Timur dan Punan Family.

 

Dayak groups (Community)

 

Video ini dibuat oleh satu seorang dari suku Dayak yang menjelaskan beberapa suku Dayak yang ada di Kalimantan

 

 

Keenam keluarga dibagi lagi menjadi sekitar 405 sub-suku. Meskipun ratusan dari mereka memiliki karakteristik budaya yang sama yang khas. Karakteristik ini adalah faktor di antara sub-suku di Kalimantan yang dapat dimasukkan kedalam kelompok Dayak. Karakteristik tersebut adalah: rumah panjang, budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit beliong (kapak Dayak), pemandangan alam, mata pencaharian (sistem budidaya) dan seni tari.

 

 

Agama suku Dayak

Pemerintah Indonesia menetapkan setiap warga negara harus memeluk satu dari enam agama resmi: Islam, Katolik, Protestan, Buddha, Konghucu, dan Hindu.

Suku Dayak memeluk agama nenek moyang yang bernama Kaharingan yang memiliki pedoman untuk menuntun hidup mereka menjadi lebih baik. Praktek keagamaan Kaharingan berbeda di berbagai suku.

Sejak abad pertama, agama Hindu mulai masuk ke Kalimantan, dengan penemuan warisan agama Hindu di Amuntai, Kalimantan Selatan, di abad ke-4 masyarakat Kalimantan memasuki era sejarah yang ditandai dengan penemuan prasasti peninggalan dari kerajaan Hindu Kutai di Kalimantan Timur dan penemuan patung Buddha, warisan dari kerajaan kuno Brunei.

Hal ini menunjukkan pengaruh dari Hindu-Buddha dan asimilasi dengan budaya India yang ditandai munculnya masyarakat multietnis pertama di Kalimantan. Dengan penyebaran Islam sejak abad ke-7 yang memuncak pada awal abad ke-16, kerajaan Hindu masuk Islam dan menandai kepunahan pengikut Hindu dan Budha di Kalimantan. Sejak itu mulai muncul hukum / Banjar yang sebagian dipengaruhi oleh hukum agama Islam adat Melayu.

 

Komunitas Muslim Dayak Barito yang dikenai sebagai suku dari sungai Barito Bakumpai,  Sumber : Tropenmuseum

 

Hal Supranatural

Dunia Supranatural bagi suku Dayak telah ada sejak zaman kuno dan merupakan ciri khas budaya Dayak. Karena hal ini, orang asing menyebut suku Dayak sebagai kanibal namun pada kenyataannya suku Dayak adalah suku yang sangat cinta damai, asalkan mereka tidak diganggu dan dianiaya secara tidak adil. Banyak jenis kekuatan supranatural Dayak, misalnya “Manajah Antang”.
Manajah Antang, adalah cara Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit untuk ditemukan. Dari nenek moyang dengan media  “burung Antang”, dimanapun keberadaan musuh mereka, akan ditemukan.

Mangkuk merah

Red Bowl adalah mangkok dengan ukuran sedang suku Dayak sebagai lambang persatuan. Beredarnya mangkuk merah jika masyarakat Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya.

Mangkok merah adalah kesatuan suku Dayak Media. Red mangkuk akan beredar jika orang Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya. “Pemimpin” biasanya mengumumkan sinyal siaga atau perang berupa mangkok merah, yang beredar dari desa ke desa dengan cepat. Dalam kesehariaannya banyak orang mungkin tidak tahu siapa pemimpin suku Dayak. Pria itu mungkin hanya orang biasa, tetapi ia memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa.

Red mangkuk tidak sembarangan didistribusikan. Sebelumnya pemimpin suku harus membuat acara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai perang. Dalam acara adat, roh para leluhur akan merasukinya dan jika ia memanggil roh leluhur untuk meminta bantuan, orang Dayak lainnya yang mendengar akan juga memiliki kekuatan seperti pemimpin mereka. Biasanya orang-orang yang secara mental tidak stabil, bisa sakit atau gila ketika mereka mendengar jeritan tersebut.

Red mangkuk terbuat dari bambu (ada yang mengatakan terbuat dari tanah liat) yang didesain dalam bentuk bundar. Untuk menemani mangkuk ini juga disediakan dengan peralatan lainnya seperti ubi jerangau merah (Acorus calamus) yang melambangkan keberanian (ada yang mengatakan bisa diganti dengan beras kuning), bulu ayam merah untuk terbang, obor dari bambu untuk api obor (ada yang mengatakan bisa diganti dengan korek api), daun palem sagu (Metroxylon sagus) untuk tempat hunian dan tali dari kulit kepuak simpul sebagai simbol persatuan. Peralatan dikemas dalam mangkuk dan ditutupi dengan kain merah.

Menurut cerita turun-temurun, mangkuk merah pertama beredar saat  perang melawan Jepang. Kemudian terjadi lagi ketika pengusiran Cina dari daerah Dayak pada tahun 1967. Pengusiran orang-orang China pada waktu itu bukan perang antar-etnis, tetapi karena adanya masalah politik, yang pada waktu itu terjadi konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia.

 

Suku Dayak dalam pakaian perang dan senjatanya
Sumber : The Illustrated London News
Pembuat : F. Boyle
Public domain

 

Beberapa tipe senjata yang digunakan suku Dayak

 

Golok Dayak 
Sumber : www.trocadero.com

 

Golok yang digunakan suku dayak  (Bidayuh, Kayan, Kelabit, Kenyah, Iban, Ngaju, Penan and Punan) di Kalimantan
Sumber : 2.bp.blogspot.com

 

Mandau (Sword hilt with of bone, and small sheath knife)
Source : Tropenmuseum
Author : Tropenmuseum

 

Golok Nabur Banjarmasin 
Sumber :  www.oriental-arms.co.il

 

Kalimantan, tempat dimana suku dayak tinggal


View Larger Map

Harimau Sumatera hampir punah!

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu dari lima subspesies harimau (Panthera tigris) di dunia yang masih bertahan. Termasuk harimau Sumatera terancam punah yang juga satu-satunya sub-spesies harimau yang masih dimiliki Indonesia setelah dua bersaudara, harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah.

Hewan ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia. Populasi dari mereka yang hidup di alam liar diperkirakan 400-500. Keberadaan harimau Sumatera semakin berkurang dan dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Setidaknya ada 250 harimau Sumatera yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia.

Dampak dari kerusakan hutan oleh APP tidak hanya menghancurkan lingkungan, tetapi juga mengancamkeberadaan Harimau. Pengrusakan hutan Sumatera oleh APP untuk memasok industri bubur kayu dan kertas yang digunakan untuk produk kemasan Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

 

Harimau Sumatra di kebun binatang German  Augsburg
Photographer : Werner Gut (http://www.wernergut.de/)

 

Kucing langka ini bisa hidup di mana saja, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan dan tinggal di banyak tempat yang tidak dilindungi. Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil, memiliki warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitam dari mereka berukuran lebar dan rapat.

 

Panthera Tigris Sumatrae , Kebun binatang German di  Frankfurt 
Pembuat : From de.wikipedia, originally uploaded by en: User: Wilfred
Photographer / Source: Petra Karstedt

 

Ukurannya yang kecil membuatnya lebih mudah untuk bergerak melalui hutan. Ada selaput di antara jari-jari yang membuat mereka mampu berenang cepat. Harimau dikenal  pandai menyudutkan mangsanyauntuk masuk ke dalam air, terutama jika hewan mangsanya adalah perenang lambat. Mereka sabar mengintai mangsanya sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka makan apa saja yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas, ikan, dan orangutan. Mereka juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika berburu mangsa.

Harimau sumatera jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari bagian kepala ke ekor dengan berat 300 pound. sedangkan betinanya rata-rata 78 inci panjang dan beratnya 200 pon. Garis-garis harimau sumatera lebih tipis dari subspesies harimau lainnya. Subspesies ini juga memiliki lebih bnyak bulu jenggot dan surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantannya.

Harimau Sumatera dapat hidup sampai 10-15 tahun. betina biasanya mulai berkembang biak pada umur 3-4 tahun. Masa kehamilan berlangsung antara 95-110 hari. Betina bisa melahirkan sampai enam bayi, tapi umumnya 2-3 dan bulu mereka berubah warna menjadi hijau tua saat melahirkan.Bayi-bayi ini akan tinggal bersama ibu mereka sampai usia 18-24 bulan, sampai mereka bisa mandiri di alam.

Makanan harimau sumatera makanan tergantung di mana mereka tinggal dan bagaimana berlimpah mangsanya. Harimau Sumatera umumnya menyendiri kecuali selama musim kawin dan dengan betinanya serta anak-anak mereka.

 

 

Ancaman utama bagi harimau sumatera adalah pengrusakan habitat dan perburuan. Deforestasi terus berlanjut bahkan di taman nasional yang seharusnya melindungi mereka. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 sampai tahun 2000.

Dalam upaya untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia (Taman Safari Indonesia) ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai harimau sumatera Breeding Center, “stud book keeper” dan tempat penyimpanan sperma (Genome Bank Penyelamatan) untuk harimau Sumatera . Seorang ahli dari Breeding Specialist Group Konservasi (CBSG), Kathy Traylor-Holzer mengatakan bahwa kemurnian genetik harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang tertinggi adalah di lembaga konservasi Taman Safari Indonesia yang terletak di Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan pada “Global Species Management System” (RUPS) untuk harimau Sumatera, yang digelar di Royal Safari Garden Hotel.

Para ahli dari Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) mengatakan bahwa dari kurang lebih 100 kebun binatang di Jepang hanya empat kebun binatang yang memiliki harimau sumatera dan juga jumlahnya hanya tinggal tujuh ekor.

Sementara di kawasan Eropa terdapat 104 harimau Sumatera, di Amerika Utara ada 69 ekor, Australia 51 ekor dan di kebun binatang Indonesia ada 96 ekor. Menurut Kathy Traylor-Holzer, harimau sumatera di Taman Safari Indonesia memiliki kemurnian genetik tertinggi yang mencapai 93,3 persen.

 

Harimau Sumatran di Kebun binatang Melbourne 
Pembuat : Merbabu
GNU Free Documentation License

 

Di luar Indonesia, dia mengatakan bahwa kemurnian genetik tertinggi harimau Sumatera dimiliki oleh wilayah Amerika Utara yaitu sebesar 89,8 persen, kemudian Eropa dengan 86,9 persen, 86,2 persen dan Australia Jepang dengan 77,8 persen. Dia juga mengatakan bahwa kemurnian genetik diperlukan untuk melindungi keberadaan harimau sumatera di kebun binatang.

Drs. Manansang Jansen, MSc, Presiden SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara) juga mengatakan bahwa kemurnian genetik dari harimau Sumatera yang diraih oleh Taman Safari Indonesia adalah mungkin, karena mereka mengelola populasi harimau sumatera dengan ketat.

Taman Safari Indonesia akan senang untuk membantu pemurnian genetik Sumatera harimau di kebun binatang di seluruh dunia, tetapi harimau yang akan dikirim harus memenuhi izin yang diatur oleh hukum Indonesia. Selain itu, harimau Sumatera yang akan dikirim harus dari penangkaran, bukan yang berasal dari satwa liar.

 

Harimau Sumatera  di Taman Safari Indonesia
Public domain

 

 

 

Pulau Sumatera dan  beberapa lokasi harimau Sumatera



Teks berikut ini diterjemahkan dari sumber di Indonesian:

http://www.greenpeace.or.id/, the text was published on 26 Juli, 2011


Harimau itu diusir dari rumah mereka

Pada awal Juli, tahun lalu, ada berita sedih. Harimau sumatera “Raja hutan” meninggal dengan cara yang tragis. Kejadian ini didokumentasikan oleh Greenpeace ketika harimau itu berusaha untuk diselamatkan oleh tim Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau-Sumatera. Harimau mati di wilayahnya sendiri, yang kemudian tempat itu berubah menjadi perkebunan akasia yang dimiliki oleh APP, Pulp dan perusahaan kertas raksasa yang terus merusak hutan Indonesia.

Berikut ini video yang sedih yang menunjukkan harga yang harus dibayar oleh satwa liar untuk rumah mereka yang hilang.

Harimau Sumatera ditemukan sudah terjebak selama 7 hari. Petugas kehutanan tiba untuk memberinya obat penenang, mencoba untuk menyelamatkan dan mengevakuasinya, tetapi harimau tersebut tidak bisa diselamatkan…

Dampak hutan perusakan oleh APP tidak hanya penghancuran, tetapi juga mengancam keseimbangan iklim harimau Sumatera dan tentu saja binatang lainnya. Perusakan hutan oleh APP adalah untuk memasok pulp dan kertas untuk beberapa industri yang membutuhkannya untuk  produk kemasan antara lain : Hasbro, Mattel dan Disney. Perusakan hutan alam terus memaksa harimau Sumatera dan satwa liar lainnya yang tinggal di hutan semakin terdesak mendekati masyarakat perumahan.

Bukti video kami ini semakin jelas bahwa APP tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan menghancurkannya, bukti juga semakin jelas bahwa berbagai “label berkelanjutan” yang diusung oleh APP sangat harus dipertanyakan, kredibilitas organisasi sertifikasi hutan seperti Program untuk Persetujuan Sertifikasi Hutan (PEFC) juga dipertanyakan. PEFC menyatakan ‘berkelanjutan’ untuk produk kertas di seluruh dunia, tetapi oleh banyak pihak berulang kali dikritik karena ada hubungan antara mereka dengan APP. Sangat mengherankan, produk yang mengandung kayu hutan alam yang diambil dari habitat harimau mati dapat disertifikasi oleh PEFC.

PT Arara Abadi – tigertrapped
Location of tiger habitat clearing by APP. located within the concession13 km, Sumatra, tiger caught in animal traps. © Melvinas Priananda / Greenpeace

Bulan lalu Greenpeace menggunakan tes forensik untuk mengungkapkan pembuatan mainan seperti Barbie dan Transformer yang diproduksi oleh Hasbro, Mattel dan Disney yang menggunakan kemasan dari deforestasi di Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan investigasi lapangan, panduan pemetaan data, yang mengungkapkan bukti terbaru dari penghancuran hutan alam dan gambut di Pulau Sumatera oleh APP.

Tulis dan kirimlah surat kepada Mattel untuk menghentikan perusakan hutan di Indonesia!

Berikan pendidikan kepada generasi mendatang untuk tidak menghancurkan masa depan hutan Indonesia.
Kampanye Greenpeace untuk melindungi hutan di Indonesia, termasuk habitat harimau yang terancam punah.


Kami harap Anda untuk berpartisipasi menandatangani petisi Greenpeace di halaman ini: www.greenpeace.org/canada/tigers/
untuk membantu menyelamatkan Harimau Sumatera!

Prambanan, Candi megah lainnya yang ada di Indonesia

Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya yang tidak jauh dari Candi Borobudur seakan memperlihatkan tentang keselarasan antara umat Buddha dan Hindu di Jawa, bukan hanya di masa lalu tetapi juga pada saat ini. Secara administratif, candi ini terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman yang indah.

 

Tiga candi  terbesar didedikasikan untuk Shiva, di sebelah kiri Brahma dan Vishnu di sebelah kanan. Pada bagian depan kuil-kuil ada vahana (kendaraan para Dewa)
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under the Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

 

Candi yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Roro Jonggrang, memiliki legenda. Dulu ada seorang pemuda yang kuat dan magis yang ingin menikahi seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Raja yang juga ayah dari sang putri pun memaksanya untuk menikahi “Bandung Bondowoso”. Dia adalah pangeran dari kerajaan tetangga. Roro Jonggrang tidak mencintainya tapi tidak mampu menolaknya. Setelah pertimbangan yang panjang, akhirnya dia memberi satu syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1000 candi dan berjanji untuk menikah dengannya jika persyaratannya bisa diselesaikan sebelum fajar.

Roro Jonggrang meminta bahwa pekerjaan harus selesai sebelum ayam berkokok yang ia pikir itu tidak mungkin. Tapi dengan kekuatan magis, Bandung Bondowoso hampir bisa menyelesaikan 999 candi dengan bantuan jin dan kekuatannya.

Roro Jonggrang meminta para perempuan di desa untuk mulai memukul padi, dengan tujuan membuat ayam terbangun dan mulai berkokok. Bondowoso sangat kecewa dengan perilaku sang puteri, kemudian merubahnya menjadi batu yang sekarang dikenal sebagai Candi Prambanan, sedangkan candi di dekatnya disebut Candi Sewu atau seribu candi.

Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9, yang didedikasikan untuk Dewa Shiva (perusak), dan dua di setiap sisi  didedikasikan untuk Dewa Brahma (pencipta) dan Dewa Wisnu (penjaga). Candi tertinggi adalah 47 meter, 5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur dan juga di antara candi-candi lain di sekitarnya. Berdirinya candi ini telah menunjukkan kejayaan Hindu di pulau Jawa.

 

Patung Mahadewa Shiva di Candi Lara Jonggrang, yang ada di komplek candi Prambanan 
Pembuat : Dr. W.G.N. (Wicher Gosen Nicolaas) van der Sleen (Fotograaf/photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dengan 4 wajah Dewa Pencipta, Brahma yang terletak di garbhagriha (ruang utama)  kuil Brahma, Trimurti Prambanan  Yogyakarta, Indonesia.
Author : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Patung batu besar dari Dewa Vishnu (Dewa pemelihara) di ruang utama kuil Vishnu, Trimurti Prambanan, Yogyakarta, Indonesia.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan juga memiliki relief candi yang berisi kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keselarasan lingkungan. Di Prambanan relief pohon Kalpataru digambarkan mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad kesembilan memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

 

Relief di dinding candi Prambanan, singa diapit oleh dua pohon Kalpataru yang juga masing-masing diapit oleh sepasang kinnaras  atau binatang.
GNU Free Documentation License
Wikipedia

 

Ravana menculik Sita dengan mengendarai  raksasa bersayap, sementara burung  Jatayu di sebelah kiri berusaha untuk menolongnya. 9 abad Prambanan pahatan-reliefs di candi didedikasikan untuk Shiva pada komplek candi Prambanan atau komplek candi Lara Jonggrang 
Pembuat : H. Bongers (Fotograaf / photographer).
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Prambanan ditemukan kembali oleh seorang warga negara Belanda bernama CA Lons pada tahun 1733 setelah seratus tahun diabaikan. Candi ini telah direnovasi dan sekarang dikenal sebagai candi Hindu paling indah di Indonesia.

 

Coolies  dengan kursi tandu di depan  reruntuhan candi Prambanan.
Pembuat : William Henry Jackson
Public domain – Wikipedia

 

Rekonstruksi candi candi di komplek candi Prambanan, dikarenakan gempa yang terjadi pada bulan May 2006
Pembuat : Nomo michael hoefner
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

Keindahan dan kompleksitas arsitektur Prambanan sebagai bangunan yang sangat indah dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

 

Ramayana – Pertunjukan Seni di Candi Prambanan

Sendratari Ramayana adalah sebuah drama tari yang menceritakan kisah Ramayana, khususnya tentang Rama yang merupakan raja Hindu legendaris dan juga dapat dikatakan sebagai inkarnasi Dewa. Drama ini bercerita tentang Rama yang gagah berani. Pertunjukan ini diselenggarakan di halaman kawasan Candi Prambanan dalam bentuk tarian. Sendratari drama Ramayana di Prambanan biasanya diadakan pada priode bulan purnama untuk dinikmati oleh pengunjung pada berbagai tanggal dalam jangka waktu sekitar enam bulan. Para penari menunjukkan keterampilan menari mereka kepada para penonton dalam pakaian tradisional yang indah.

Sendratari Ramayana di Candi Prambanan berbeda dengan cerita aslinya dari India. Di Indonesia mencerminkan hasil adaptasi dengan budaya Jawa selama bertahun-tahun dan itu adalah salah satu pertunjukan tari terbaik di Indonesia.
Dalam acara ini tidak hanya musik dan tari secara hati-hati dipersiapkan, pencahayaan juga telah disiapkan secara rinci. Hal ini memberikan nilai lebih, karena cahaya tidak hanya cahaya obor, tapi banyak cahaya dari lampu yang dirancang untuk menggambarkan peristiwa dan suasana hati karakter.

Pemandangan malam hari panggung terbuka Trimurti Prambanan nightview 
Pembuat : Archiprez mosis
licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic

 

Tari Jawa yang mempertunjukkan sendratari Ramayana. Dalam adegan ini  Shinta (isteri Rama ,kedua dari kiri)  sebagai tahanan Raja Ravana di Istana Alengka, dia dikelilingi oleh para dayang dan pembantu istana.
Pembuat : Gunawan Kartapranata
Licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported

 

 

Sendratari Ramayana Prambanan memenangkan penghargaan internasional “PATA Gold Award 2012” mengalahkan 180 kontestan dari 79 negara dalam kategori “Warisan dan Budaya”, yang diperoleh pada konferensi tahunan Pacific Asia Travel Association (PATA) pada tahun 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 21 April 2012.

 


Lihat Peta Lebih Besar